Breaking News
Memuat breaking news...

Penggerak HAM Pusong Lanjutkan Binaan, PKK dan Posyandu Dibekali Kepedulian Lingkungan

Redaksi
Redaksi
Jumat, 11 September 2026 - 10.51 PM WIB
Penggerak HAM Pusong Lanjutkan Binaan, PKK dan Posyandu Dibekali Kepedulian Lingkungan
Pengurus PKK dan Posyandu serta sejumlah warga Desa Pusong Lhokseumawe berfoto bersama usai mengikuti sosialisasi, Jumat (11/9/2026). Waspada.id/Kemenham Kanwil Aceh
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

LHOKSEUMAWE (Waspada.id): Penggerak HAM Desa Pusong Lhokseumawe yang dibina Kanwil Kemenham Aceh melanjutkan rangkaian program Desa Binaan Sadar HAM melalui sosialisasi pemenuhan hak atas lingkungan yang baik dan sehat.

Kegiatan ini menyasar kelompok PKK, kader Posyandu serta kelompok masyarakat, khususnya ibu-ibu di Meunasah Pusong Lhokseumawe, Kecamatan Banda Sakti, Jumat (11/9/2026).

Sosialisasi tersebut mengusung tema “Penguatan Kapasitas HAM melalui Hak Setiap Orang untuk Mendapatkan Lingkungan yang Baik dan Sehat.” Materi yang diberikan difokuskan pada persoalan sanitasi, pengelolaan sampah rumah tangga dan akses air bersih sebagai bagian dari pemenuhan hak dasar masyarakat.

Koordinator Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, Khasyiah, SKM, M.Kes, menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut. Ia menjelaskan penerapan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) untuk mendorong terciptanya lingkungan yang sehat.

Khasyiah menyampaikan empat aspek yang perlu menjadi perhatian masyarakat, yakni tidak buang air besar sembarangan (BABS), cuci tangan pakai sabun (CTPS), pengelolaan air minum dan makanan, serta pengamanan sampah rumah tangga.

Menurutnya, penerapan sanitasi yang baik dapat membantu memutus rantai penularan penyakit di lingkungan keluarga dan masyarakat, menekan kejadian diare serta penyakit berbasis lingkungan.

Sementara itu, Penggerak HAM Desa Pusong Lhokseumawe, Rahmadila, mengajak masyarakat mengelola sampah dapur menjadi kompos. Ia menjelaskan lima tahapan yang dapat dilakukan, mulai dari memilah sampah, memotongnya menjadi bagian kecil, mencampur dan menyusun bahan, fermentasi hingga memanen kompos.

Pengolahan sampah organik tersebut diharapkan dapat mengurangi volume sampah rumah tangga sekaligus menghasilkan pupuk yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

Dalam diskusi, masyarakat turut menyampaikan kendala yang dihadapi dalam penerapan pengelolaan sampah. Salah satunya keterbatasan lahan untuk mengolah sampah menjadi kompos.

Warga juga menyampaikan persoalan air asin serta belum meratanya akses air bersih di kawasan Pusong yang berada dekat dengan laut.

Rahmadila mengatakan persoalan tersebut masih dibahas bersama pihak terkait. Menurutnya, keterbatasan lahan dan akses air bersih menjadi hal yang perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaan program Desa Sadar HAM.

“Pengelolaan sampah menjadi kompos masih menjadi diskusi dengan pihak terkait karena terkendala lahan dan air bersih. Di Desa Pusong Lhokseumawe, air bersih juga belum merata,” ujarnya.

Ketua PKK Desa Pusong Lhokseumawe, Isna Maulina, dan Ketua Kader Posyandu, Kasmani, turut memberikan dukungan terhadap kegiatan pembinaan tersebut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pembinaan Desa Binaan Sadar HAM di Pusong Lhokseumawe yang sebelumnya telah memperkenalkan peran Penggerak HAM serta pemenuhan sejumlah indikator hak dasar masyarakat. (Hulwa)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement