Pesan Moral Ketua Umum DPP Himpak, Citra Capah HUT Himpak: Singa Di Negeri Orang, Kambing Di Negeri Sendiri


MELALUI Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Himpunan Masyarakat Pakpak (Himpak), 24-25 Oktober 2026 di Sidikalang Kabupaten Dairi, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpak, Dr. Drs. H. Citra Effendi Capah, MSP menyampaikan sebuah pesan moral sarat makna.
Kata Citra Capah, 'Singa di negeri orang, biarlah kambing di negeri sendiri.”
Pesan moral yang disampaikan, ketegasan pentingnya masyarakat Pakpak membangun keberanian, kemampuan dan daya saing agar mampu berjaya di perantauan.
Masyarakat Pakpak harus berani tampil, bekerja keras, menunjukkan prestasi dan membuktikan kualitas dirinya di tengah persaingan di luar tanah kelahiran.
Namun sebaliknya ketika berada di Tanoh Silima Suak, masyarakat Pakpak hendaknya tetap rendah hati, tidak menyombongkan diri, dan terpenting tidak merasa harus selalu tampil paling hebat di hadapan sesama.
Ungkapan ini tentu mengandung filosofi, tentang bagaimana kalak Pakpak bersikap antar sesama.
Menjadi singa di negeri orang berarti berani berkompetisi, pantang menyerah menghadapi tantangan, mampu meraih keberhasilan dan ada prestasi yang membanggakan.
Di perantauan, masyarakat Pakpak harus mampu menunjukkan kapasitas terbaik dalam berbagai bidang, baik pemerintahan, politik, pendidikan, bisnis, pertanian maupun profesi lainnya.
Putra-putri Pakpak harus berani mengambil peluang, mengembangkan kompetensi, membangun jaringan dan menduduki posisi-posisi strategis melalui kemampuan dan kerja keras.
Ada sejumlah sosok, putra putri terbaik Pakpak patut menjadi contoh, selain DR. Drs. H. Citra Effendi Capah, MSP, seperti Dr. MP Tumanggor, Bachtiar Revalana Ujung, SE, MM, Brigjen Pol. Dr. Yade Setiawan Ujung, SH, SIK, M.Si, Dr. Abdul Roni Angkat, STP, M.Si, H. Timur Tumanggor, S.Sos., MAP, Ir. Rezza Munawir Manik, ST, MT, MMG, Kolonel TNI Dr. H. Sadikin Bintang, MM dan sosok 'Kalak Pakpak' yang sukses di perantauan.
"Jangan sampai masyarakat Pakpak merasa kecil ketika berada di tengah masyarakat lain. Identitas Pakpak harus menjadi sumber kebanggaan dan motivasi untuk terus maju," pesan Citra, pastikan keberhasilan itu tidak pula harus membuat seseorang merasa lebih tinggi daripada saudara sendiri.
Di Tanoh Pakpak Silima Suak, kata Citra Capah, sikap rendah hati, saling menghormati dan menjaga persaudaraan justru menjadi kekuatan penting dalam kehidupan masyarakat Pakpak.
Berjaya di perantauan, tidak berarti harus menjadi penguasa di kampung sendiri dan berprestasi di luar daerah, tidak berarti boleh merendahkan sesama di tanah kelahiran.
Namun Citra Capah menegaskan, menjadi singa di hadapan saudara sendiri, tidak perlu dan harus dihindari.
Dalam kehidupan masyarakat Pakpak, persaingan boleh jadi diperlukan sebatas untuk mencapai kemajuan. Persaingan tak menjadi pemicu timbulnya perselisihan, kecemburuan dan perpecahan.
Masyarakat Pakpak tidak perlu menghabiskan energi untuk saling menyalahkan di antara sesama. Tetapi penting, seharusnya keberhasilan seorang warga Pakpak menjadi kebanggaan bersama, bukan ancaman bagi warga Pakpak yang lain.
Ketika seorang Pakpak berhasil menjadi pejabat, pengusaha, akademisi, profesional atau tokoh nasional, maka keberhasilan itu hendaknya menjadi motivasi dan semangat masyarakat Pakpak secara lebih luas.
Himpak, tegas Citra Capah, mendorong masyarakat Pakpak untuk berprestasi. Momentum HUT Himpak ke-28 menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat masyarakat Pakpak agar terus berkembang dan mengambil peran di berbagai bidang kehidupan.
Himpak sebagai organisasi kemasyarakatan memiliki ruang strategis untuk membangun solidaritas, mempertemukan potensi warga Pakpak serta mendorong generasi muda agar berani bercita-cita tinggi.
Masyarakat Pakpak perlu melahirkan lebih banyak generasi yang unggul dalam pendidikan, sukses dalam dunia usaha, berprestasi dalam pemerintahan serta mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.
Pada saat yang sama, keberhasilan tersebut perlu berjalan seiring dengan pelestarian bahasa, adat istiadat dan nilai-nilai budaya Pakpak.
Di sisi lain, identitas budaya bukan penghalang untuk maju. Sebaliknya, identitas menjadi sumber karakter dan kebanggaan ketika masyarakat Pakpak berinteraksi dengan dunia yang lebih luas.
Ketua Umum DPP Himpak pun mengajak generasi muda Pakpak yang sedang menempuh pendidikan, membangun karier atau merintis usaha di luar daerah untuk menerapkan filosofi tersebut.
Generasi pakpak harus berani keluar dari zona nyaman, berkompetisi secara sehat dan membuktikan kemampuan melalui karya nyata.
Jangan takut merantau. Jangan takut bersaing. Jangan merasa rendah diri karena berasal dari daerah yang kecil secara geografis atau jumlah penduduk. "Terpenting, miliki kompetensi, integritas, keberanian dan kemauan untuk terus belajar," tegas Capah.
Ketika berhasil, tetap rendah hati. Ketika kembali ke kampung halaman, tetap menghormati sesama. Sebab, keberhasilan yang sejati tidak hanya diukur dari tingginya kedudukan seseorang, tetapi juga dari sikap dan manfaat yang diberikan kepada orang lain.
Momentum Perayaan HUT ke-28 Himpak yang dihadiri sejumlah tokoh Pakpak dan unsur pemerintahan menjadi salah satu bukti bahwa HUT Himpak momen mempererat persaudaraan dan memperkuat semangat kemajuan masyarakat Pakpak.
Menjadi singa di negeri orang, dimaknai sebagai pesan berani bersaing, unggul dalam prestasi, dan berjaya dalam kehidupan. Lalu, ketika berada di negeri sendiri, tetaplah rendah hati, hormati sesama dan jangan merasa paling hebat di antara saudara sendiri.
"Kebanggaan masyarakat Pakpak tak hanya terletak pada keberanian menghadapi dunia luar, tetapi juga pada kemampuan dalam menjaga persaudaraan di tanah kelahiran," tegas Citra Capah. (id130)
Berita Terkait





































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda