Pemko Medan Gunakan TKD Tambahan Bikin Pasar Murah, Warga Senang


MEDAN (Waspada.id): Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag), menggelar Operasi Pasar Murah di Kantor Lurah Kota Bangun, Jalan KL Yos Sudarso, Kecamatan Medan Deli, Kamis (29/10).
Kegiatan tersebut diambil dari dana Transfer ke Daerah (TKD) Tambahan tahun 2026 senilai Rp1,233 miliar. Pasar murah menyediakan beras dan minyak goreng bagi warga korban bencana hidrometeorologi. Tujuannya, meringankan beban hidup serta mendukung pemulihan ekonomi pascabencana.
Rusdiana Sinaga (50), warga Lingkungan I Kelurahan Kota Bangun, mengaku telah membeli empat karung beras ukuran lima kilogram dan dua bungkus minyak goreng senilai Rp301.000. Ia bersama suami dan enam anak sempat terdampak banjir akhir tahun lalu hingga setengah meter, merusak lemari, kulkas, serta perabotan rumah tangga.
“Kami sangat terbantu karena harganya lebih murah dibanding kedai biasa. Saya bekerja sebagai operator pabrik dan suami penjaga gudang. Beras ini diharapkan cukup untuk sekitar dua minggu. Kami pun was-was menjelang musim hujan kembali,” ujar Rusdiana.
Plt. Kepala Bidang Perdagangan dan Kemetrologian Diskop UKM Perindag Kota Medan, Isnaini Hairina, menjelaskan bahwa di Kelurahan Kota Bangun disediakan 500 karung beras per hari dan 50 kotak minyak goreng, dengan satu kotak berisi 12 bungkus ukuran satu liter. Beras dijual Rp13.500 per kilogram dan minyak goreng Rp15.500 per liter—di bawah harga pasar serta di bawah HET minyak goreng.
“Warga harus membawa KTP dan berdomisili di kelurahan setempat. Kami batasi maksimal empat karung beras atau 20 kilogram per hari agar penyaluran tepat sasaran,” ujar Isnaini.
Ia menambahkan Operasi Pasar Murah bergilir di 19 kecamatan terdampak sejak Agustus hingga Desember 2026, dengan rencana menambah komoditas seperti gula dan telur ke depan.
Nizam (42), warga Lingkungan III Kelurahan Kota Bangun, turut merasakan manfaat program tersebut. Ia mengaku sempat terdampak banjir setinggi satu meter selama tiga hingga empat hari, mengalami PHK dua tahun lalu, dan kini hanya mengandalkan pekerjaan serabutan.
“Saya beli minyak goreng di sini karena lebih murah. Saat ini penghasilan tidak menentu,” tuturnya.
Kadiskop UKM Perindag Kota Medan, Hendra Ridho Gunawan Siregar, menegaskan dana TKD Tambahan dialokasikan untuk Operasi Pasar Murah di 19 kecamatan terdampak. Tujuannya menjaga ketersediaan barang pokok, membuat harga tetap terjangkau, serta menstabilkan harga Barang Pokok dan Barang Penting.
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, mendorong pemulihan berkelanjutan di Sumatera hingga tahun 2028. Pemulihan tidak hanya menyentuh infrastruktur seperti sungai, jalan dan jembatan, tetapi juga sektor sosial-ekonomi termasuk UMKM serta ketahanan pangan.
“Bencana ini juga berdampak terhadap sejumlah UMKM, kafe, warung, restoran, dan lain-lain,” kata Tito yang juga Menteri Dalam Negeri itu.
TKD Tambahan adalah alokasi dana tambahan dari pemerintah pusat yang disalurkan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah—khususnya guna mempercepat rehabilitasi, rekonstruksi, serta pemulihan wilayah yang terdampak bencana atau untuk mendukung penanganan kebutuhan mendesak lainnya
“Jangan sampai enggak dimanfaatkan. Tujuan-tujuan kita adalah kami memperjuangkan tambahan TKD tersebut dua kali di bulan Februari dan di bulan Agustus, tujuannya adalah memperkuat kemampuan keuangan daerah sehingga daerah juga bisa bergerak paralel,” ujar Tito.
Berdasarkan Rencana Induk Satgas PRR, pemulihan berjalan bertahap mulai dari layanan dasar, rehabilitasi fasilitas publik, hingga rekonstruksi infrastruktur dengan prinsip Build Back Better, Safer and Sustainable. Kementerian UMKM juga telah menyalurkan anggaran Rp618,87 miliar untuk pemulihan UMKM di tiga provinsi terdampak, termasuk Bantuan Presiden bagi usaha mikro.
Melalui rangkaian program tersebut, pemulihan UMKM diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan sementara. Dukungan modal, pendampingan, dan akses pasar perlu berjalan beriringan agar pelaku usaha dapat kembali beroperasi, memulihkan pendapatan keluarga, mempertahankan lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Di lokasi Operasi Pasar Murah Kota Bangun, petugas melayani warga sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Mereka mencatat data warga, memeriksa KTP, dan membantu mengangkut sembako ke kendaraan.
Bagi warga Kelurahan Kota Bangun, Operasi Pasar Murah bukan sekadar belanja murah. Bagi Rusdiana dan Nizam, program ini menjadi napas tambahan di tengah musim hujan dan upaya pulih dari dampak bencana yang masih terasa. (*)
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda