Peringatan HAN ke-42 di SMPN 1 Lapang: Dari Upacara Khusus Hingga Tukar KadoPeringatan HAN ke-42 di SMPN 1 Lapang: Dari Upacara Khusus Hingga Tukar Kado

LAPANG, Aceh Utara (Waspada.id) : Suasana penuh keceriaan dan kehangatan menyelimuti SMPN 1 Lapang pada Kamis (23/7). Seluruh warga sekolah berkumpul bersama untuk memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42, dengan merangkaikan berbagai kegiatan kreatif dan apresiatif.
Rangkaian acara diawali dengan upacara bendera yang berlangsung khidmat di halaman sekolah. Berbeda dari biasanya, momen peringatan HAN kali ini menekankan pentingnya pemenuhan hak-hak anak, pemenuhan rasa aman di lingkungan sekolah, serta dorongan bagi siswa untuk terus meraih cita-cita.
Kepala SMPN-1 Lapang Suryadi, S. Pd bertindak sebagai pembina upacara. Dalam kesempatan itu, Suryadi membacakan Amanat dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Dalam amanat tersebut dijelaskan, tema hari anak diwujudkan melalui Gerakar Nasional Ruang Aman Nyaman Anak, sebagali gerakan bersama yang mengintegrasikan upaya pencegahan kekerasan terhadap anak, pelindungan, pemenuhan hak anak, partisipasi anak, penguatan keluarga, penguatan peran masyarakat, keamanan ruang digital, serta respons cepat terhadap berbagai bentuk kekerasan terhadap anak.
Kolaborasi Puisi dan Momen Penuh Kehangatan
Suasana berubah menjadi haru dan menginspirasi, saat memasuki sesi panggung seni. Pembacaan puisi kolaborasi antara guru dan siswa menjadi sorotan utama. Melalui bait-bait puisi yang dibawakan penuh penghayatan, para guru menyampaikan pesan kasih sayang dan harapan, yang kemudian dibalas manis oleh perwakilan siswa sebagai bentuk rasa terima kasih atas bimbingan para pendidik.

Kemeriahan semakin memuncak pada acara penutup, yaitu pembagian dan tukar kado. Gelak tawa dan rasa gembira tampak dari wajah para siswa saat menerima bingkisan, menandakan eratnya kebersamaan antar sesama murid maupun dengan jajaran guru.
"Peringatan Hari Anak Nasional ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momen untuk mengingatkan kita semua bahwa anak-anak adalah aset masa depan yang harus dilindungi, didengar, dan didukung potensinya," ujar salah seorang guru setempat.
Melalui kemeriahan HAN ke-42 ini, ia berharap dapat terus mewujudkan lingkungan sekolah yang ramah anak, aman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik dalam menuntut ilmu.(id71)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda