Breaking News
Memuat breaking news...

Persiraja Tekor Rp100 Juta Akibat Pelanggaran Laga Kandang

Redaksi
Redaksi
Rabu, 14 Oktober 2026 - 2.59 PM WIB
Persiraja Tekor Rp100 Juta Akibat Pelanggaran Laga Kandang
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

BANDA ACEH (Waspada.id): Persiraja Banda Aceh dijatuhi sanksi denda total Rp100 juta oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI menyusul sejumlah pelanggaran dalam laga kandang melawan Sumsel United di Stadion H. Dimurthala, Jumat (2/10/2026).

Berdasarkan hasil sidang Komdis PSSI tertanggal 7 Oktober 2026, sanksi tersebut mencakup tindakan indisipliner pemain, yel-yel provokatif suporter, pembakaran spanduk, penonton yang memasuki lapangan, serta kelalaian panitia pelaksana (panpel).

Dikutip Waspada.id dari laman situs PSSI, Rabu (14/10/2026 disebutkan, denda terbesar berkaitan dengan perilaku suporter dan kelalaian penyelenggaraan pertandingan. Persiraja dikenai denda Rp30 juta atas pembakaran satu spanduk di Tribun Utara dan Rp30 juta akibat lima penonton yang memasuki area lapangan setelah pertandingan berakhir.

Klub juga didenda Rp15 juta karena suporter di seluruh tribun meneriakkan yel-yel bernada provokatif dan menghina perangkat pertandingan.

Sementara itu, panpel Persiraja dijatuhi denda Rp20 juta karena dinilai tidak memenuhi standar operasional keamanan. Panpel tidak menyediakan pengawalan kepulangan perangkat pertandingan dari stadion menuju hotel.

Selain sanksi terhadap klub dan panpel, gelandang Persiraja, Faris Adit Saputra, mendapat tambahan larangan bermain dua pertandingan dan denda Rp5 juta. Hukuman tersebut dijatuhkan setelah ia terbukti menginjak pemain lawan hingga menerima kartu merah langsung.

Total seluruh sanksi mencapai Rp100 juta, terdiri atas denda Rp80 juta terkait perilaku suporter, Rp20 juta terhadap panpel, serta Rp5 juta terhadap pemain. (id64)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement