Peringati Hari Santri 2026, Ketum PB Al Washliyah Sebut Santri Benteng Akhlak Bangsa


MEDAN (Waspada.id) : Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al Jam’iyatul Washliyah, Dr. KH. Masyhuril Khamis SH.MM, mengungkapkan Santri adalah pewaris perjuangan para ulama, penjaga keilmuan, dan benteng akhlak bangsa.
"Sejarah membuktikan: santri bukan hanya menuntut ilmu, tetapi juga berjuang membela agama dan negara," ungkap Masyhuril Khamis pada peringatan Hari Santri Nasional 2026 dengan tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas", di Kabupaten Asahan, Rabu (22/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut Masyhuril Khamis menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh santri, ulama, dan pendidik di seluruh Indonesia.
"Semangat Resolusi Jihad 1945 mengajarkan kita bahwa cinta kepada Allah dan cinta kepada tanah air adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan," katanya.
Kepada seluruh santri, khususnya santri dan pelajar Al Washliyah, lanjut Masyhuril Khamis, meminta kepada para santri jadikan ilmu sebagai cahaya, bukan sekadar beban.
"Belajarlah dengan niat karena Allah, untuk berkhidmat kepada umat dan bangsa. Al Washliyah berdiri sejak 1930 dengan semangat mencerdaskan umat — dari madrasah hingga perguruan tinggi, pendidikan adalah dakwah utama kita," terangnya.
Masyhuril Khamis melanjutkan agar santri dapat kuatkan akhlak di tengah arus zaman. Tingginya ilmu tanpa akhlak ibarat lampu terang namun berada di tangan pencuri.
"Semakin tinggi ilmu yang kau pelajari, semakin mulia pula akhlak yang harus kau tunjukkan kepada sesama," ucapnya.
Lebih lanjut Masyhuril Khamis menyatakan santri harus mandiri dan produktif. Ilmu yang diamalkan membawa keberkahan.
"Jangan hanya pandai beribadah, tetapi juga lemah dalam kemandirian ekonomi," ujarnya.
Dikatakannya, Al Washliyah terus mendorong santri tidak hanya menjadi ulama yang saleh, tetapi juga pelaku ekonomi yang mandiri — mengelola zakat, wakaf, dan menghidupkan ekosistem halal .
Masyhuril Khamis menegaskan para santri untuk terus menjaga kebersamaan, karena kebenaran adalah kekuatan.
"Perbedaan bukan alasan perpecahan. Santri harus menjadi perekat persatuan, bukan pemecah belah," tegasnya seraya menyatakan Al Washliyah berdiri di atas nilai ke-Al-Washliyahan — menjaga ukhuwah, menebarkan kebaikan, dan menyatukan hati umat.
Santri kata Masyhuril Khamis adalah harapan masa depan. Pesantren adalah jantung kebangkitan umat, dan kalian adalah denyutnya. "Tetaplah rendah hati, teguh pada prinsip, dan terbuka pada kemajuan. Jangan takut bermimpi besar, asalkan langkahmu tetap di jalan Allah," terangnya.
Diakhir pidatonya, Masyhuril Khamis mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional 2026. "Semoga Allah senantiasa melindungi langkah kalian, menjadikan kalian generasi yang menguatkan agama, menyejahterakan umat, dan memajukan bangsa — menuju Indonesia Emas 2045," ucapnya.(Id12)
Berita Terkait















































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda