Percepat Informasi Kebencanaan, BMKG Serahkan Perangkat WES kepada Pemkab Deliserdang


LUBUKPAKAM (Waspada.id): Stasiun Geofisika Kelas I Deliserdang–BMKG, menyerahkan satu perangkat Warning Receiver System (WRS) kepada Pemerintah Kabupaten Deliserdang untuk mendukung penyebarluasan informasi kebencanaan, Kamis (8/10/26).
Perangkat tersebut akan digunakan untuk menerima informasi gempabumi, serta peringatan dini tsunami dari BMKG. WRS juga menyediakan informasi cuaca ekstrem, iklim untuk sektor pertanian dan perkebunan, serta pemantauan hotspot.
Bupati Deliserdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, mengatakan informasi tersebut penting untuk mendukung pemerintah dalam mengambil langkah cepat menghadapi berbagai potensi bencana di daerah, termasuk banjir, longsor, dan puting beliung.
“Mitigasi bencana ini memang harus dilakukan sebagai bentuk adaptasi kita terhadap alam. Pemerintah wajib memberikan informasi kepada masyarakat apabila ada wilayah yang mereka tempati memiliki potensi kerawanan,” kata Asri Ludin.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada BMKG, khususnya Stasiun Geofisika Kelas I Deliserdang, atas dukungan dan pemberian perangkat WRS tersebut. Asri Ludin berharap, kerja sama terus diperkuat, termasuk melalui evaluasi terhadap early warning system (EWS) yang sedang dipasang Pemkab Deliserdang di beberapa titik untuk peringatan banjir.

“Kita harapkan bisa berkolaborasi dengan Stasiun Geofisika untuk melakukan penilaian terhadap early warning system yang kita miliki. Sehingga sistem yang ada benar-benar dapat mendukung upaya penanggulangan bencana,” ujarnya.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Deliserdang, Rasmid, mengatakan WRS merupakan perangkat diseminasi informasi yang memungkinkan informasi kebencanaan dari BMKG diterima secara cepat oleh pemerintah daerah.
“Informasi yang kami sampaikan tidak hanya gempabumi dan tsunami, tetapi juga cuaca ekstrem, iklim untuk pertanian dan perkebunan, serta monitoring hotspot. Informasi ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung mitigasi dan pengambilan keputusan,” tutur Rasmid.
Ia juga mendorong pemanfaatan kajian mikrozonasi untuk mengetahui tingkat kerawanan wilayah, terutama sebagai pertimbangan dalam pengembangan kawasan permukiman.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Stasiun Geofisika Kelas I Deliserdang, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Zainal Abidin Hutagalung, Kepala Pelaksana BPBD, Mukti Ali Harahap, Kepala Bappedalitbang, Yetty Sembiring, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK), Suparno, Kepala Dinas Kominfo Stan, Sandra Dewi Situmorang, serta Kabag Tata Pemerintahan Setdakab Deliserdang, Adi Winarto. (id.28)






















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda