Breaking News
Memuat breaking news...

Pendorongan Jemaah dari Madinah ke Makkah Kian Sistematis

Redaksi
Redaksi
Minggu, 3 Mei 2026 - 4.35 PM WIB
Pendorongan Jemaah dari Madinah ke Makkah Kian Sistematis
Ilustrasi. Seorang petugas haji Indonesia terlihat sedang menggendong jemaah.tangkapan layar
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Manajemen kopor dan barang bawaan jemaah menjadi prioritas utama petugas.

MADINAH (Waspada.id): Pada hari ketiga pendorongan jemaah haji Indonesia dari Madinah menuju Makkah, proses berjalan kian cepat dan semakin sistematis.

Ketua Sektor 2 Daerah Kerja (Daker) Madinah, Iskandar Mahyudin, menegaskan bahwa pergerakan 445 jemaah pada pendorongan ke-17 telah dipersiapkan secara matang.

"Proses pendorongan jemaah dari Madinah ke Makkah itu kita sudah siapkan delapan jam sebelum keberangkatan, di mana tas jamaah sudah berada di depan kamar masing-masing," ujar Iskandar saat ditemui di depan Hotel Maysan Al Harithia, Madinah, Sabtu (2/5/2026).

​Manajemen kopor dan barang bawaan jemaah menjadi prioritas utama petugas agar jemaah, khususnya lansia, tidak perlu repot memikirkan beban bawaan dan bisa fokus pada ibadah.

"Tiga jam, empat jam sebelum keberangkatan, tas akan diturunkan oleh petugas Umal dan dimasukkan di dalam bus. Ketika nanti tas sudah kita sweeping dan apabila masih ada yang ketinggalan, maka kita akan susulkan ke kloter berikutnya," jelasnya memastikan tidak ada barang jemaah yang telantar.

​Sinergi yang kuat antara Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dengan pihak syarikah dan perhotelan (Sukses Peradaban/Ukhuwah) terbukti mampu menghadirkan solusi super cepat di lapangan, termasuk saat ada jemaah yang tertinggal karena ke toilet.

"Alhamdulillah syarikahnya bekerja sama baik dengan kita, memerintahkan sopir untuk kembali. Setiap kepergian pendorongan, syarikah dan kita itu duduk bersama membicarakan kemungkinan yang terjadi dan segera kita antisipasi," kata Iskandar yang memastikan insiden kecil langsung teratasi tanpa kendala berarti.

​Sebagai langkah edukasi agar perjalanan jemaah hingga fase kepulangan ke tanah aiir nanti tetap nyaman dan tidak terkendala aturan penerbangan, petugas juga terus mengingatkan jemaah terkait manajemen bagasi.

"Kita imbau kepada semua jemaah agar jangan terlalu banyak untuk berbelanja dahulu, karena dikhawatirkan nanti tasnya akan melebihi kapasitas yang ada disiapkan oleh maskapai," pesan Iskandar mengakhiri penjelasannya.(rep)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement