Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Perpustakaan Raja Naga Jambe Raih Akreditasi Baik, Pemkab Dairi Siapkan Pembenahan

Redaksi
Redaksi
Kamis, 5 November 2026 - 9.37 PM WIB
Perpustakaan Raja Naga Jambe Raih Akreditasi Baik, Pemkab Dairi Siapkan Pembenahan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

DAIRI (Waspada.id): Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Dairi, Raja Naga Jambe, memperoleh akreditasi dengan predikat Baik dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi berkomitmen melakukan pembenahan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan perpustakaan.

Penilaian tersebut dilakukan melalui kunjungan Tim Asesor Akreditasi Perpustakaan dari Perpustakaan Nasional RI di Gedung Perpustakaan Umum Daerah Raja Naga Jambe, Kompleks Taman Rekreasi Sidikalang, Rabu (4/11/2026).

Tim asesor dipimpin Dra. Mariana Ginting selaku Asisten Akreditasi Perpustakaan, bersama Husnul Khotimah dan Alfi Noor Afridyan. Kehadiran tim disambut Sekretaris Daerah (Sekda) Dairi, Charles Bantjin, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Dairi, Abdimar Tamba, beserta jajaran.

Kegiatan diawali dengan kunjungan langsung (visitasi) ke sejumlah ruangan perpustakaan untuk memeriksa pemenuhan standar akreditasi. Pemeriksaan mencakup enam komponen utama, yakni koleksi bahan pustaka, sarana dan prasarana, pelayanan, tenaga atau sumber daya manusia (SDM), penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan, serta komponen penguat yang meliputi anggaran, kerja sama, dan pemeliharaan koleksi.

Perpustakaan Raja Naga Jambe Raih Akreditasi Baik, Pemkab Dairi Siapkan Pembenahan

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang secara resmi dibuka Sekda Charles Bantjin serta dihadiri seluruh jajaran dinas.

Dalam sambutannya, Charles Bantjin menegaskan bahwa kehadiran tim asesor bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah untuk memastikan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan berjalan semakin baik.

Ia menyebutkan, berbagai saran dan masukan dari tim asesor harus menjadi catatan penting untuk melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pelayanan perpustakaan.

Menurutnya, tantangan saat ini bukan hanya memenuhi standar akreditasi, tetapi juga menghidupkan kembali budaya membaca dan meningkatkan literasi masyarakat di tengah pesatnya perkembangan era digital.

Perpustakaan Raja Naga Jambe Raih Akreditasi Baik, Pemkab Dairi Siapkan Pembenahan

Charles meyakini masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pengelolaan perpustakaan. Karena itu, setiap masukan dari tim asesor perlu dibahas dan ditindaklanjuti agar Perpustakaan Umum Daerah Raja Naga Jambe semakin berkembang serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Dairi, Abdimar Tamba, memaparkan sejumlah kendala yang masih dihadapi dalam pengelolaan perpustakaan. Di antaranya, belum tersedianya anggaran khusus untuk perawatan gedung serta keterbatasan SDM.

Terkait keterbatasan SDM, ia menjelaskan bahwa jumlah pegawai yang terus berkurang dari tahun ke tahun mengakibatkan pegawai yang tersedia harus menangani berbagai tugas sekaligus (multitasking).

Kondisi tersebut berdampak pada sejumlah pelayanan yang belum dapat berjalan optimal, bahkan mengalami perlambatan dan hambatan.

Perpustakaan Raja Naga Jambe Raih Akreditasi Baik, Pemkab Dairi Siapkan Pembenahan

Abdimar juga menyampaikan bahwa setelah melalui proses penilaian oleh tim asesor, Perpustakaan Umum Daerah Raja Naga Jambe memperoleh akreditasi dengan predikat Baik. Namun, masih terdapat sejumlah catatan yang harus ditindaklanjuti sebagai bahan pembenahan ke depan.

Melalui proses akreditasi ini, Pemkab Dairi melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berharap memperoleh evaluasi dan rekomendasi konstruktif sebagai dasar perbaikan.

Dengan demikian, Perpustakaan Raja Naga Jambe tidak hanya mampu memenuhi standar akreditasi, tetapi juga meningkatkan mutu pelayanan, memperluas akses informasi, dan menjadi ruang tumbuhnya budaya literasi bagi masyarakat Dairi. [***]

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement