Breaking News
Memuat breaking news...

Pembina Upacara HSP, Wali Kota Subulussalam, M. Rasyid Uraikan Keunikan Angka Tujuh

Redaksi
Redaksi
Rabu, 28 Oktober 2026 - 6.06 PM WIB
Pembina Upacara HSP, Wali Kota Subulussalam, M. Rasyid Uraikan Keunikan Angka Tujuh
UPACARA Hari Sumpah Pemuda 2026 di halaman Kantor Wali Kota Subulussalam, Rabu (28/10). (Waspada.id/Ist)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

SUBULUSSALAM (Waspada.id): Menjadi Pembina Upacara Peringatan ke-98 Hari Sumpah Pemuda (HSP) di halaman Kantor wali kota setempat, Rabu (28/10), Wali Kota Subulussalam, M. Rasyid uraikan secara gamblang keunikan angka tujuh, termasuk penambahan setiap angka tujuh.

Keunikan angka tujuh kata Rasyid boleh jadi banyak tidak dipahami orang secara umum. Semua yang hadir pun diajak mengintrospeksi, dalam sehari semalam 24 jam, berapa jam dimanfaatkan untuk ibadah.

"Di hari Sumpah Pemuda ini, saya ajak kita semua mengintrospeksi diri terkait umur," kata Rasyid, yang juga membacakan Teks Pancasila, diikuti peserta upacara.

Diuraiakan keunikan angka tujuh, pertama masa kanak-kanak, lalu tujuh tambah tujuh 14, awal usia baligh.

Selanjutnya 14 tambah tujuh 21, masa pendidikan hingga mencapai sarjana, lalu 21 tambah tujuh 28, batas umur maksimal menikah.

28 tambah tujuh 35, dalam usia ini sudah harus punya kerja tetap, lalu 35 tambah tujuh 42, sudah matang berfikir, sudah menjadi orang tua, sementara 42 tambah tujuh 49, masa sudah mulai mudah terkena penyakit.

Selanjutnya 49 tambah tujuh 56, Rasyid ingatkan hadirin dengan surat Yasin, terkait siklus kehidupan manusia, di mana nikmat sudah mulai berkurang dan sebagainya. Umur 56 masa pensiun, sementara 56 tambah tujuh 63, memasuki usia kematian atau masuk kubur.

"Kalau pun ada sampai 70 tahun, itu bonus. Mungkin boleh bangga usia sampai 70 tahun, tetapi kelak soal usia dimintai pertanggungjawaban," kata Rasyid, ajak ASN di daerah ini menjadi patriotik.

Selain Pembukaan UUD 1945 juga dibacakan Kongres Pemuda, lalu menyanyikan lagu Satu Nusa Satu Bangsa dan Bangun Pemuda Pemudi, sebelum ditutup doa mengakhiri acara.

Diketahui, momen HSP tahun ini bertema 'Patriotik, gigih, berempati, pemuda untuk Indonesia”, ajakan kepada pemuda mencintai bangsa dan menjaga persatuan.

Gigih, menekankan ketekunan dan daya tahan menghadapi tantangan, sedangkan berempati bermakna menumbuhkan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat. (id130)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement