Penjaga Selat Malaka Bertambah: Menelisik Ketangguhan Kapal Patroli Baru Bea Cukai Lhokseumawe

Deburan ombak di dermaga Pangkalan Sarana Operasi (Pangsarop) Bea dan Cukai Tipe B Lhokseumawe hari itu terasa berbeda. Di bawah langit Kamis (24/9/2026), sebuah kapal patroli besar bersandar kokoh. Kapal itu adalah BC 30004 armada tangguh yang baru saja direlokasi untuk memperkuat pengawasan laut di salah satu jalur pelayaran internasional paling sibuk sekaligus rawan di dunia: Selat Malaka.
Sore itu, upacara penyambutan digelar dengan khidmat di Dermaga Pangsarop Lhokseumawe. Kepala Kantor Wilayah DJBC Aceh, M. Rizki Baidillah, memimpin langsung apel penyambutan tersebut. Kehadiran BC 30004 bukan sekadar rotasi tugas biasa, melainkan langkah strategis sebagai tindak lanjut langsung atas arahan dan instruksi Presiden Republik Indonesia untuk memperketat keamanan wilayah pesisir Selat Malaka.
Bagi Pangsarop Lhokseumawe, tambahan armada ini menjadi suntikan kekuatan yang luar biasa. Kini, pangkalan tersebut didukung oleh lima kapal patroli yang berada dalam kondisi siap tempur di laut. Selain kapal patroli jenis Fast Patrol Boat (FPB) untuk pengawasan jarak jauh, mereka juga mengandalkan Speedboat BC 15027. Kombinasi ini dirancang untuk memberikan respons kilat, terutama saat harus melakukan pengejaran terhadap target penyelundupan yang membutuhkan penanganan segera.

Tengku Imum Ayik Masjid Bujang Saling menepungtawari Kepala Kantor Wilayah DJBC Aceh, M. Rizki Baidillah. Waspada.id/Maimun Asnawi
Selat Malaka dengan karakteristik perairannya yang luas dan aktivitas kapal yang padat selalu menjadi tantangan tersendiri. Di sinilah peran penting Bea Cukai sebagai Community Protector diuji. Penguatan armada ini menjadi jawaban nyata untuk mencegah dan menindak masuknya barang-barang ilegal yang dapat merugikan negara dan membahayakan masyarakat.
"Penguatan armada ini merupakan bentuk respons dari instruksi Presiden terkait kesiapan Bea Cukai dalam menjalankan fungsi pengawasan laut dan perlindungan masyarakat," tegas Zacky Riyadi, Kepala Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Tipe B Lhokseumawe.
Menurutnya, kehadiran fisik kapal patroli di laut harus mampu memberikan efek gentar sekaligus memperkuat kedaulatan negara di wilayah perairan Indonesia.
Namun, menjaga Selat Malaka bukanlah misi tunggal. Zacky menyadari bahwa menghadapi jaringan penyelundupan laut membutuhkan kerja sama yang solid. Oleh karena itu, sinergi erat terus dibangun bersama TNI, Polri, BNN, aparat penegak hukum lainnya, hingga pemerintah daerah.
Dengan hadirnya BC 30004, komitmen Pangsarop Bea Cukai Lhokseumawe semakin bulat. Di masa depan, patroli laut akan terus dioptimalkan. Langkah ini menjadi wujud nyata bahwa negara hadir di garis depan perbatasan laut, memastikan Selat Malaka tetap aman, terlindungi dari penyelundupan, dan kedaulatan maritim Indonesia tetap terjaga. (Maimun Asnawi, S.HI.,M.Kom.I/WASPADA.id)
















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda