Pemkab Pakpak Bharat dan Kementan Dorong Transformasi Pembangunan Hortikultura

PAKPAK BHARAT (Waspada.id): Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat bersama Kementerian Pertanian (Kementan) RI melaksanakan Rapat Koordinasi Teknis Kelompok Kerja Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP), dalam rangka uji publik dokumen Horticulture Cluster Development Plan (HCDP) klaster HDDAP Tahun 2026, Senin (14/09/2026).
Program HDDAP merupakan salah satu program strategis Kementerian Pertanian yang didukung Asian Development Bank (ADB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD). Program ini diarahkan untuk mendorong transformasi pembangunan hortikultura di wilayah lahan kering melalui pendekatan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani.

Bagi Kabupaten Pakpak Bharat, kehadiran program HDDAP dinilai memiliki arti penting dan strategis. Daerah tersebut memiliki potensi agroklimat yang mendukung pengembangan berbagai komoditas hortikultura dataran tinggi.
Namun, potensi tersebut masih perlu didukung berbagai upaya penguatan, baik dari sisi infrastruktur pertanian, sarana produksi, teknologi dan praktik budidaya, kelembagaan petani, maupun akses pasar yang memberikan kepastian dan nilai tambah bagi hasil produksi petani. Hal itu disampaikan Bupati Pakpak Bharat dalam sambutan tertulisnya.
Sementara itu, perwakilan Tim HDDAP Kementerian Pertanian RI, Indri Nugraheni, S.TP., M.Agr., SC., menjelaskan Kabupaten Pakpak Bharat menjadi salah satu dari 13 kabupaten di Indonesia yang telah ditetapkan sebagai daerah pengembangan program tersebut.
“Totalnya ada 10 ribu hektare yang akan dikerjakan oleh Kementerian Pertanian, dan Pakpak Bharat masuk sebagai salah satu dari 13 daerah se-Indonesia yang akan ikut program ini,” jelas Indri.

Menurutnya, pengembangan komoditas lain di Pakpak Bharat juga mulai menunjukkan potensi, di antaranya durian yang sudah mulai diusulkan.
Program HDDAP bukan semata-mata program pembangunan pertanian, tetapi harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk membangun ekosistem hortikultura yang lebih kuat, produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan di Kabupaten Pakpak Bharat.
Dalam kerangka tersebut, penyusunan Horticulture Cluster Development Plan (HCDP) menjadi sangat penting. HCDP tidak boleh berhenti sebagai dokumen perencanaan administratif, tetapi harus menjadi pedoman bersama sekaligus instrumen strategis dalam mengintegrasikan berbagai kebutuhan pembangunan klaster hortikultura.

Kebutuhan tersebut mulai dari infrastruktur irigasi, jalan usaha tani, sarana dan alat mesin pertanian, penerapan Good Agricultural Practices (GAP), penguatan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP), pengelolaan dan konservasi lahan, hingga penguatan rantai nilai dan kemitraan pemasaran.
Dengan demikian, setiap intervensi pembangunan yang direncanakan memiliki arah yang jelas, saling mendukung, tidak tumpang tindih, dan pada akhirnya mampu memberikan manfaat nyata bagi petani dan masyarakat. [***]














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda