Breaking News
Memuat breaking news...

Peringati Maulid , Majelis Dakwah Al Washliyah Sumut Hadiahkan Umrah Untuk Dai di Daerah Minoritas

Redaksi
Redaksi
Senin, 7 September 2026 - 4.15 PM WIB
Peringati Maulid , Majelis Dakwah Al Washliyah Sumut Hadiahkan Umrah Untuk Dai di Daerah Minoritas
Ustadz Alexander Zulkarnaen saat menyampaikan tausiyahnya pada acara peringatan maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo, Minggu (6/9). Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

MEDAN (Waspada.id): Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Istiqomah, Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo, Minggu (6/9), berlangsung penuh khidmat dan semarak.

Rangkaian kegiatan yang mengusung tema “Bersama Nabi di Surga” itu tidak hanya diisi dengan tausiyah, tetapi juga dirangkai dengan pemberian hadiah umrah kepada seorang dai yang selama ini aktif berdakwah di daerah minoritas.

Hadiah umrah tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Majelis Dakwah Al Washliyah Sumatera Utara, Ustadz Alexander Zulkarnaen, S.PdI., M.PdI., yang hadir sebagai penceramah dalam kegiatan tersebut.

Sosok yang beruntung menerima hadiah umrah itu adalah Ustadz Agus Wardana Ginting. Hadiah tersebut berasal dari seorang donatur yang berdomisili di Jakarta dan secara khusus diperuntukkan bagi dai yang berdakwah di wilayah minoritas.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Alexander Zulkarnaen mengajak umat untuk menjadikan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW bukan sekadar ungkapan, tetapi diwujudkan melalui keimanan dan amal saleh.

Menurutnya, orang yang telah mengenal sosok Rasulullah SAW pada akhirnya tidak hanya berharap dapat bertemu beliau dalam mimpi, berziarah ke makamnya di Madinah, ataupun memperoleh syafaat. Lebih dari itu, cita-cita tertinggi seorang umat adalah dapat bersama Rasulullah SAW di surga yang paling tinggi.

“Setidaknya ada sejumlah amalan yang dengan izin Allah membuat kita, umatnya, meski belum pernah berjumpa dengan beliau, dapat membersamai Nabi di surga,” ujarnya.

Salah satu amalan yang ditekankan adalah menjaga keimanan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Ustadz Alexander juga menyampaikan hadis yang diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri mengenai tingginya kedudukan penghuni surga. Ia menjelaskan bahwa orang-orang beriman kepada Allah dan membenarkan para rasul memiliki peluang untuk memperoleh kedudukan mulia di akhirat.

“Artinya, siapa pun yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya juga berpeluang besar meraih derajat Ahlul Ghurof, yakni surga dengan kedudukan yang tinggi,” katanya.

Suasana haru dan bahagia mewarnai penyerahan hadiah umrah tersebut. Ustadz Agus Wardana Ginting mengaku sama sekali tidak menyangka namanya akan dipilih sebagai penerima hadiah.

Ia bahkan mengaku terkejut hingga kakinya gemetar ketika namanya disebut.

“Saya terkejut dan kaki saya gemetar. Ini sama sekali tidak disangka-sangka. Saya benar-benar merasakan takjub dengan rencana Allah SWT yang sangat di luar prediksi saya. Semoga hadiah umrah ini membawa keberkahan untuk semua,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan doa dan rasa terima kasih kepada donatur yang telah memberikan hadiah tersebut.

“Semoga kepada yang memberi hadiah senantiasa diberikan kelapangan rezeki dan selalu dalam lindungan Allah SWT,” tambahnya.

Ustadz Agus kemudian berpesan kepada para dai, khususnya yang bertugas di wilayah minoritas di Tanah Karo, agar tidak pernah kehilangan semangat dalam menjalankan tugas dakwah.

Ia berharap para dai terus memberikan pencerahan dan mendampingi umat, meskipun menghadapi berbagai tantangan dalam berdakwah.

Sementara itu, Ustadz Alexander Zulkarnaen mengatakan, hadiah umrah tersebut merupakan bentuk kepedulian donatur terhadap perjuangan para dai di daerah minoritas.

Ia menyebut pemberian hadiah serupa bukan kali pertama dilakukan. Tahun sebelumnya, donatur juga memberikan hadiah umrah, yang saat itu ditujukan khusus kepada seorang mualaf.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut terlaksana melalui kolaborasi Panitia Bersama dengan Majelis Dakwah Al Washliyah Sumatera Utara, DPC Gerpedais Kecamatan Tiga Binanga, BKM Istiqomah Tiga Binanga, PHBI Kecamatan Tiga Binanga, Perwiridan Akbar Kaum Ibu Kecamatan Tiga Binanga, serta Wadah Santunan Anak Yatim Piatu dan Dhuafa Kecamatan Tiga Binanga.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menunjukkan kekompakan masyarakat dalam menyemarakkan syiar Islam dan menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MUI Kecamatan Tiga Binanga, Ustadz H. Syarifudin Tarigan, Kepala KUA Kecamatan Tiga Binanga Ustadz H. Tuah Aman, S.Ag., para dai dan daiyah se-Kecamatan Tiga Binanga, serta berbagai elemen masyarakat.

Sebanyak 84 anak yatim dan 115 kaum dhuafa turut hadir dan menerima santunan. Selain itu, hadir pula kelompok pengajian anak-anak dari sejumlah desa, di antaranya Limang, Perbesi, Bunga Baru, Pametar, Kuala Baru, Tiga Beringen, Kuta Galoh, Pergendangen, Istiqomah, Gunung, Kuta Bangun, Kuta Mbaru Punti, dan Batu Mamak.

Perwiridan ibu-ibu se-Kecamatan Tiga Binanga juga turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Secara keseluruhan, jumlah peserta yang hadir mencapai sekitar 950 orang.

Tidak hanya dari wilayah Tiga Binanga, kegiatan tersebut juga mendapat perhatian dari Pengurus Forum Komunikasi Silaturahmi Masjid dan Musholla (FKSMM) se-Kecamatan Sunggal–Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang.

Sebanyak 102 orang pengurus FKSMM hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka datang menggunakan dua bus pariwisata dan satu mobil pribadi.

Kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini diketuai M. Ikhsan Sarqowi Tarigan, yang juga merupakan Ketua DPC Gerpedais Kecamatan Tiga Binanga.

Sementara posisi sekretaris dipercayakan kepada Dahlan Surbakti, Ketua BKM Istiqomah, dan bendahara dijabat Agus Wardana Ginting, yang juga merupakan bendahara Gerpedais.(Id13)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement