Breaking News
Memuat breaking news...

Pemulihan Aceh Tamiang Berjalan Terukur: Infrastruktur dan Ekonomi Rakyat Saling Menguatkan Pascabencana

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11.23 AM WIB
Pemulihan Aceh Tamiang Berjalan Terukur: Infrastruktur dan Ekonomi Rakyat Saling Menguatkan Pascabencana
Azwanil Fakhri, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab Aceh Tamiang.Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

ACEH TAMIANG (Waspada.id): Pemulihan Kabupaten Aceh Tamiang pascabanjir besar akibat Badai Siklon Tropis Senyar pada November 2025 berjalan terukur dan menyasar dua aspek utama sekaligus: pemulihan fungsi infrastruktur pemerintahan serta penguatan ketahanan ekonomi masyarakat.

Demikian Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab Aceh Tamiang, Azwanil Fakhri, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (29/8/2026).

Pemulihan sarana pemerintahan seperti Kompleks Kantor Bupati dipandang strategis sebagai pusat komando (command center) agar koordinasi penanggulangan bencana, pengelolaan logistik, dan pelayanan publik—mulai dari dokumen kependudukan hingga verifikasi bantuan—berjalan cepat dan akurat. Langkah ini beriringan dengan upaya pemulihan ekonomi rakyat yang telah menunjukkan kemajuan signifikan.

Data per Februari 2026 mencatat sekitar 90 persen pelaku UMKM telah kembali beraktivitas, didukung berfungsinya kembali 33 pasar rakyat. Perlindungan ekonomi juga diperkuat melalui penyaluran Bantuan Jaminan Hidup (Jadup), stimulan produktif, serta dukungan PMI berupa bantuan tunai senilai Rp2,3 miliar bagi 2.306 kepala keluarga. Selain itu, pemerintah menyalurkan perlengkapan kerja, pelatihan keterampilan, serta akses permodalan tanpa bunga melalui KUR guna menjaga keberlanjutan mata pencaharian sektor informal.

Sektor pertanian menjadi fokus utama dengan rehabilitasi lahan seluas 2.212 hektare dan optimasi lahan terdampak seluas 1.961 hektare melalui kerja sama BRMP Aceh, Kementerian Pertanian, TNI, dan mitra lainnya. Pembangunan infrastruktur seperti irigasi perpompaan, jaringan pipa, jalan usaha tani, dan jaringan irigasi tersier juga dilakukan guna memperkuat produktivitas jangka panjang.

Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya mitigasi risiko masa depan melalui pengerukan alur sungai dan normalisasi kawasan rawan banjir. Azwanil menegaskan bahwa pemulihan fasilitas pemerintahan dan kesejahteraan rakyat adalah dua hal yang saling melengkapi, bukan pilihan terpisah.

“Kantor bupati yang tertata baik adalah sarana kerja, namun pulihnya kehidupan rakyat adalah tujuan utama. Kita wajib menjaga kohesi dan kerja sama agar Aceh Tamiang tidak hanya bangkit secara fisik, tetapi berdiri lebih kuat secara ekonomi,” ujarnya, seraya mengajak seluruh pihak mengawal proses ini dengan kritik konstruktif dan kolaborasi.(id76)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement