Breaking News
Memuat breaking news...

Perumda Air Minum Tirta Tamiang: IPA Karang Baru Tetap Beroperasi Dalam Kondisi Rehab Darurat Pascabencana

Redaksi
Redaksi
Jumat, 7 Agustus 2026 - 2.55 PM WIB
Perumda Air Minum Tirta Tamiang: IPA Karang Baru Tetap Beroperasi Dalam Kondisi Rehab Darurat Pascabencana
Tampak pekerja Perumda Air Minum Tirta Tamiang sedang melakukan pembersihan kanal intake yang sering di penuhi lumpur di Karang Baru, Aceh Tamiang. (Waspada.id/Ist).
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

ACEH TAMIANG (Waspada.id): Perumda Air Minum Tirta Tamiang terus berupaya mempertahankan pelayanan air bersih kepada masyarakat melalui Instalasi Pengolahan Air (IPA) Karang Baru. Hingga saat ini, instalasi tersebut masih beroperasi dalam kondisi rehabilitasi darurat setelah terdampak banjir bandang pada November 2025.

Pengoperasian IPA Karang Baru dalam kondisi darurat tersebut menghadapi berbagai kendala teknis. Permasalahan kerap terjadi pada kanal intake, sementara kondisi air baku yang sangat keruh menyebabkan proses pengolahan air menjadi semakin berat. Selain itu, sistem perpompaan juga sering mengalami kerusakan sehingga memengaruhi kelancaran produksi dan distribusi air kepada masyarakat.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Tamiang, Juanda menyampaikan pada Jumat (7/8/2026) bahwa seluruh jajaran terus berupaya menangani berbagai kendala tersebut agar pelayanan air bersih tetap berjalan.

“IPA Karang Baru masih beroperasi dengan fasilitas hasil rehabilitasi darurat pascabencana, dalam pengoperasiannya, banyak kendala yang kami hadapi, terutama pada kanal intake, tingkat kekeruhan air baku yang sangat tinggi, serta pompa yang sering mengalami kerusakan. Meskipun dalam kondisi terbatas, kami tetap berupaya agar pelayanan air bersih kepada masyarakat tidak terhenti,” ujar Juanda.

Dikatakannya, tingkat kekeruhan air baku yang tinggi turut meningkatkan penggunaan bahan kimia dan memperberat kerja peralatan pengolahan. Kondisi tersebut juga mengharuskan petugas melakukan pemantauan, pembersihan, dan perbaikan secara lebih intensif untuk menjaga IPA tetap beroperasi.

Juanda mengutarakan, Perumda berharap kondisi pelayanan dapat kembali normal setelah pembangunan IPA Karang Baru yang baru selesai dan mulai dioperasikan. Instalasi baru tersebut diharapkan memiliki sistem pengolahan dan peralatan yang lebih andal sehingga mampu meningkatkan kapasitas produksi serta menjamin kesinambungan pelayanan air bersih.

“Kami berharap pembangunan IPA yang baru dapat diselesaikan sesuai rencana. Setelah instalasi tersebut beroperasi, kami optimis proses produksi dan distribusi air bersih dapat kembali normal, stabil, dan lebih optimal,” terang Direktur.

Selain kerusakan pada fasilitas produksi, banjir bandang 2025 juga menyebabkan banyak water meter atau meter air pelanggan mengalami kerusakan dan hilang. Sampai saat ini, Perumda Air Minum Tirta Tamiang belum memperoleh bantuan untuk mengganti water meter pelanggan yang rusak atau hilang danPerumda juga belum menerima kepastian maupun tanda-tanda adanya bantuan water meter terebut.

“Kami sangat membutuhkan dukungan pengadaan water meter untuk mengganti meter pelanggan yang rusak atau hilang akibat banjir bandang. Hingga saat ini, belum ada kepastian akan adanya bantuan pergantian water meter air tersebut. Kami berharap pemerintah serta pihak-pihak terkait dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan ini,” jelas Direktur.

Menurut Juanda, ketersediaan water meter sangat penting untuk memastikan pemulihan pendapatan Perumda yang terdampak bencana."Perumda Air Minum Tirta Tamiang memohon pengertian masyarakat atas berbagai keterbatasan pelayanan selama IPA Karang Baru masih beroperasi dalam kondisi rehabilitasi darurat, Perumda berkomitmen terus melakukan penanganan dan perbaikan secara bertahap sembari menunggu pembangunan IPA baru selesai," pinta Juanda.

Juanda juga mengharapkan dukungan pemerintah dan seluruh pihak terkait untuk membantu pemulihan sarana pengolahan air, sistem perpompaan, kanal intake, serta pengadaan water meter pelanggan. "Dukungan tersebut sangat diperlukan agar pelayanan air bersih kepada masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang dapat segera pulih dan kembali berjalan secara normal, " pungkas Juanda. (Id76)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement