Breaking News
Memuat breaking news...

Pendidikan dan Kepolisian Satukan Langkah untuk Generasi Aceh Tamiang

Redaksi
Redaksi
Jumat, 7 Agustus 2026 - 6.30 PM WIB
Pendidikan dan Kepolisian Satukan Langkah untuk Generasi Aceh Tamiang
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

ACEH TAMIANG, (Waspada.id): Pagi itu, percakapan di ruang kerja Kapolres Aceh Tamiang mengalir lebih jauh dari sekadar agenda audiensi.

Di antara sapaan hangat dan senyum persahabatan, terselip satu pertanyaan besar yang menjadi kegelisahan bersama. Yakni bagaimana memastikan anak-anak Aceh Tamiang tumbuh dengan karakter kuat, pendidikan berkualitas, dan masa depan yang lebih terbuka.

Kegelisahan itulah yang dibawa jajaran Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kabupaten Aceh Tamiang saat bersilaturahmi dengan Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Robby Ansyari, S.I.K., M.H., Jumat (7/8/2026).

Ketua MPD H. Muttaqin, S.Pd., M.Pd., didampingi Wakil Ketua Mukhlis, N.T., M.M., serta para ketua komisi dan anggota MPD diterima langsung bersama Kasat Intelkam AKP Imran.

Pertemuan itu tidak hanya membahas program pendidikan. Lebih dari itu, keduanya mencoba menyusun ikhtiar bersama untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kokoh dalam akhlak, budaya, dan karakter.

Salah satu persoalan yang paling menyita perhatian adalah kemampuan baca tulis Al-Qur'an di kalangan peserta didik.

Menurut Muttaqin, masih ditemui anak-anak yang telah menamatkan pendidikan dasar namun belum mampu membaca maupun menulis Al-Qur'an dengan baik.

"Kami menemukan fakta yang sangat memprihatinkan. Masih banyak anak yang telah tamat Sekolah Dasar belum lancar membaca dan menulis Al-Qur'an. Ini sungguh ironis, mengingat kita tinggal di tanah Aceh yang masyarakatnya dikenal religius," ungkap Muttaqin.

Temuan tersebut menjadi alasan MPD terus mendorong penguatan muatan lokal Baca Tulis Al-Qur'an serta Adat dan Budaya Tamiang.

Bagi mereka, pendidikan tidak cukup hanya mengejar capaian akademik. Identitas budaya dan nilai-nilai keagamaan harus tetap menjadi fondasi yang mengiringi tumbuh kembang generasi muda. Namun kegelisahan MPD tidak berhenti di sana.

Mereka juga menyoroti masih minimnya putra-putri Aceh Tamiang yang berhasil menembus sekolah-sekolah unggulan seperti SMA Taruna Nusantara, SMA Taruna Keumala Bhayangkara, hingga berbagai sekolah kedinasan, mulai dari Akpol, Akmil, IPDN, STAN, dan institusi kedinasan lainnya.

Harapan besar kemudian disematkan pada program Saweu Sikula, yang dinilai dapat menjadi ruang pembinaan karakter sekaligus menumbuhkan motivasi peserta didik untuk berani bersaing di tingkat nasional.

Bagi MPD, keberhasilan seorang anak memasuki sekolah favorit bukan sekadar prestasi individu.

Di baliknya terdapat kepercayaan diri, kedisiplinan, pembinaan karakter, serta dukungan seluruh elemen masyarakat.

Gayung pun bersambut. Kapolres Aceh Tamiang AKBP Robby Ansyari menyampaikan bahwa pendidikan yang dibangun di atas nilai moral dan akhlak merupakan investasi paling berharga bagi masa depan daerah.

Menurutnya, pembentukan karakter tidak dapat dibebankan kepada sekolah semata. Dibutuhkan kolaborasi antara keluarga, dunia pendidikan, pemerintah, dan aparat penegak hukum agar anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan positif.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui kesiapan Polres Aceh Tamiang untuk terlibat dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah.

"Kami sangat memahami kekhawatiran tersebut. Pencegahan penyalahgunaan narkoba sejak dini sangatlah penting.

Polres Aceh Tamiang siap berkoordinasi dan menyusun program bersama untuk menjangkau lingkungan sekolah agar anak-anak kita terhindar dari bahaya narkoba dan hal-hal yang tidak diinginkan," tegasnya.

Bagi Robby Ansyari, menanamkan nilai-nilai kebaikan sejak usia dini jauh lebih efektif dibandingkan memperbaiki perilaku ketika seseorang telah dewasa.

Karena itu, ia membuka ruang seluas-luasnya bagi berbagai program yang bertujuan membangun karakter generasi muda.

"Segala program yang disusun, silakan disampaikan kepada kami. Polres siap mendukung dan memfasilitasi agar rencana-rencana baik tersebut dapat terlaksana dan bermanfaat nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda kita," ujarnya.

Silaturahmi yang berlangsung sederhana itu akhirnya meninggalkan satu pesan penting. Masa depan Aceh Tamiang tidak hanya ditentukan oleh ruang-ruang kelas, tetapi juga oleh kemauan semua pihak untuk berjalan beriringan.

Ketika dunia pendidikan dan kepolisian memilih duduk semeja, yang sedang dibangun sesungguhnya bukan sekadar program kerja. Mereka tengah menanam harapan agar anak-anak Aceh Tamiang tumbuh sebagai generasi yang religius, berkarakter, bebas dari narkoba, bangga terhadap budayanya, dan memiliku keinginan menggapai cita-cita "setinggi langit". (Tris).

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement