Pendidikan Kepulauan Seribu Terus Berkembang, Layani Lebih dari 6.200 Peserta Didik

JAKARTA (Waspada.id): Suku Dinas Pendidikan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu terus memperkuat layanan pendidikan bagi masyarakat kepulauan. Saat ini terdapat 53 satuan pendidikan yang terdiri atas 44 sekolah negeri dan 9 sekolah swasta, dengan total 6.263 peserta didik yang dilayani.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Muhammad Thohari, mengatakan pemerintah daerah terus berupaya memastikan akses pendidikan yang merata meski berada di wilayah kepulauan dengan karakteristik geografis yang berbeda.
"Seluruh layanan pendidikan di Kepulauan Seribu terus kami optimalkan agar anak-anak memperoleh kesempatan belajar yang sama dengan wilayah lain di DKI Jakarta. Berbagai program terus kami jalankan, mulai dari peningkatan kualitas pembelajaran, dukungan transportasi bagi siswa, hingga penguatan pendidikan berwawasan lingkungan," ujar Thohari.
Ia menjelaskan, satuan pendidikan yang ada meliputi 28 PAUD/TK, 14 SD negeri, 7 SMP negeri, 1 SMA negeri, 1 SMK negeri, serta 2 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Untuk mendukung proses belajar mengajar, terdapat 401 tenaga pendidik dan 194 tenaga kependidikan.
Di bidang bantuan pendidikan, sebanyak 3.945 siswa telah menerima manfaat Kartu Jakarta Pintar (KJP), sedangkan 41 mahasiswa memperoleh bantuan melalui Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
Prestasi peserta didik juga terus menunjukkan hasil positif. Pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, sebanyak 10 siswa dari Kepulauan Seribu diterima di berbagai perguruan tinggi negeri, di antaranya IPB, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, ITERA, UIN Jakarta, UIN Sunan Kalijaga, dan Universitas Jember.
Selain itu, lulusan SMKN 61 Jakarta juga menunjukkan daya saing di dunia kerja internasional. Dalam periode 2020 hingga 2025, sebanyak 28 lulusan berhasil bekerja di Jepang.
Untuk mengatasi tantangan geografis, Suku Dinas Pendidikan juga mengoperasikan kapal antar-jemput siswa, baik layanan mingguan maupun harian. Layanan tersebut dimanfaatkan ratusan siswa SMA, SMK, SMP, hingga SD yang berasal dari berbagai pulau sehingga mereka dapat mengikuti kegiatan belajar dengan aman dan tepat waktu.
Thohari menambahkan, penguatan pendidikan karakter juga dilakukan melalui program peduli lingkungan. Dari total 53 sekolah, sebanyak 44 sekolah telah melaksanakan Program Pilah dan Olah Sampah. Selain itu, sejumlah sekolah berhasil meraih predikat Sekolah Adiwiyata, yaitu SMP Negeri 285 sebagai Adiwiyata Mandiri, SD Untung Jawa 01 sebagai Adiwiyata Nasional, dan SD Pulau Kelapa 02 sebagai Adiwiyata Provinsi.
"Ke depan kami akan terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas akses layanan, serta mendorong lahirnya semakin banyak prestasi dari peserta didik Kepulauan Seribu, baik di bidang akademik maupun nonakademik," tutup Thohari.(id11)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda