Breaking News
Memuat breaking news...

Pemkab Taput Bidik Peluang Pasar Global melalui WCCE 2026

Redaksi
Redaksi
Kamis, 22 Oktober 2026 - 3.42 PM WIB
Pemkab Taput Bidik Peluang Pasar Global melalui WCCE 2026
Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., menghadiri The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Kamis (22/10). Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

TARUTUNG (Waspada.id) : Wakil Bupati Tapanuli Utara (Taput), Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., menghadiri The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Kamis (22/10). Keikutsertaan tersebut menjadi kesempatan bagi Pemkab Taput untuk menjajaki peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

WCCE 2026 mengusung tema “Inclusively Creative: Collective Continuity” dan menjadi forum pertukaran gagasan mengenai pengembangan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan. Forum ini juga membuka peluang kolaborasi lintas negara untuk memperkuat daya saing pelaku ekonomi kreatif.

Pembukaan kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.

Pemkab Taput Bidik Peluang Pasar Global melalui WCCE 2026

Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan mengatakan, Taput memiliki potensi ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan melalui kekayaan budaya Batak, kreativitas masyarakat, dan pemanfaatan sumber daya lokal.

Potensi tersebut antara lain ulos dan tenun tradisional, kopi, kuliner khas daerah, kerajinan tangan, seni musik dan pertunjukan Batak, serta berbagai produk kreatif berbasis pariwisata.

Menurut Deni, potensi tersebut perlu didukung inovasi dan modernisasi agar mampu meningkatkan nilai tambah serta daya saing produk lokal. Upaya yang diperlukan meliputi pemanfaatan teknologi digital, peningkatan kualitas dan kemasan produk, serta perluasan akses pemasaran.

"Potensi besar ini harus terus kita dorong melalui inovasi dan modernisasi. Kita ingin produk-produk UMKM dan pelaku kreatif Tapanuli Utara tidak hanya menjadi tuan rumah di daerah sendiri, tetapi juga mampu menembus rantai pasok nasional hingga pasar global," ujar Deni.

Pemkab Taput Bidik Peluang Pasar Global melalui WCCE 2026

Ia berharap pengembangan ekonomi kreatif dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta mendorong generasi muda dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk terus berkarya dan berinovasi.

Rangkaian WCCE 2026 juga diisi dengan Creativillage, pameran ekonomi kreatif yang berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di kawasan SCBD, Jakarta. Pameran tersebut menampilkan berbagai karya, inovasi, dan produk unggulan pelaku ekonomi kreatif Indonesia sekaligus menjadi sarana promosi dan perluasan jejaring bisnis. (id31)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement