Breaking News
Memuat breaking news...

Pertamina Beli Minyak Jelantah Rp5.500 per Liter

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 5 September 2026 - 8.04 AM WIB
Pertamina Beli Minyak Jelantah Rp5.500 per Liter
Arya dalam acara IdeaFest 2026 di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspada.id): Minyak goreng bekas atau minyak jelantah yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah ternyata bisa menjadi sumber tambahan penghasilan bagi masyarakat.

PT Pertamina (Persero) kini membuka peluang bagi masyarakat untuk menukarkan minyak jelantah dengan uang. Melalui fasilitas pengumpulan khusus, minyak bekas tersebut dihargai sekitar Rp5.000 hingga Rp5.500 per liter.

Tak berhenti sebagai limbah rumah tangga, minyak jelantah yang dikumpulkan nantinya akan diolah menjadi bahan bakar pesawat terbang atau bioavtur.

Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, mengatakan minyak jelantah kini memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi bagian dari penerapan ekonomi sirkular.

"Itu ada nilai ekonominya, jadi circular economy-nya berjalan di sini. Jika teman-teman membawa satu liter minyak jelantah ke SPBU kami yang menyediakan collection box—namanya UCollect—itu bisa dihargai sekitar Rp5.000 sampai Rp5.500 per liter," ucap Arya dalam acara IdeaFest 2026 di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Program tersebut mendorong masyarakat mengumpulkan minyak bekas dari aktivitas memasak sehari-hari agar tidak terbuang sia-sia. Pertamina saat ini menyediakan sekitar 35 titik pengumpulan yang tersebar di sejumlah kota besar, mulai dari Jakarta, Depok, Bandung hingga Surabaya.

Masyarakat juga tidak perlu bingung mencari lokasi penampungan. Informasi titik UCollect dapat dilihat melalui aplikasi MyPertamina.

"Minyak jelantah yang tadinya dikenal sebagai limbah bisa teman-teman kumpulkan. Cara mengumpulkannya cukup cari lokasi SPBU penampungan melalui aplikasi MyPertamina," jelas Arya.

Setor Jelantah, Saldo Masuk MyPertamina

Proses penukaran minyak jelantah juga dirancang secara digital. Setelah masyarakat menemukan lokasi UCollect, minyak jelantah dapat disetorkan untuk kemudian dipindai dan dicatat melalui sistem.

"Nanti lokasinya terlihat di sana, diantar, disetorkan jelantahnya, lalu di- scan. Saldonya akan langsung masuk ke aplikasi MyPertamina. Jadi sesederhana itu, serbadigital, dan nantinya minyak ini dibawa ke kilang kami," tambahnya.

Dengan skema tersebut, masyarakat bukan hanya membantu mengurangi limbah rumah tangga, tetapi juga mendapatkan nilai ekonomi dari minyak yang sebelumnya tidak terpakai.

Diolah Menjadi Bahan Bakar Pesawat

Minyak jelantah yang terkumpul atau used cooking oil (UCO) selanjutnya akan diproses di Kilang Pertamina Cilacap.

Bahan baku tersebut akan dicampur dengan material lainnya untuk menghasilkan bioavtur atau Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang dapat digunakan sebagai bahan bakar penerbangan yang lebih berkelanjutan.

Arya mengatakan pemanfaatan minyak jelantah menjadi bioavtur juga berkaitan dengan upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi impor.

"Apa tujuannya? Kenapa kita harus melakukan ini? Karena kita harus mengurangi ketergantungan pada energi impor. Ini sebenarnya menjadi gerakan kita bersama," pungkas Arya.

Sebagai informasi, harga minyak jelantah di lokasi UCollect saat ini berada pada kisaran Rp4.000 hingga Rp5.500 per liter. Masyarakat dapat mengecek lokasi penampungan sekaligus informasi harga terkini melalui aplikasi MyPertamina. (Lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement