Pemkab Taput Dorong Dukungan Pusat Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana


SIBORONGBORONG (Waspada.id): Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara (Taput) mendorong pemerintah pusat mempercepat pemulihan infrastruktur yang terdampak bencana. Langkah tersebut ditempuh melalui penguatan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI.
Upaya percepatan itu dibahas dalam pertemuan kerja Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., dengan Ketua Satgas Pasca Bencana Sumatera Bidang PU sekaligus Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Kementerian PU RI, Ir. Jarot Widyoko, beserta jajaran di Siborongborong, Rabu (9/9).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati didampingi Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perhubungan (PUTRHub) Taput, Dalan Simanjuntak. Pembahasan mencakup evaluasi progres serta penanganan lanjutan sejumlah infrastruktur yang terdampak bencana, mulai dari jalan, jembatan, jaringan irigasi hingga sungai.
Saat ini, Kementerian PU memprioritaskan pemulihan akses Jalan Nasional ruas Tarutung–Tapanuli Tengah/Sibolga. Di sektor irigasi, dukungan pemerintah pusat direalisasikan melalui Program Optimasi Lahan (Oplah) dengan pagu anggaran sekitar Rp42 miliar yang mencakup 32 lokasi.
Selain itu, penanganan jaringan air melalui normalisasi dan pekerjaan fisik Sungai Aek Sarulla di Kecamatan Pahae Jae juga tengah berlangsung.
Bupati Taput Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat mengatakan, perhatian pemerintah pusat tidak hanya diperlukan untuk pemulihan jalan nasional dan jaringan irigasi, tetapi juga jalan kabupaten yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Menurutnya, penanganan jalan kabupaten membutuhkan dukungan anggaran yang cukup besar karena berkaitan langsung dengan kelancaran mobilitas masyarakat serta aktivitas perekonomian di daerah.
“Kami menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian PU yang telah berjalan. Namun, Pemkab Tapanuli Utara masih membutuhkan alokasi anggaran yang besar untuk penanganan jalan kabupaten terdampak bencana, terutama yang berada di wilayah Kecamatan Parmonangan, Adian Koting, Sipoholon, dan kawasan Pahae,” ujar Jonius.
Menanggapi usulan tersebut, Jarot Widyoko mengapresiasi langkah proaktif Pemkab Taput dalam mengidentifikasi sekaligus menyampaikan kebutuhan penanganan infrastruktur pasca-bencana.
Ia menyatakan, usulan prioritas yang disampaikan Pemkab Taput akan dibawa ke tingkat pemerintah pusat untuk selanjutnya diupayakan realisasinya secara bertahap, sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran.
Pemkab Taput menegaskan akan terus melakukan koordinasi serta mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur terdampak bencana.
Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan konektivitas wilayah, sehingga aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat Tapanuli Utara dapat kembali berjalan optimal.(***)












Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda