Perkuat Mitigasi Bencana, Deliserdang Siapkan Tiga Sistem Peringatan Dini pada 2027


LUBUKPAKAM (Waspada.id): Pemkab Deliserdang menyiapkan pengadaan tiga unit Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini sebagai bagian dari penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana geohidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang pada tahun 2027.
Langkah tersebut diperkuat melalui peningkatan kapasitas aparatur lewat kegiatan In House Training (IHT) Geohidrometeorologi yang dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Deliserdang, Dedi Maswardy, di Aula Cendana Lantai II, Kantor Bupati, Jumat (30/10/26).
Dedi mengatakan, mitigasi bencana harus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengantisipasi berbagai risiko, bukan hanya berfokus pada penanganan ketika bencana terjadi. Karena itu, diperlukan kesiapan melalui pendekatan struktural maupun nonstruktural.
“Mitigasi bencana harus kita persiapkan sebelum bencana terjadi. Karena itu, diperlukan kesiapan dari seluruh jajaran pemerintah, baik melalui pembenahan infrastruktur, peningkatan pengetahuan maupun pemanfaatan teknologi peringatan dini,” kata Dedi.

Menurutnya, mitigasi struktural dapat dilakukan melalui pembenahan infrastruktur, seperti perbaikan saluran drainase dan pengerukan sungai. Penanaman pohon di kawasan bantaran sungai, serta penghijauan lingkungan juga perlu diperkuat untuk membantu mengurangi risiko banjir.
Dedi menegaskan, Bupati Deliserdang telah menginstruksikan jajaran pemerintah daerah untuk melakukan berbagai upaya perbaikan infrastruktur sebagai bagian dari langkah mengurangi dampak bencana.
Selain upaya fisik, kesiapsiagaan juga perlu dibangun melalui mitigasi nonstruktural, yakni peningkatan pengetahuan, edukasi, dan pemahaman masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
"Karena itu, peserta pelatihan diharapkan dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat di lingkungan masing-masing hingga tingkat desa," tuturnya.
Terkait rencana pengadaan EWS, Sekda menjelaskan, tiga perangkat tersebut direncanakan ditempatkan di Kecamatan Gunung Meriah, Hamparan Perak, serta satu lokasi lainnya yang akan ditentukan berdasarkan kebutuhan.
Keberadaan EWS diharapkan dapat membantu mendeteksi potensi bencana lebih awal dan menyampaikan informasi peringatan kepada masyarakat sehingga tersedia waktu untuk melakukan langkah antisipasi dan penyelamatan.
“Kita harus memiliki kesiapan dalam menghadapi kemungkinan bencana. Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap dampak bencana dapat diminimalkan, termasuk mengurangi jumlah korban jiwa dan kerugian yang ditimbulkan,” paparnya.
Sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Deliserdang, Mukti Ali Harahap melaporkan, kegiatan IHT tersebut diikuti 93 peserta yang terdiri dari perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, serta unsur potensi kebencanaan.

Ia menjelaskan, pelatihan bertujuan membangun pemahaman komprehensif mengenai fenomena geohidrometeorologi, memperkuat sistem peringatan dini, meningkatkan kecepatan respons darurat, serta merumuskan strategi mitigasi berbasis data yang akurat.
Dinamika cuaca dan potensi bencana yang terjadi belakangan ini, tambah Mukti, menuntut kesiapsiagaan dan koordinasi seluruh pemangku kepentingan.
“Kami berharap seluruh peserta dapat meningkatkan pemahaman teknis, mempertajam analisis, serta menyamakan langkah dalam membangun sistem peringatan dini dan mitigasi bencana,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Deliserdang, Rasmid, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Deliserdang, Zainal Abidin Hutagalung, serta sejumlah pejabat Pemkab. (id.28)
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda