Breaking News
Memuat breaking news...

Pengawasan MBG Tetap Berjalan, Purbaya: Semua Lembaga Ikut Mengecek

Redaksi
Redaksi
Kamis, 4 Juni 2026 - 8.12 AM WIB
Pengawasan MBG Tetap Berjalan, Purbaya: Semua Lembaga Ikut Mengecek
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pengawasan penggunaan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan ketat meski Kejaksaan Agung telah menetapkan tiga mantan pejabat Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi.

Menurut Purbaya, pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara tidak hanya dilakukan oleh satu lembaga, melainkan melibatkan berbagai institusi seperti Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kejaksaan, hingga kementerian terkait. Setiap instansi juga saling bertukar data untuk memperkuat proses pengawasan dan pemeriksaan.

“Kita cek itu harganya seperti apa. Salah satu laporan juga dari kita asalnya. Bukan dari kita saja. BPKP memeriksa, Kejaksaan memeriksa, semuanya mengecek. Jadi kita tukar-tukar data,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul perkembangan kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG yang tengah ditangani Kejaksaan Agung. Meski demikian, pemerintah menegaskan tidak akan mencampuri proses hukum yang sedang berlangsung.

Saat dimintai tanggapan terkait penetapan mantan Kepala BGN sebagai tersangka, Purbaya menyebut pergantian pimpinan lembaga tersebut sebelumnya merupakan hasil evaluasi yang dilakukan Presiden terhadap kinerja organisasi.

“Ini keputusan Bapak Presiden setelah melakukan evaluasi terhadap kinerja beliau. Kita nggak ikut campur,” ujarnya.

Di tengah mencuatnya kasus tersebut, Purbaya juga menepis berbagai spekulasi mengenai kondisi fiskal pemerintah yang disebut bermasalah. Ia menegaskan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Mei 2026 masih berada dalam kondisi yang sehat.

Menurutnya, defisit APBN tercatat sekitar 0,7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sementara surplus primer kembali menunjukkan angka positif. Selain itu, penerimaan pajak juga mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Pendapatan pajak kita lebih bagus dibanding tahun lalu. Tumbuhnya 22 persen lebih,” katanya.

Dengan capaian tersebut, Purbaya menilai fundamental fiskal Indonesia tetap kuat dan terkendali.

“Jadi kalau ada isu pemerintah kebijakannya ngaur, fiskalnya ugal-ugalan, enggak begitu. Kita makin bagus,” ujarnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan tiga mantan pejabat Badan Gizi Nasional sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis periode 2025–2026. Mereka adalah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, mantan Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Dukungan Kelembagaan Lodewyk Pusung, serta mantan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sonjaya.

Kasus tersebut kini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut oleh Kejaksaan Agung untuk mengungkap dugaan penyimpangan dalam pengelolaan program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah tersebut. (Rep)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement