Breaking News
Memuat breaking news...

Pengembang Swasta Bakal Dominasi 262 Proyek PLTA Dan PLTM Hingga 2034

Redaksi
Redaksi
Kamis, 6 Agustus 2026 - 6.33 AM WIB
Pengembang Swasta Bakal Dominasi 262 Proyek PLTA Dan PLTM Hingga 2034
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Pengembang listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP) akan menjadi motor utama pembangunan pembangkit listrik tenaga air di Indonesia dalam satu dekade mendatang. Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, mayoritas proyek PLTA dan PLTM akan digarap oleh sektor swasta.

Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan (EBT) PT PLN (Persero), Suroso Isnandar, mengungkapkan, terdapat 315 proyek PLTA dan PLTM dengan total kapasitas mencapai 11,7 gigawatt (GW) yang masuk dalam RUPTL 2025–2034. Dari jumlah tersebut, sebanyak 262 proyek akan dikerjakan oleh pengembang listrik swasta.

"Dari total 315 proyek PLTA dan PLTM dengan kapasitas mencapai 11,7 gigawatt (GW) sekitar 262 proyek akan dikerjakan oleh IPP dalam RUPTL 2025–2034. IPP akan memegang peran yang sangat besar, lebih besar dari peran PLN," ujar Suroso saat menyampaikan keynote speech dalam Indonesia Hydropower Summit 2026: Powering Indonesia's Clean Energy Pillar di Auditorium PLN, Rabu (5/8/2026).

Ia menjelaskan, pengembang swasta akan mengerjakan 48 proyek PLTA dengan kapasitas 9.441 megawatt (MW). Sementara itu, pada segmen PLTM berkapasitas di bawah 30 MW, IPP akan membangun 214 proyek dengan total kapasitas 1.110 MW.

"Artinya, IPP sendiri mencapai porsi proyeknya lebih dari 250 sampai 260 proyek," ucap dia.

Di sisi lain, porsi proyek yang digarap langsung oleh PLN relatif lebih kecil. Perusahaan pelat merah tersebut akan mengerjakan tujuh proyek PLTA berkapasitas 361 MW serta 20 proyek mikrohidro dan minihidro dengan kapasitas total 51 MW.

Selain itu, proyek yang dikelola subholding PLN mencakup PLTA berkapasitas sekitar 700 MW dan proyek mikrohidro sebesar 28 MW.

"Proyek yang dikelola subholding PLN mencakup PLTA berkapasitas sekitar 700 MW dan proyek mikrohidro berkapasitas 28 MW. Di situ kita lihat bahwa peran (IPP) menjadi sangat penting dalam pengembangan pembangunan pembangkit hidro ini," papar dia.

Untuk mendukung percepatan pembangunan pembangkit berbasis energi air tersebut, PLN akan memfokuskan perannya pada penyediaan jaringan transmisi dan infrastruktur pendukung. Langkah ini dilakukan agar pasokan listrik dari pembangkit yang dibangun pengembang swasta dapat tersalurkan secara optimal ke sistem kelistrikan nasional. (Lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement