Peran Bintang Barcelona Dalam Kesuksesan Spanyol Menjadi Juara Piala Dunia 2026Peran Bintang Barcelona Dalam Kesuksesan Spanyol Menjadi Juara Piala Dunia 2026

Oleh: Indra Efendi Rangkuti
Spanyol akhirnya memastikan diri menjadi Juara Piala Dunia 2026.Di Final yang berlangsung pada Senin dinihari 20 Juli 2026 di Stadion New York New Jersey Spanyol menaklukkan juara bertahan Argentina 1-0 melalui babak perpanjangan waktu.Gol kemenangan Spanyol dicetak oleh striker Barcelona Ferran Torres pada menit ke-106.
Ini merupakan kedua kalinya Spanyol meraih gelar juara Piala Dunia. Sebelumnya Spanyol sukses menjadi Juara Piala Dunia 2010. Saat itu di Final Spanyol menaklukkan Belanda 1-0 lewat babak perpanjangan waktu. Gol kemenangan Spanyol saat itu dicetak oleh bintang Barcelona Andres Iniesta.pada menit ke-116.

Ferran Torres mengangkat Trofi Piala Dunia 2026 dan Trofi Man Of The Match Final Piala Dunia 2026.
Ada beberapa kesamaan momen pada saat Spanyol meraih Juara Piala Dunia 2010 dan 2026. Persamaan yang pertama adalah Spanyol meraih Juara Piala Dunia dengan menaklukkan lawan-lawannya yang harus bermain dengan 10 pemain akibat pemain lawan terkena kartu merah. Pada Final Piala Dunia 2010 bek Belanda John Heitinga harus menerima kartu merah pada menit ke-109. Sedangkan di Final Piala Dunia 2026 ini gelandang Argentina Enzo Fernandez menerima kartu merah pada menit ke-93 dan harus keluar dari lapangan.
Persamaan yang kedua adalah penentu kemenangan pada Piala Dunia 2010 dan 2026 ini sama – sama pemain Barcelona.Andres Iniesta dan Ferran Torres sama – sama memperkuat Barcelona ketika membawa Timnas Spanyol meraih Juara Piala Dunia.
Kesuksesan Spanyol meraih Juara Piala Dunia 2010 dan 2026 tidak dapat dilepaskan dari kontribusi bintang – bintang Barcelona.Tanpa mengecilkan pemain dari klub lain bintang Barcelona memang menjadi lokomotif permainan Barcelona.
Pada Piala Dunia 2010 ada 7 pemain Barcelona yang memperkuat Timnas Spanyol. Mereka adalah : Carles Puyol, Gerard Pique, Andres Iniesta, Xavi Hernandez, Pedro, Sergio Busquets dan Victor Valdes. Warna Barcelona kian kental karena di tim saat itu ada bintang Arsenal Francesc Fabregas yang asli didikan akademi Barcelona.
Di Final saat itu Gerard Pique, Charles Puyol, Andres Iniesta, Pedro, Xavi Hernandez dan Sergio Busquets tampil menjadi starter. Kemudian Francesc Fabregas masuk pada menit ke-87 menggantikan Xabi Alonso.
Di Piala Dunia 2026 ini Barcelona kembali memberi kontribusi signifikan bagi Timnas Spanyol. Di Piala Dunia 2026 ini tercatat ada 8 pemain Barcelona yang memperkuat Timnas Spanyol. Mereka adalah : Lamine Yamal, Eric Garcia, Dani Olmo, Ferran Torres, Pau Cubarsi, Pedri, Joan Garcia dan Gavi.

Bek Muda Timnas Spanyol Pau Cubarsi mengangkat Trofi Piala Dunia 2026 dan Trofi Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026.
Lamine Yamal, Gavi, Dani Olmo, Pau Cubarsi dan Eric Garcia adalah didikan asli akademi Barcelona yang dikenal dengan nama “La Masia” yang terbukti menjadi akademi yang rutin melahirkan bintang – bintang besar Barcelona dan Spanyol.
Selain itu di Timnas Spanyol pada Piala Dunia 2026 ini juga terdapat bintang yang merupakan produk asli akademi “La Masia’ yaitu : Alex Grimaldo,Marc Cucurella dan Victor Munoz.
Inilah bukti bahwa akademi “La Masia” menjadi pabrik unggul yang melahirkan bintang – bintang besar Barcelona dan Timnas Spanyol. Selain itu bintang negara lain juga banyak yang berkibar setelah dididik dan ditempa di akademi “La Masia” ini.Salah satunya adalah kapten Timnas Argentina Lionel Messi.
Kehebatan akademi “La Masia” tidak dapat dilepaskan dari peran Legenda Barcelona dan Timnas Belanda Johan Cruyff. Sejak kehadirannya sebagai pelatih Barcelona pada tahun 1988 Cruyff mengubah fokus pencarian bakat dari ukuran fisik menjadi kecerdasan posisi, penguasaan bola, dan umpan pendek yang kemudian melahirkan era keemasan sepak bola modern.
Pola pembinaan ini tidak hanya diterapkan pada akademi tetapi juga pada pembinaan tim senior Barcelona. Sejak era Cruyff Barcelona memilih pemain berdasarkan teknik dan visi, bukan postur tubuh yang tinggi.
Pemikiran itu yang mendasari dua legenda Barcelona merekrut pemain dari klub lain ketika melatih Barcelona. Pada tahun 2020 Ronald Koeman merekrut Pedri karena melihat teknik bermainnya yang sesuai dengan visi Barcelona dalam menguasai lapangan tengah.
Begitu juga dengan Xavi Hernandez ketika merekrut Ferran Torres dari Manchester City pada tahun 2022. Kemampuan Ferran Torres dalam memanfaatkan peluang dan kecerdasannya dalam mencetak gol membuat Xavi tertarik. Apalagi Ferran Torres dilatih oleh legenda Barcelona Pep Guardiola di Manchester City. Dengan demikian Ferran Torres dianggap memahami filosofi permainan Barcelona yang diterapkan Xavi.

Lamine Yamal mengangkat Trofi Piala Dunia 2026.
Dan terbukti Pedri, Ferran Torres dan belakangan kiper Joan Garcia yang direkrut pada tahun 2025 mampu menyatu dengan para pemain didikan asli akademi “La Masia” seperti : Lamine Yamal, Gavi, Dani Olmo, Pau Cubarsi dan Eric Garcia.
Terbukti Barcelona sukses menjadi Juara Liga Spanyol musim 2022/2023,2024/2025 dan 2025/2026. Inilah yang menjadi dasar pemikiran pelatih Luis De La Fuente memanggil bintang – bintang Barcelona tersebut untuk memperkuat Timnas Spanyol sejak mulai melatih Timnas Spanyol pada tahun 2022.
Hasilnyapun terlihat cukup bagus. Setelah sukses membawa Timnas Spanyol menjadi Juara Piala Eropa tahun 2024 kini Spanyol sukses menjadi Juara Piala Dunia 2026.
Pada Final Piala Dunia 2026 ini Luis De La Fuente menampilkan Pau Cubarsi, Lamine Yamal dan Dani Olmo sebagai starter. Kemudian pada babak kedua Ferran Torres, Pedri dan Eric Garcia dimasukkan sebagai pengganti. Nuansa Barcelona kian terlihat dengan tampilnya alumni akademi “La Masia” Marc Cucurella sebagai starter.
Dan akhirnya Ferran Torres tampil sebagai pahlawan kemenangan Barcelona di Final Piala Dunia 2026 ini. Selain itu Pau Cubarsi tampil solid di lini pertahanan Spanyol berduet dengan Ayemeric Laporte yang sukses membuat serangan Argentina seperti membentur tembok.
Demikian juga dengan aksi Dani Olmo dan Lamine Yamal yang terus mengacak – acak sisi kiri dan kanan pertahanan Argentina dan membuat Argentina berulangkali nyaris kebobolan jika Emiliano Martinez tidak tampil memukau menghalau serangan Spanyol.
Berikut saya uraikan peran krusial bintang – bintang Barcelona di Piala Dunia 2026 ini :
1. Ferran Torres
Aksi gemilang Ferran Torres di Final Piala Dunia 2026 seolah menjadi jawaban atas berbagai kritik yang menghampirinya sepanjang Piala Dunia 2026 ini digelar.
Ferran Torres mengawali Piala Dunia 2026 sebagai starter saat Spanyol ditahan imbang tanpa gol oleh Cape Verde pada laga pembuka. Penampilan yang kurang meyakinkan membuatnya kehilangan tempat di tim utama pada pertandingan berikutnya melawan Arab Saudi.
Meski sempat mencetak gol sebagai pemain pengganti ketika Spanyol menang 4-0 atas Arab Saudi, gol tersebut dianulir karena offside. Ekspresi kecewanya saat itu terekam jelas kamera televisi.
Namun, Torres tidak menyerah. Ia terus bekerja keras hingga akhirnya memberi kontribusi penting saat Spanyol menyingkirkan Portugal di babak gugur. Umpannya kepada Mikel Merino menjadi awal gol kemenangan yang menghantarkan Spanyol lolos ke babak 8 besar.
Puncak kontribusinya datang di partai final. Memanfaatkan bola liar di kotak penalti pada babak tambahan waktu, Torres melepaskan tendangan kaki kiri yang tak mampu dihentikan Emiliano Martinez. Gol itu memastikan Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2026.
Gol ke gawang Argentina membuat Ferran Torres bergabung dalam daftar eksklusif pemain Spanyol yang mencetak gol penentu kemenangan di final Piala Dunia. Sebelumnya, hanya Andrés Iniesta yang melakukannya saat membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010 lewat gol ke gawang Belanda.
2. Pau Cubarsi
Pau Cubarsi dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik (Young Player Award/Golden Boy) Piala Dunia 2026. Ia menjadi salah satu sosok penting di balik keberhasilan Spanyol meraih gelar juara dunia.
Penghargaan tersebut diberikan kepada pemain terbaik berusia maksimal 21 tahun. Dan bek Barcelona itu dinilai tampil paling konsisten sepanjang turnamen. Mengalahkan rekan senegaranya, Lamine Yamal.
Pada usia yang baru menginjak 19 tahun, Pau Cubarsi tampil layaknya bek senior. Ia menjadi pilihan utama Luis de la Fuente di jantung pertahanan dan hampir tidak tergantikan sepanjang turnamen.
Ketenangannya dalam membaca permainan, kemampuan memutus serangan lawan, serta kualitas distribusi bola membuat lini belakang Spanyol tampil sangat solid. Performa terbaiknya kembali terlihat pada laga final melawan Argentina. Cubarsí sukses meredam pergerakan lini depan lawan, termasuk membantu membatasi pengaruh Lionel Messi.
Cubarsi juga memaksa Enzo Fernandez melakukan pelanggaran yang berujung kartu kuning kedua. Membuat Argentina bermain dengan 10 orang pada fase krusial pertandingan.
Penghargaan yang diraih Cubarsí bukan hanya didasarkan pada penampilannya di final. Melainkan konsistensi sepanjang Piala Dunia yang sudah berlangsung sejak Juni lalu.Terbukti pertahanan Spanyol yang digalang oleh Pau Cubarsi dan Aymeric Laporte tampil cukup solid dan hanya kemasukan satu gol sepanjang Piala Dunia 2026 digelar.
Kemampuannya membaca permainan dan tetap tenang menghadapi penyerang kelas dunia membuatnya dianggap melampaui usianya. Penilaian tentang eksistensi anak muda kelahiran 22 Januari 2007 itu datang dari media Bavarian Football Works. Media Jerman itu memberikan julukan "Der Kaiser" kepada Cubarsí setelah final. Mereka menyoroti enam sapuan serta akurasi umpannya yang mencapai 96 persen saat menghadapi Argentina.
Pau Cubarsi dianggap mampu meneruskan kejayaan bek tengah binaan Barcelona seperti : Carles Puyol dan Gerard Pique.
3. Lamine Yamal
Lamine Yamal menjadi salah satu nama muda yang paling mencuri perhatian di Piala Dunia 2026. Bintang muda Barcelona kelahiran 13 Juli 2007 ini dan berposisi sebagai pemain sayap kanan Spanyol itu menunjukkan kematangan permainan yang melampaui usianya. Kecepatan, keberanian dalam duel satu lawan satu, serta kemampuan menciptakan peluang membuat Yamal menjadi salah satu senjata utama Spanyol di sektor kanan.
Peran Yamal semakin menonjol ketika Spanyol melaju hingga final Piala Dunia 2026. Dalam laga semifinal melawan Prancis, ia turut memberi kontribusi penting dengan memenangkan penalti yang berujung gol pembuka untuk Spanyol. Aksinya juga sempat menghasilkan gol, meski kemudian dianulir karena offside. Momen tersebut mempertegas pengaruh besar Yamal dalam skema serangan Spanyol sepanjang turnamen.
Di Final Yamal juga tampil bagus. Irisan – irisannya di sisi kiri pertahanan Argentina kerap membuat barisan pertahanan Argentina kocar kacir.Walau tidak mencetak gol tapi kontribusinya sepanjang pertandingan cukup bagus.
Sayang pada awal Piala Dunia 2026 digelar Lamine Yamal tidak tampil maksimal karena kondisi fisiknya yang belum sepenuhnya fit setelah dilanda cedera. Namun sejak babak gugur Lamine Yamal mulai menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Lamine Yamal mencetak satu gol penting di Piala Dunia 2026 saat Spanyol menang 4-0 atas Arab Saudi di fase grup.Gol tersebut menjadikan Lamine Yamal sebagai salah satu pencetak gol termuda di Piala Dunia.
Di usianya yang 19 tahun 6 hari Yamal sukses mengawainkan gelar Juara Piala Eropa 2024 dan Piala Dunia 2026. Dan lebih fantastis lagi prestasi itu diraihnya pada kesempatan pertama dirinya tampil di Piala Eropa dan Piala Dunia.
4. Dani Olmo

Dani Olmo mengangkat Trofi Piala Dunia 2026.
Dani Olmo menjadi satu di antara pemain paling berpengaruh bagi Spanyol sepanjang Piala Dunia 2026. Beroperasi di antara lini tengah dan lini depan, pemain yang sejak berusia 8 tahun sudah dibina di akademi “La Masia” ini turut membantu Spanyol melaju ke final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2010.
Media berbahasa Spanyol menggambarkan Olmo sebagai “maestro entre líneas” atau maestro di antara lini pertahanan lawan. Julukan itu bukan tanpa alasan. Kemampuan membaca ruang, mengambil keputusan dalam waktu singkat, serta menghubungkan lini tengah dengan lini depan menjadikannya salah satu pemain paling berpengaruh dalam skema pelatih Luis De La Fuente.
Dalam sebuah wawancara, Dani Olmo menjelaskan bahwa bermain di ruang sempit bukan hanya mengandalkan teknik, tetapi juga cara berpikir.
Menurutnya, sebelum menerima bola ia selalu memindai posisi rekan setim, lawan, hingga ruang yang tersedia agar dapat menentukan keputusan terbaik hanya dalam sepersekian detik. Kebiasaan itu ia latih sejak masih di akademi “La Masia” yang memang menekankan pentingnya kemampuan visi pemain dalam bermain.
Setelah sempat mengawali turnamen dari bangku cadangan, ia berhasil mengamankan tempat sebagai starter berkat kontribusinya dalam menjaga ritme permainan, akurasi umpan, dan kerja keras saat bertahan.
Pelatih Luis De La Fuente juga menilai Olmo sebagai pemain penting yang mampu menjaga keseimbangan tim dalam pertandingan-pertandingan besar. Perannya dinilai melampaui statistik karena mampu menciptakan ruang dan memudahkan pemain lain tampil maksimal.
Dani Olmo mencetak satu assist penting saat Spanyol mengalahkan Prancis 2-0 di babak semifinal Piala Dunia 2026. Assist tersebut diberikan kepada Pedro Porro pada menit ke-58 untuk mengunci kemenangan Spanyol.

Lamine Yamal berangkulan dengan penuh haru bersama seniornya di Barcelona Lionel Messi seusai Final Piala Dunia 2026.
Itu merupakan assist kedelapan yang dicetak oleh Dani Olmo di Piala Eropa dan Piala Dunia yang diikutinya.Catatan itu membuatnya menyamai catatan seniornya di Barcelona dan Timnas Spanyol Francesc Fabregas.
4 pemain Barcelona inilah yang paling berperan dan paling banyak berkontribusi dalam kesuksesan Spanyol meraih Juara Piala Dunia 2026 ini. WASPADA.id
Penulis adalah pemerhati olahraga






























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda