Pemilik THM di Batam Yuwanky Ditangkap di Bandara Soetta

BATAM (Waspada.id): Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri memastikan menangkap pemilik tempat hiburan malam (THM) di Batam, Yuwanky, yang telah masuk daftar pencarian orang (DPO). Yuwanky diketahui sempat melarikan diri ke Singapura hingga masuk DPO.
Pada Kamis (27/8/2026), Yuwanky tiba di Indonesia. "DPO Yuwanky telah dilakukan penangkapan pada hari Kamis, 27 Agustus 2026, sekitar jam 16.47 WIB, di Terminal 3 Bandara Soetta," ucap Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, saat dikonfirmasi, Kamis.
Ia memastikan, setelah tiba dari Singapura, Yuwanky langsung dibawa ke Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan. "Sesaat setelah mendarat dengan penerbangan dari Singapura, selanjutnya yang bersangkutan dibawa ke Bareskrim Polri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," tutur dia.
Sebelumnya, Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, menetapkan salah satu pengusaha Batam atas nama Yuwanky, 67, sebagai DPO dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang diduga berasal dari tindak pidana narkotika.
Penetapan Yuwanky sebagai DPO tertuang dalam dokumen Nomor DPO/142/VIII/2026/Dittipidnarkoba yang diterbitkan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, setelah mengamankan Basri Lewaimang, buron yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika di tiga tempat hiburan malam.
Eko Hadi Santoso membenarkan adanya penerbitan DPO atas nama Yuwanky yang dikenal sebagai pengusaha yang mengembangkan kawasan Planet Batam. "Yuwanky sudah terbit DPO, orangnya belum kena," ujar Brigjen Pol Eko, saat ditemui di pelaksanaan rilis pengungkapan sabu cair 2,6 ton di Pelabuhan Bea Cukai, Tanjung Uncang Batam, Jumat (21/8/2026) sore.
Bareskrim tengah mendata seluruh aset bergerak dan tidak bergerak yang dimiliki oleh Yuwanky. Namun demikian, pihaknya meminta agar diberikan waktu terlebih dahulu. "Untuk aset saya pastikan ya, nanti saya kasih detail kalau sekarang saya hafal. Akan ditelusuri aset Yuwanky daripada keliru," ujar dia.
Sumber Kompas.com



























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda