Breaking News
Memuat breaking news...

Perebutkan Piala Bupati Dairi, PB-LKP Gelar Festival Lomba Cipta Lagu Pakpak Diikuti 30 Peserta

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 5 September 2026 - 10.21 PM WIB
Perebutkan Piala Bupati Dairi, PB-LKP Gelar Festival Lomba Cipta Lagu Pakpak Diikuti 30 Peserta
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

SIDIKALANG (Waspada.id): Pengurus Besar Lembaga Kebudayaan Pakpak (PB-LKP) Kabupaten Dairi menggelar Festival Lomba Cipta Lagu Pakpak memperebutkan Piala Bupati Dairi. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 5-6 September 2026, itu digelar di Gedung Nasional Djauli Manik Sidikalang dan diikuti 30 peserta dari lima kabupaten/kota.

Festival dibuka Bupati Dairi Vickner Sinaga yang diwakili Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, Sabtu (5/9/2026). Pembukaan turut dihadiri unsur Forkopimda Dairi, Kepala Dinas Kominfo Desi Sianturi, Camat Sidikalang Mawardi Tumangger, tokoh agama dan masyarakat, serta organisasi kepemudaan.

Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Bupati Dairi, Bupati Vickner Sinaga menyampaikan apresiasi kepada PB-LKP dan seluruh panitia yang telah menginisiasi serta menyelenggarakan festival tersebut.

“Semangat para peserta dari berbagai daerah ini adalah bukti nyata bahwa kebudayaan Pakpak terus hidup dan berkembang,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Berdasarkan laporan panitia, sebanyak 30 peserta mengikuti festival tersebut. Mereka berasal dari Kabupaten Dairi, Pakpak Bharat, Aceh Singkil, Kota Subulussalam, dan Kabupaten Humbang Hasundutan.

Menurut Bupati, kecintaan terhadap seni budaya Pakpak tidak terbatas pada satu wilayah, tetapi telah berkembang luas dan menjadi milik bersama.

Ia mengatakan, sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, kebudayaan merupakan identitas bangsa yang harus terus dilindungi, dikembangkan, dan dimanfaatkan.

Musik dan lagu daerah, lanjutnya, menjadi salah satu media efektif untuk menjaga kelestarian bahasa, adat istiadat, serta kearifan lokal suku Pakpak agar tetap hidup dan dicintai generasi muda di tengah arus modernisasi.

Melalui tema “Mari Berlomba Berkarya demi Merajut Persaudaraan yang Beradab dan Berbudaya”, Bupati berharap festival tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi wadah menggali potensi seniman lokal, mempererat silaturahmi, serta mempromosikan warisan budaya.

“Selamat berkarya dan bertanding, tuangkanlah kreativitas, rasa cinta, dan semangat kebudayaan kalian ke dalam setiap bait syair dan nada lagu yang diciptakan. Tunjukkan karya terbaik dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kesantunan dan persaudaraan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PB-LKP Zuhri Bintang mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemkab Dairi dalam pelaksanaan festival tersebut.

Menurutnya, kegiatan itu digelar karena keberadaan lagu Pakpak mulai terkikis. Karena itu, festival diharapkan dapat mendorong lahirnya lebih banyak lagu Pakpak sekaligus melestarikan budaya Pakpak.

“Kegiatan ini diharapkan akan menyatukan adat dan budaya serta lembaga yang ada di Dairi untuk menciptakan suasana yang kondusif. Kami mengajak kepada kita semua untuk bersama-sama membangun Dairi yang kita cintai ini,” kata Zuhri Bintang.

Dalam festival tersebut, PB-LKP juga memperkenalkan dan menyanyikan lagu “Aku LKP”. [***]

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement