Breaking News
Memuat breaking news...

Pemko Gunungsitoli Regrouping Sejumlah UPTD SD Negeri Untuk Wujudkan Layanan Pendidikan Berkualitas

Redaksi
Redaksi
Rabu, 22 Juli 2026 - 7.49 PM WIB
Pemko Gunungsitoli Regrouping Sejumlah UPTD SD Negeri Untuk Wujudkan Layanan Pendidikan Berkualitas
Wali Kota Gunungsitoli, Sowa'a Laoli menyerahkan berita acara regrouping sejumlah Satuan Pendidikan Sekolah Dasar (SD) Negeri, Rabu (22/7). Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

GUNUNGSITOLI (Waspada.id): Pemerintah Kota Gunungsitoli melakukan regrouping sejumlah Sekolah Dasar (SD) Negeri untuk mewujudkan layanan pendidikan yang lebih berkualitas dan kompetitif.

Wali Kota Gunungsitoli, Sowa'a Laoli, SE, M.Si melaksanakan penyerahan berita acara regrouping (penggabungan) sejumlah UPTD Sekolah Dasar Negeri di lingkungan Pemerintah Kota Gunungsitoli.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Wali Kota Gunungsitoli Nomor 100.3.3.3-267 Tahun 2026 tentang Penggabungan Satuan Pendidikan UPTD Sekolah Dasar Negeri, yang bertujuan meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pendidikan serta pemerataan kualitas layanan pendidikan di Kota Gunungsitoli, Rabu (22/7).

Adapun sekolah yang digabungkan meliputi UPTD SD Negeri 070994 Tabaloho Dahana ke dalam UPTD SD Negeri 074040 Madula, UPTD SD Negeri 070976 Gunungsitoli dan UPTD SD Negeri 070977 Gunungsitoli ke dalam UPTD SD Negeri 075018 Afilaza, serta UPTD SD Negeri 075017 Bogalito ke dalam UPTD SD Negeri 078081 Saombo.

Pada kesempatan tersebut, dilaksanakan penandatanganan berita acara penggabungan oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli bersama kepala sekolah yang digabung dan kepala sekolah hasil penggabungan, yang selanjutnya diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Gunungsitoli didampingi Sekretaris Daerah.

Wali Kota Gunungsitoli dalam arahannya menegaskan bahwa kebijakan regrouping bukan semata-mata disebabkan berkurangnya jumlah peserta didik, melainkan sebagai langkah strategis untuk menyatukan sarana dan prasarana, mengoptimalkan potensi tenaga pendidik, serta meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat, berkualitas, dan kompetitif bagi peserta didik. Menurutnya, regrouping merupakan ikhtiar bersama dalam menghadirkan layanan pendidikan yang lebih baik demi masa depan generasi penerus Kota Gunungsitoli.

Sowa'a Laoli juga menekankan kepada jajaran Dinas Pendidikan agar memastikan seluruh proses administrasi, pembaruan data Dapodik, dan perpindahan peserta didik berjalan secara terintegrasi tanpa membebani orang tua serta menjamin tidak ada anak yang putus sekolah akibat proses regrouping. Selain itu, Dinas Pendidikan diminta segera melakukan pemetaan kebutuhan jam mengajar sehingga hak, status, dan profesionalitas guru yang terdampak tetap terpenuhi dengan baik.

Kepada para kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan, Wali Kota mengajak seluruh insan pendidikan memanfaatkan momentum regrouping untuk meningkatkan mutu pembelajaran melalui inovasi yang sesuai dengan tuntutan kurikulum nasional. Ia juga mengingatkan pentingnya memberikan pendampingan kepada peserta didik dalam proses adaptasi di lingkungan sekolah baru dengan menciptakan suasana belajar yang ramah, aman, dan menyenangkan.

Sementara kepada para orang tua, Wali Kota berharap agar tetap memberikan dukungan terhadap kebijakan tersebut serta membangun komunikasi yang baik dengan pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan apabila terdapat hal-hal administratif yang perlu diselesaikan.

Pada kegiatan penyerahan berita acara regrouping tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli, Camat Gunungsitoli, Sekretaris Camat Gunungsitoli, Pengawas Sekolah, para kepala sekolah, Bapak/Ibu Guru, serta Ketua Komite Sekolah sebagai perwakilan orang tua murid.(id60)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement