Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Pemerintah Dorong Hilirisasi Sawit hingga Rumput Laut

Redaksi
Redaksi
Minggu, 1 November 2026 - 7.57 AM WIB
Pemerintah Dorong Hilirisasi Sawit hingga Rumput Laut
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspada.id): Pemerintah terus mendorong hilirisasi sejumlah komoditas unggulan Indonesia, mulai dari kelapa sawit, kelapa, rumput laut hingga sagu. Langkah ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah, tetapi juga memperluas penyerapan tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan industri di berbagai daerah.

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan, proses industrialisasi tidak boleh berhenti pada pengolahan bahan mentah atau setengah jadi. Pengembangan industri perlu dilanjutkan hingga menghasilkan barang jadi sekaligus membangun ekosistem industri pendukung.

Menurutnya, Indonesia memiliki sejumlah komoditas yang berpotensi dikembangkan menjadi produk industri bernilai tambah.

"Kita jangan sampai hanya berhenti pada pasokan bahan mentah atau setengah jadi, tapi kita harus inline dari bahan baku sampai pada barang jadi dan bahkan bukan hanya membentuk satu barang jadi saja. Bisa menciptakan satu ekosistem baru, di mana bisa menumbuhkan industri-industri pendukung untuk proses industrialisasi ke depan," ujar Sarmuji dalam paparannya di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) 2026 di Jakarta, Jumat (30/10).

Ia mencontohkan hilirisasi nikel yang berkembang dari pengolahan bijih menjadi produk antara, komponen baterai, hingga kendaraan listrik.

Menurut Sarmuji, keberhasilan industrialisasi tidak hanya diukur dari besarnya investasi. Lebih dari itu, industrialisasi harus mampu meningkatkan nilai tambah, memperkuat kemampuan teknologi, menciptakan lapangan kerja, serta membangun rantai pasok yang kuat.

Selain nikel, pemerintah juga melihat potensi besar dari industri kelapa sawit. Sawit beserta berbagai produk turunannya dinilai menjadi salah satu keunggulan Indonesia dibandingkan negara lain.

Pemerintah juga mendorong pengembangan industri kelapa yang mulai menunjukkan pertumbuhan. Sarmuji menyebut produk olahan kelapa, termasuk susu kelapa, telah memiliki pasar di luar negeri.

"Industri kelapa kita tumbuh dengan sangat baik, dan kita akan konsen juga pada industri kelapa kita," katanya.

Komoditas lain yang menjadi perhatian pemerintah adalah rumput laut. Menurut Sarmuji, komoditas tersebut dapat diolah menjadi berbagai bahan untuk produk kosmetik, obat-obatan, makanan, hingga minuman.

Ia menilai pengembangan industri rumput laut berpotensi memberikan manfaat besar bagi masyarakat di wilayah pesisir. Hal itu didukung luasnya wilayah pantai dan laut yang dimiliki Indonesia.

"Ini kalau dikembangkan, luasan lautan, pantai kita demikian panjang, pasti akan sangat besar manfaatnya bagi kehidupan masyarakat di pelosok-pelosok, di pesisir pantai yang selama ini tidak memiliki akses yang cukup baik untuk masuk sektor industri," ujarnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga berencana mengembangkan kawasan industri khusus berbasis sagu di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku. Daerah tersebut memiliki potensi sagu yang melimpah dan dapat dikembangkan menjadi salah satu pusat industri pengolahan komoditas tersebut.

"Sagu kita melimpah. Di Seram Bagian Timur melimpah. Kita rencanakan ini menjadi satu kawasan industri khusus sagu," katanya.

Sarmuji mengingatkan, pengembangan komoditas unggulan daerah tidak hanya berpotensi mendorong pertumbuhan industri, tetapi juga memperluas pemerataan pembangunan, terutama di luar Pulau Jawa.

Melalui pengembangan industri berbasis potensi lokal, pemerintah berharap dapat menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah. (cnni)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement