Breaking News
Memuat breaking news...

Pengangguran Di Sumut Bertambah Tiga Ribu Orang

Redaksi
Redaksi
Rabu, 5 Agustus 2026 - 4.40 PM WIB
Pengangguran Di Sumut Bertambah Tiga Ribu Orang
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Sumatera Utara pada Mei 2026 mencapai 5,03 persen, atau mengalami kenaikan tipis 0,02 persen poin dibandingkan Februari 2026.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara, Asim Saputra, mengatakan angka tersebut menunjukkan bahwa dari setiap 100 orang angkatan kerja, sekitar lima orang masih belum mendapatkan pekerjaan.

"Pada Mei 2026, TPT Sumatera Utara sebesar 5,03 persen. Ini berarti masih terdapat sekitar lima orang penganggur dari setiap 100 orang angkatan kerja," ujar Asim dalam paparannya, Rabu (5/8).

Asim Saputra mengatakan, jumlah penduduk usia kerja di Sumatera Utara pada Mei 2026 mencapai 11,785 juta orang, bertambah 44 ribu orang dibandingkan Februari 2026.

"Dari jumlah tersebut, sebanyak 8,162 juta orang masuk kategori angkatan kerja, sedangkan 3,623 juta orang merupakan bukan angkatan kerja," ujar Asim.

Ia menjelaskan, jumlah penduduk yang bekerja pada Mei 2026 mencapai 7,752 juta orang, meningkat 25 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Sementara jumlah pengangguran tercatat 411 ribu orang, naik sekitar 3 ribu orang.

Meski jumlah angkatan kerja bertambah, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sedikit menurun menjadi 69,26 persen, atau turun 0,02 persen poin dibandingkan Februari 2026.

"Berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki masih jauh lebih tinggi, yakni 83,72 persen, sedangkan perempuan sebesar 54,88 persen. TPAK perempuan mengalami peningkatan, sementara laki-laki sedikit menurun," kata Asim.

Namun demikian BPS mencatat, tingkat pengangguran perempuan masih lebih tinggi dibandingkan laki-laki. TPT perempuan mencapai 5,27 persen, sedangkan laki-laki 4,87 persen. Meski demikian, dibandingkan Februari 2026, TPT perempuan turun 0,04 persen poin, sementara TPT laki-laki relatif tidak berubah.

Jika dilihat berdasarkan wilayah, pengangguran di perkotaan masih menjadi tantangan yang lebih besar. TPT di perkotaan tercatat 5,77 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan perdesaan yang sebesar 3,86 persen.

"Menariknya, dibandingkan Februari 2026, TPT di wilayah perkotaan justru turun 0,52 persen poin. Sebaliknya, di wilayah perdesaan mengalami kenaikan sebesar 0,82 persen poin," jelas Asim.

Berdasarkan tingkat pendidikan, lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) masih menjadi kelompok penyumbang pengangguran terbesar dengan porsi 38,75 persen. Sementara lulusan Diploma I hingga Diploma III menjadi kelompok dengan proporsi pengangguran paling rendah, yakni 3,51 persen.

Selain pengangguran terbuka, BPS juga mencatat peningkatan pada tingkat setengah pengangguran. Pada Mei 2026 angkanya mencapai 8,96 persen, naik 2,12 persen poin dibandingkan Februari 2026.

"Artinya, dari setiap 100 orang yang bekerja, terdapat sekitar sembilan orang yang jam kerjanya belum optimal dan masih mencari atau bersedia menerima pekerjaan lain," kata Asim.

Peningkatan setengah pengangguran terjadi baik pada laki-laki maupun perempuan. Tingkat setengah pengangguran laki-laki mencapai 9,02 persen, sedangkan perempuan 8,88 persen.

Sementara itu, pekerja paruh waktu di Sumatera Utara tercatat sebesar 24,91 persen, atau sekitar satu dari empat penduduk bekerja. Angka ini justru mengalami penurunan 0,42 persen poin dibandingkan Februari 2026.

BPS juga mencatat pekerja paruh waktu lebih banyak berasal dari kelompok perempuan. Tingkat pekerja paruh waktu perempuan mencapai 34,17 persen, hampir dua kali lipat dibandingkan laki-laki yang sebesar 18,83 persen.

Asim menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan pasar kerja di Sumatera Utara tidak hanya berkaitan dengan jumlah pengangguran, tetapi juga kualitas dan kecukupan jam kerja. Menurutnya, penciptaan lapangan kerja yang lebih produktif dan berkualitas masih menjadi faktor penting untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja di Sumatera Utara. (id09)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement