Penjual Ban 'Korban' Penipuan Mengadu ke Polisi


SUBULUSSALAM (Waspada.id): Seorang penjual ban 'UD Sahabat Ban', Fackriezal Rasmin di Jalan Teuku Umar, Desa Penanggalan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan oknum aparat mengadu ke Polsek Penanggalan, Polres Subulussalam.
Untuk melengkapi pengaduannya, Fakriezal turut menyerahkan bukti rekaman CCTV berisi saat mobil datang, memuat pesanan dan mobil meninggalkan lokasi serta sopir yang bersangkutan.
Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: LP/B/20/VIII/2026/SPKT/Polsek Penanggalan/Polres Subulussalam/Polda Aceh disebut, modus penipuan terjadi Jumat, 28 Agustus 2026 sekira pukul 17.00 WIB, berakibat korban mengalami kerugian Rp10.980.000.
Kasus penipuan, diduga modus skema segitiga dikendalikan dari jarak jauh ini menurut Kapolsek Penanggalan, Iptu Supriadi Efendi masih dalam penyelidikan.
"Kasus ini sedang ditangani," kata Iptu Supriadi Efendi dikonfirmasi wartawan di Polsek Penanggalan, Kamis (3/9).

KAPOLSEK Penanggalan, Iptu Supriadi Efendi. (Waspada.id/Ist)
Terpisah, kepada wartawan korban mengatakan kronologis kejadian berawal ketika melalui sambungan telepon selular, seseorang yang mengatasnamakan oknum aparat memesan enam buah ban mobil truk, disusul utusan tiba di lokasi.
"Mengaku anggota Kodim, mesan enam ban mobil truk dan tak lama berselang tiba utusannya memakai mobil Innova warna cream BG 1443 RG untuk mengambil pesanan," jelas Fakriezal, menambahkan, saat berkomunikasi oknum tersebut menyapanya dengan sebutan pak haji.
Dikatakan, saat pesanan dalam proses muat, bukti transferan Rp10.980.000 dikirim pemesan. Namun karena dipastikan belum masuk rekening, korban sampaikan hal itu kepada utusan atau sopir pemesan.
Namun menurut sopir kejadian seperti itu biasa dan dipastikan akan masuk dalam beberapa menit ke depan.
Bahkan oknum yang kembali dikonfirmasi Fakriezal terkait belum masuk transferan ke rekeningnya menyebut kemungkinan terlambat karena faktor jaringan sehingga uang belum masuk.
Karena sopir mengaku dari Kodim Subulussalam, Fakriezal tak menaruh curiga, lalu menyerahkan pesanan tersebut.
Akibat transferan belum masuk dan ingin memastikan benar atau tidak pengakuan pemesan serta sopir, Fakriezal lalu mendatangi Kodim 0118/Subulussalam.
"Informasi dari Kodim, pelaku yang mengaku oknum tidak dikenal," kata Fakriezal.
Menyusul pengaduan itu, Fakriezal yang masih merintis usaha di sana berharap pihak Polsek Penanggalan bisa mengusut tuntas persoalan ini.
Fakriezal juga mengaku telah menelusuri jika keberadaan mobil dan sopir berada di wilayah Kota Subulussalam, sedangkan ban tersebut dikabarkan telah diantar ke satu bengkel di wilayah Aceh Singkil. (Id130)












Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda