Perkuat Ketahanan Pangan, 16 Jaringan Irigasi Dibangun di AbdyaPerkuat Ketahanan Pangan, 16 Jaringan Irigasi Dibangun di Abdya

BLANGPIDIE (Waspada.id): Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), mendapat dukungan melalui pembangunan dan peningkatan 16 jaringan irigasi tersier di enam kecamatan.
Program tersebut ditargetkan meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari 150 menjadi 200, sekaligus memperlancar distribusi air ke areal persawahan.
Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) 2026 itu, dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I, Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (SDA) Sumatera I.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BWS Sumatera I Aceh, Syafrepi, kepada Waspada.id, Sabtu (8/8), mengatakan, 16 lokasi tersebut tersebar di Kecamatan Setia, Manggeng, Blangpidie, Jeumpa, Babahrot dan Lembah Sabil.
“Program ini merupakan bagian dari upaya mendukung kedaulatan pangan nasional, melalui peningkatan fungsi jaringan irigasi. Dengan distribusi air yang lebih baik, diharapkan indeks pertanaman dapat meningkat dari 150 menjadi 200,” kata Syafrepi.

Setiap kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), memperoleh pagu Rp195 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk rehabilitasi, peningkatan, maupun pembangunan jaringan irigasi tersier, dengan target panjang saluran sekitar 250 hingga 300 meter pada setiap lokasi.
Pekerjaan dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok P3A, tanpa menggunakan kontraktor sebagai pihak ketiga. Kelompok petani terlibat sejak tahap persiapan, perencanaan, pelaksanaan konstruksi, hingga pengawasan.
Skema tersebut sekaligus menerapkan pola padat karya tunai, dengan melibatkan masyarakat setempat. Selain menghasilkan infrastruktur pertanian, program diharapkan memberi dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja di tingkat desa.
Syafrepi menguraikan, ke-16 P3A penerima program tersebar di enam Kecamatan. Di Kecamatan Setia terdiri atas P3A Alue Idham Cinta Makmur Desa Cinta Makmur, P3A Tani Sabee Meupakat Desa Pisang, P3A Sahoe Meulangkah Desa Tangan-Tangan Cut, P3A Ujong Tanoh Jaya Desa Ujung Tanah dan P3A Gunong Meulinteng Desa Lhang.
Di Kecamatan Manggeng terdapat P3A Muda Karya Desa Tokoh dan P3A Usaha Tani Bersama Desa Lhok Puntoy. Kecamatan Blangpidie meliputi P3A Lhung Asam Jaya Desa Lhung Asan dan P3A Tani Bahagia Desa Kuta Bahagia.
Selanjutnya Kecamatan Jeumpa mencakup P3A Maju Beurata Desa Kuta Jumpa dan P3A Ingin Jaya Desa Cot Mane. Kecamatan Babahrot meliputi P3A Pejuang Seulamat Desa Alue Dawah, P3A Keujrueng Blang Desa Rukoh Dame dan P3A Pakat Jroh Desa Cot Seumantok. Sedangkan Kecamatan Lembah Sabil terdiri atas P3A Karya Sentosa Tani Desa Cot Bak U dan P3A Tani Makmur Rakan Desa Meunasah Sukon.
Syafrepi mengatakan, keberhasilan P3TGAI tidak semata diukur dari terselesaikannya fisik jaringan irigasi, tetapi dari kemampuan jaringan tersebut mengalirkan air secara optimal ke lahan pertanian. “Jaringan yang dibangun harus berfungsi dan memberikan manfaat nyata. Pemeliharaan setelah pekerjaan selesai juga penting agar manfaatnya berkelanjutan,” ujarnya
Salah satu lokasi program berada di Gampong Lhung Asan, Kecamatan Blangpidie, melalui P3A Lhung Asam Jaya yang diketuai Nazaruddin. Areal persawahan di gampong tersebut mencapai belasan hektare.
Keuchik Lhung Asan, Maidi, S.Sy, menyampaikan rasa syukur atas masuknya program tersebut. Menurutnya, jaringan irigasi yang baik, menjadi salah satu kebutuhan penting untuk menjaga keberlanjutan pertanian masyarakat. “Alhamdulillah, kami bersyukur Gampong Lhung Asan mendapat program ini. Harapan kami pembangunan jaringan benar-benar memperlancar pengairan sawah dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” kata Maidi.
Ia berharap jaringan yang telah dibangun nantinya dijaga secara bersama, sehingga dapat mendukung pengaturan musim tanam dan peningkatan produktivitas lahan.
Ketua P3A Lhung Asam Jaya, Nazaruddin, mengatakan, kelompoknya siap menjalankan pekerjaan sesuai perencanaan dan ketentuan yang berlaku. “Kami bersyukur mendapat program ini. Harapan kami bukan sekadar saluran selesai, tetapi distribusi air ke sawah menjadi lebih baik. Setelah pekerjaan selesai, kami bersama masyarakat akan ikut menjaga dan memeliharanya,” ujar Nazaruddin.

Sementara Konsultan Manajemen Balai (KMB), Fahrial, mengatakan progres pekerjaan jaringan irigasi di Lhung Asan saat ini telah mencapai sekitar 70 persen. “Progres di lapangan sudah mencapai 70 persen. Sesuai jadwal, kontrak berakhir 17 September 2026 dan serah terima pekerjaan dilaksanakan 16 September,” kata Fahrial.
Pelaksanaan kegiatan turut mendapat pendampingan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) Lhung Asan, Rafiq Marzuq, ST, serta pemantauan Sekretaris Gampong Lhung Asan, Mursalin, M.Pd, dan tokoh masyarakat Jufriadi.
Dengan perbaikan jaringan tersier di 16 lokasi, program P3TGAI di Abdya diharapkan memperkuat infrastruktur dasar pertanian, meningkatkan indeks pertanaman dan mendukung peningkatan produksi pangan daerah.
Target IP 150 menjadi 200 menjadi salah satu indikator penting untuk melihat sejauh mana pembangunan jaringan irigasi tersebut mampu memberi dampak terhadap aktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Abdya. (Id82)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda