Penari Australia Bawakan Tarian Aceh di Dua Negara

BANDA ACEH (Waspada.id): Anak-anak muda Australia yang tergabung dalam Tim Paduan Suara Gondwana Choirs, akan tampil di Malaysia dan Singapura dengan membawakan tarian Aceh "Ratoh Duek".
Koreografer asal Aceh Murtala yang telah lama menetap di Australia ketika dihubungi Waspada.id, Jumat (10/7/2026) menjelaskan, ada proses panjang sehingga 'Ratoh Duek' bisa masuk ke Tim Paduan Suara Gondwana Choirs.
"Ini tim nasional. Anggotanya berasal dari berbagai provinsi di Australia," ujar pria yang rajin membagikan pengalamannya saat mengajari anak-anak muda Australia menari tari tradisional Aceh, Ratoh Duek.
Kata dia, ada cerita panjang dibalik masuknya tarian tersebut ke Gondwana Choirs. Hal ini tak terlepas dari aktivitas Murtala sebagai seniman tari bersama istrianya Alfira O'Sullivan yang berasal dari Australia.
"Istri saya masih berdarah Aceh-Irlandia. Ibunya berdarah Aceh, bapaknya orang Irlandia. Istri saya di sini mendirikan Suara Dance, grup tari tradisional," cerita Murtala lagi.
Singkat cerita, urai dia, saat dirinya bertemu dengan manajemen Gondwana Choirs dan memperkenalkan 'Ratoh Duek', mereka menyambut dengan antusias. Hanya saja, karena anggaran terbatas, maka personel yang bisa berangkat pun dibatasi.
Masalah itu bukan kendala bagi Murtala. Dengan semangat tinggi bersama istri, sejak jauh-jauh hari, mereka menyiapkan bekal transportasi serta akomodasi pribadi untuk menyukseskan kegiatan tersebut.
"Karena pihak Gondwana Choirs tidak punya lagi anggaran, sebab plot anggarannnya sudah disusun tahun sebelumnya," ujar dia.
Dia terus bergerilya melakukan pendekatan dengan berbagai pihak, agar bisa mensupport keberangkatan mereka. Sebagai putra Aceh, Murtala pernah menghubungi instansi terkait. Sayangnya, tidak ada respon dan dukungan sebagaimana yang diharapkan. "Sekda Aceh juga pernah saya hubungi," kata dia bernada kecewa.
Lalu, Muthala pun melakukan pendekatan dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Canberra. "Alhamdulillah, hasilnya luar biasa. Sangat mendukung serta mensupport habis," ujar dia.
Menurut dia mengutip komentar seorang diplomat, ketika banyak tarian Indonesia (Aceh) dibawa olah orang asing, tentu sangat luar biasa. "Ini bisa menjadi sebuah diplomasi budaya," tukasnya.
Murtala menyebutkan, selain KBRI di Canberra, pihaknya juga didukung oleh Kementrian Kebudayaa Republik Indonesia melalui Direktorat Film, Musik, dan Seni.
"Alhamdulillah, sangat mendukung sekali. Suara Dance Australia mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas dukungan ini," ujar magister tari ini.
Berkat dukungan tersebut, akhirnya, Murtala dari Suara Dance bisa ambil bagian pada tour Gondwana Choirs ke Asia Tenggara. "Kita akan tampil di tiga kota, Kuala Lumpul, Kuching dan Singapura," ucap Murtala.
Dikatakan, Gondwana Choirs akan tampil di Kuala Lumpur, Kuching, Malaysia dan Singapura dari 12-14 Juli ini. "Ada tarian-tarian lain yang dibawakan, salah satunya Ratoh Duek," ujar Murtala.
Dikatakan, selama persiapan tersebut, dirinya paling suka proses pertunjukkan Ratoh Duek Aceh bersama anak-anak Australia ini adalah bagaimana anak-anak ini berkerjasama dan saling bantu dari persiapan hingga selesai pertunjukkan.
"Ini adalah tansfomasi budaya di era modern, tidak hanya belajar nyanyi dan gerak saja, tapi sistem nilai dari Ratoh Duek menjadi pesan kuat budaya masyarakat pendukungnya." sebut dia.
Seperti diketahui Ratoh Duek adalah tarian tradisional asal Aceh yang dibawakan secara berkelompok oleh perempuan dalam posisi duduk. Tarian ini mengandalkan kekompakan tepukan tangan dan gerak tubuh yang dinamis. (id64)



























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda