Breaking News
Memuat breaking news...

Pemkab Toba Harapkan Penyesuaian Tarif Air Tirtanadi Diikuti Peningkatan Mutu Pelayanan

Redaksi
Redaksi
Selasa, 20 Oktober 2026 - 8.01 PM WIB
Pemkab Toba Harapkan Penyesuaian Tarif Air Tirtanadi Diikuti Peningkatan Mutu Pelayanan
Sekretaris Daerah Kabupaten Toba, Paber Napitupulu (tengah), menyampaikan sambutan saat sosialisasi penyesuaian tarif air minum Perumda Tirtanadi di pelataran Rumah Dinas Wakil Bupati Toba, Balige, Selasa (20/10/2026). Waspada.id/Ist.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

TOBA (Waspada.id): Pemerintah Kabupaten Toba berharap penyesuaian tarif air minum Perumda Tirtanadi diikuti peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam hal kejernihan air dan kelancaran distribusi.

Harapan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Toba, Paber Napitupulu, saat membuka sosialisasi penyesuaian tarif air minum Perumda Tirtanadi di pelataran Rumah Dinas Wakil Bupati Toba, Balige, Selasa (20/10/2026).

Paber mengatakan, ketersediaan air minum yang bersih, sehat, dan berkelanjutan merupakan kebutuhan mendasar masyarakat serta berperan penting dalam menjaga kesehatan lingkungan.

Karena itu, sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) yang bergerak di bidang penyediaan air minum, Perumda Tirtanadi diharapkan terus meningkatkan kualitas pelayanan agar kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi dengan baik.

Menurutnya, penyesuaian tarif dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika biaya operasional, pemeliharaan infrastruktur, serta pengembangan jaringan air bersih. Kebijakan tersebut mengacu pada Keputusan Gubernur Sumatera Utara selaku Kuasa Pemilik Modal Perumda Tirtanadi tentang Tarif Air Minum Perusahaan Daerah Air Minum Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026.

Meski demikian, Paber menilai kebijakan penyesuaian tarif perlu berjalan seiring dengan perbaikan pelayanan, mengingat masih adanya keluhan masyarakat mengenai kualitas dan kontinuitas pasokan air.

“Kita harus jujur mengakui bahwa hingga saat ini masih banyak keluhan masyarakat terkait kualitas pelayanan air minum. Di beberapa daerah, air yang mengalir ke rumah warga kerap keruh atau kotor. Pasokan air juga sering terhenti atau tidak terdistribusi dengan lancar tanpa pemberitahuan yang jelas,” ujarnya.

Ia berharap sosialisasi tersebut dapat menjadi ruang komunikasi antara Perumda Tirtanadi, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan pelanggan untuk membahas kebijakan tarif sekaligus menyampaikan berbagai masukan terkait pelayanan.

Paber juga menyampaikan bahwa Pemkab Toba telah menganggarkan tiga item kegiatan untuk mendukung pelayanan air minum bagi masyarakat. Pemerintah daerah berharap dukungan tersebut dapat membantu pemenuhan kebutuhan air bersih, baik dari sisi kualitas maupun kelancaran distribusi.

Sementara itu, Direktur Bisnis dan Pemasaran Perumda Tirtanadi Medan, Ikrimah Hamidi, mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian pelanggan, antara lain debit air yang kecil, kualitas air yang keruh, serta besaran tagihan yang dinilai cukup tinggi.

Ia menjelaskan, keterbatasan investasi untuk peremajaan instalasi dan pembangunan jaringan perpipaan menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan pelayanan. Selain itu, kondisi sumber air yang dipengaruhi kerusakan lingkungan dan pencemaran juga berdampak pada proses pengolahan air.

Menurut Ikrimah, curah hujan yang tinggi dapat meningkatkan kekeruhan sumber air sehingga diperlukan tahapan pengolahan sebelum air didistribusikan kepada pelanggan. Di sisi lain, endapan yang menumpuk di jaringan perpipaan terkadang menghambat aliran air.

“Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, air menjadi keruh sehingga harus melalui tahapan pengolahan sebelum disalurkan kepada pelanggan. Jaringan perpipaan juga terkadang mengalami penyumbatan akibat endapan yang menghambat aliran air,” jelasnya.

Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, kata Ikrimah, diperlukan investasi tambahan, termasuk pengembangan sumber air baru guna meningkatkan kapasitas pasokan bagi masyarakat Kabupaten Toba dan sekitarnya.

Pihaknya juga telah melakukan kajian terhadap berbagai persoalan pelayanan air minum yang selanjutnya akan dilaporkan kepada pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

Terkait penyesuaian tarif, Ikrimah menjelaskan bahwa Perumda Tirtanadi berkewajiban menyosialisasikan kebijakan yang telah ditetapkan Gubernur Sumatera Utara. Ia memahami bahwa kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan keberatan dari sebagian pelanggan, terutama ketika sejumlah persoalan pelayanan masih membutuhkan penanganan.

Penyesuaian tarif tersebut akan mulai diberlakukan pada November 2026. Namun, Ikrimah menegaskan bahwa tunggakan pelanggan tidak dikenakan penyesuaian tarif dan tetap mengacu pada tarif lama.

“Penyesuaian tarif akan dikenakan sejak bulan November 2026. Jika ada tunggakan, maka itu tidak akan dikenakan penyesuaian tarif, masih akan disesuaikan dengan tarif yang lama,” pungkasnya.

Sosialisasi tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bupati Darwin Sianipar, Augus Sitorus dan Sahat Manullang, Asisten II Joni Lubis, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, serta elemen masyarakat.

Dari Perumda Tirtanadi, hadir Kepala Divisi Keuangan Ahmad Baihaqi Nasution, Kepala Divisi Hubungan Pelanggan Moh. Idham Nasution, Kepala Bidang Pemasaran dan Inovasi T.M. Dicky Anggara, serta Kepala Cabang Perumda Tirtanadi Toba, Solahuddin Siregar. (id52)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement