Breaking News
Memuat breaking news...

Pemerintah Akan Stop Impor Garam pada 2029

Redaksi
Redaksi
Kamis, 3 September 2026 - 8.23 AM WIB
Pemerintah Akan Stop Impor Garam pada 2029
Foto ilustrasi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspada.id): Pemerintah mulai mengerek ambisi untuk mengakhiri ketergantungan Indonesia terhadap impor garam. Volume impor ditargetkan terus ditekan secara bertahap hingga akhirnya mencapai nol pada 2029.

Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI Qodari mengatakan pengurangan impor bahkan mulai dilakukan sejak tahun ini. Pemerintah menyiapkan target penurunan volume impor secara agresif dalam tiga tahun ke depan.

"Volume impor garam ditargetkan turun dari baseline sekitar 2,6 juta ton menjadi 2 juta ton pada 2026, 1 juta ton pada 2027, hingga mencapai nol pada tahun 2029," ujar Qodari dalam konferensi pers di Gedung Bakom RI, Jakarta, Rabu (2/9).

Target tersebut sekaligus menjadi upaya pemerintah mengatasi persoalan yang dinilai paradoks. Indonesia memiliki garis pantai yang sangat panjang, tetapi kebutuhan garam nasional masih harus dipenuhi melalui impor.

Qodari menyebut kondisi tersebut sebagai kenyataan pahit yang harus segera dibenahi. Karena itu, pemerintah tidak hanya memangkas impor, tetapi juga menggenjot kapasitas produksi garam dalam negeri.

Salah satu proyek yang diandalkan adalah pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (KSIGN) di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Proyek tersebut akan dikembangkan di atas lahan sekitar 2.000 hektare untuk memperkuat produksi garam nasional.

Pemerintah menargetkan produksi garam nasional meningkat secara bertahap seiring beroperasinya proyek tersebut. Produksi diproyeksikan mencapai 2,5 juta ton pada 2026, kemudian naik menjadi 3,5 juta ton pada 2027 dan mencapai 5 juta ton pada 2029.

Untuk merealisasikan proyek tersebut, pemerintah menyiapkan kebutuhan investasi sekitar Rp2 triliun. Dari total lahan 2.000 hektare, sekitar 616 hektare telah mulai digarap dan memasuki tahap produksi.

Qodari menargetkan hasil produksi dari tahap awal tersebut sudah dapat dipanen pada November 2026. Setelah itu, pengembangan akan dilanjutkan ke tahap kedua dengan luas lahan sekitar 751 hektare.

"Mencakup pembangunan tambak garam serta sarana prasarana pendukung seperti jalan, fasilitas penyimpanan dan pengolahan, pompa, dan infrastruktur lainnya," ujar Qodari.

Jika target tersebut terealisasi, pemerintah berharap produksi domestik tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan nasional, tetapi juga menjadi fondasi untuk menghentikan impor garam secara total pada 2029. (cnni)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement