Permada Soroti Pemadaman Berulang


LANGKAT (Waspada.id): Puluhan massa tergabung dalam Presidium Rakyat Membangun Peradaban (PERMADA) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PLN ULP Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Jumat (11/9).
Mereka memprotes pemadaman listrik yang terus berulang di Desa Pematang Cengal dan Desa Muka Paya, serta mendesak Manager PLN ULP Tanjung Pura mengundurkan diri jika tidak mampu melakukan pembenahan.
Koordinator PERMADA Ariswan menyampaikan pemadaman tidak lagi dapat dipandang sekadar gangguan teknis. Masyarakat berhak mendapat pelayanan yang layak, namun informasi terkait penyebab, riwayat, durasi, dan langkah penanganan belum disampaikan secara terbuka.
Pemadaman terjadi berulang, antara lain pada 26 Agustus tiga kali dalam sehari, serta 7 September berlangsung sejak pukul 00.00 hingga 13.00 WIB. Gangguan dinilai menghambat ekonomi, pendidikan, komunikasi, penyimpanan pangan, hingga kerusakan peralatan elektronik.
PERMADA menuntut:
• Evaluasi menyeluruh jaringan dan sistem pelayanan di dua desa terdampak
• Keterbukaan informasi riwayat gangguan, penyebab, dan langkah penanganan
• Pemenuhan standar Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) serta hak konsumen termasuk kompensasi jika melampaui batas
• DPRD Langkat menggelar RDP dengan pimpinan PLN terkait
• Pengawasan Pemkab Langkat serta pemeriksaan aparat penegak hukum jika ditemukan kelalaian
• Manager PLN ULP Tanjung Pura bertanggung jawab atau mengundurkan diri
Manager PLN ULP Tanjung Pura, Edwin P.S., menerima massa dan berdialog. Ia mengakui banyak gangguan teknis, berkomitmen menekan frekuensi pemadaman, serta menyebutkan perbaikan jaringan akan dilakukan akhir bulan dengan kemungkinan satu kali pemadaman per minggu selama tiga bulan ke depan.
Ariswan menanggapi tegas: "Jangan hanya masyarakat yang dituntut memenuhi kewajibannya. PLN juga harus menunjukkan tanggung jawabnya." Ia mempertanyakan keseimbangan hak dan kewajiban, mengingat keterlambatan bayar rekening langsung ditindak tegas, namun kerugian akibat layanan buruk belum mendapat solusi.
Usai dialog, tuntutan diserahkan secara simbolis. PERMADA mengancam mengerahkan massa lebih besar jika pemadaman tetap berlanjut tanpa penyelesaian nyata. Keluhan terkait dugaan pemblokiran nomor WhatsApp warga oleh petugas juga disorot. PERMADA menegaskan akan terus mengawal persoalan hingga perubahan dirasakan di lapangan.(id27)












Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda