Breaking News
Memuat breaking news...

Pemprovsu Berkomitmen Hapus Status Kepulauan Nias Sebagai Daerah Tertinggal

Redaksi
Redaksi
Kamis, 23 Juli 2026 - 6.16 AM WIB
Pemprovsu Berkomitmen Hapus Status Kepulauan Nias Sebagai Daerah Tertinggal
Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Surya, B.Sc didampingi Wali Kota Gunungsitoli, Sowa'a Laoli, SE, M.Si meninjau langsung progres pembangunan SMK Negeri 1 Gunungsitoli, Rabu (22/7). Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

GUNUNGSITOLI (Waspada.id): Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu ) berkomitmen menghapus status daerah kabupaten/kota di Kepulauan Nias sebagai daerah tertinggal melalui percepatan program pembangunan termasuk penguatan di sektor pendidikan.

Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), H. Surya, B.Sc didampingi Wali Kota Gunungsitoli, Sowa'a Laoli, SE, M.Si dalam kunjungan kerjanya sekaligus meninjau progres pembangunan di SMK Negeri 1 Gunungsitoli, Rabu (22/7).

Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam mempercepat pembangunan di Kepulauan Nias, khususnya melalui penguatan sektor pendidikan sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Kehadiran rombongan disambut oleh Kepala SMK Negeri 1 Gunungsitoli, Edid Bestaria Zendrato, S.Pd., Ketua Komite Sekolah, para guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik.

Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Surya, B.Sc menyampaikan bahwa dirinya hadir mewakili Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, untuk melanjutkan berbagai program pembangunan yang telah dimulai saat kunjungan Gubernur ke Kepulauan Nias beberapa waktu sebelumnya. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan pendidikan merupakan salah satu indikator utama dalam mengentaskan suatu daerah dari status ketertinggalan.

Menurut Surya, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen merealisasikan visi pembangunan yang berorientasi pada pemerataan kemajuan di seluruh wilayah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kepulauan Nias masih menjadi kawasan yang masuk dalam kategori daerah tertinggal.

"Karena itu, Pemerintah Provinsi menargetkan agar sebelum masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur berakhir, seluruh 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara telah terbebas dari status tersebut," tegas Surya.

Sementara itu, Wali Kota Gunungsitoli, Sowa'a Laoli menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian besar yang diberikan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terhadap percepatan pembangunan di Kepulauan Nias. Ia mengungkapkan bahwa seluruh kepala daerah dan masyarakat di Kepulauan Nias sangat merasakan adanya perubahan nyata atas perhatian Pemerintah Provinsi di bawah kepemimpinan Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution dan Wakil Gubernur H. Surya.

Wali Kota juga menyampaikan bahwa SMK Negeri 1 Gunungsitoli saat ini membina lebih dari seribu peserta didik yang dipersiapkan menjadi tenaga kerja terampil, mandiri, dan siap bersaing di dunia usaha maupun industri. Namun demikian, masih terdapat sejumlah keterbatasan sarana praktik kejuruan yang memerlukan dukungan pembangunan secara berkelanjutan agar proses pembelajaran vokasi dapat berlangsung lebih optimal.

Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kota Gunungsitoli semakin kuat dalam mempercepat pembangunan sektor pendidikan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mewujudkan Kepulauan Nias yang lebih maju, mandiri, dan terbebas dari status daerah tertinggal.(id60)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement