Pemko Gunungsitoli Siapkan Tenaga Kerja dengan Keterampilan Digital

GUNUNGSITOLI (Waspada.id): Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM dan Ketenagakerjaan menggandeng Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan untuk membekali tenaga kerja dengan keterampilan yang relevan dengan perkembangan dunia kerja melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Program Tailor Made Training (TMT).
Pembukaan pelatihan berlangsung di Ruang Rapat II Kantor Wali Kota Gunungsitoli, Rabu (16/9), dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, Andhika P. Laoly, S.STP., M.Si., CGCAE.
Program TMT dirancang dengan menyesuaikan materi pelatihan terhadap kebutuhan dunia usaha dan industri. Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan dua kompetensi utama, yakni Content Marketing dan Optimalisasi Pemasaran melalui Media Sosial.
Keterampilan tersebut dapat diterapkan untuk mendukung peserta memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Sekda Kota Gunungsitoli menyampaikan bahwa perkembangan teknologi telah membawa perubahan pada kebutuhan dunia kerja. Karena itu, tenaga kerja perlu memiliki kemampuan yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan dan mampu mengikuti perkembangan teknologi, termasuk dalam bidang pemasaran digital.
“Pelatihan ini berbasis kompetensi, artinya memiliki standar kompetensi yang jelas, instruktur yang tersertifikasi, serta diakhiri dengan uji kompetensi dan sertifikasi kompetensi. Tujuannya bukan sekadar meluluskan peserta, tetapi memastikan peserta benar-benar memiliki keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja,” ujar Andhika.
Ia mendorong para peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menguasai berbagai aspek pemasaran digital, mulai dari pemanfaatan media sosial, pembuatan konten, pengelolaan publikasi hingga memahami pasar digital.
“Peserta ditargetkan menjadi pribadi yang kompeten dan mandiri. Keterampilan adalah ijazah seumur hidup. Ijazah bisa lapuk dimakan waktu, tetapi keterampilan akan terus menghidupi pemiliknya sepanjang hayat,” pungkas Andhika.
Mewakili Kepala BBPVP Medan, Rohisma Pasaribu menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin dengan Pemerintah Kota Gunungsitoli. Ia menjelaskan bahwa materi yang diberikan dalam pelatihan diarahkan pada keterampilan praktis yang dapat langsung dimanfaatkan peserta setelah menyelesaikan pelatihan.
“Jangan melihat pelatihan ini hanya untuk mendapatkan sertifikat. Jadikan keterampilan yang diperoleh sebagai modal untuk membuka usaha, bekerja, dan terus mengembangkan kemampuan,” ujar Rohisma.
Rohisma menjelaskan, terdapat dua paket pelatihan yang diberikan, yaitu Content Marketing dan Optimalisasi Pemasaran melalui Media Sosial. Keduanya dirancang untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis dalam mengelola konten dan memanfaatkan media sosial sebagai bagian dari strategi pemasaran.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM dan Ketenagakerjaan Kota Gunungsitoli, Dafril Hulu, S.E., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan berlangsung selama 25 hari pelatihan dan satu hari uji kompetensi, mulai 16 September hingga 16 Oktober 2026.
Kegiatan dipusatkan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Ziona Gunungsitoli. Sebanyak 32 peserta mengikuti pelatihan yang terbagi dalam dua kelas.
Seluruh peserta merupakan warga Kota Gunungsitoli yang telah melalui proses seleksi dan memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain memiliki KTP Kota Gunungsitoli, memiliki minat terhadap bidang pelatihan, berkomitmen mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, sehat jasmani dan rohani, serta tidak sedang menempuh pendidikan formal.
Selama mengikuti pelatihan, peserta memperoleh fasilitas yang pembiayaannya ditanggung BBPVP Medan, meliputi biaya pelatihan, makan siang, bantuan transportasi, seragam, modul, dan sertifikat pelatihan.

Peserta yang dinyatakan kompeten melalui uji kompetensi juga berkesempatan memperoleh sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Kolaborasi Pemko Gunungsitoli dan BBPVP Medan ini memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan vokasi yang selaras dengan perkembangan kebutuhan dunia kerja. Keterampilan pemasaran digital juga dapat menjadi bekal bagi peserta untuk memperkuat daya saing, baik dalam mencari pekerjaan maupun mengembangkan usaha.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata dari Pemerintah Kota Gunungsitoli kepada tim BBPVP Medan. Selanjutnya, Sekda Kota Gunungsitoli bersama Rohisma Pasaribu melakukan penyematan tanda peserta secara simbolis sebagai tanda dimulainya pelatihan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Dekranasda Kota Gunungsitoli, perwakilan BBPVP Medan, pimpinan LPK Ziona Gunungsitoli, para instruktur, serta seluruh peserta pelatihan. (id60)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda