Breaking News
Memuat breaking news...

Pesan Rektor UIN SUNA ke Wisudawan: "Sukses Itu Bukan Bagi yang Tinggi Ilmunya Saja"

Redaksi
Redaksi
Kamis, 29 Oktober 2026 - 12.05 PM WIB
Pesan Rektor UIN SUNA ke Wisudawan: "Sukses Itu Bukan Bagi yang Tinggi Ilmunya Saja"
Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag., Kamis (29/10/2026) menyampaikan pidato ilmiah di hadapan para wisudawan.Waspada.id/Maimun Asnawi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

"Masa depan tidak hanya dirajut oleh mereka yang tinggi ilmunya, melainkan oleh mereka yang mulia akhlaknya dan matang emosinya".

Kamis pagi, 29 Oktober 2026, atmosfer di dalam Gedung Serbaguna Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe terasa begitu padat oleh emosi. Ada senyum yang merekah, namun tidak sedikit pula mata yang berkaca-kaca.

Hari itu, dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Angkatan XIII, sebanyak 450 lulusan berdiri di ambang pintu gerbang baru. Mereka bukan lagi sekadar penuntut ilmu di dalam ruang kelas, melainkan tunas bangsa yang siap diterjunkan ke tengah belantara masyarakat.

Dari balik podium, Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag., melempar pandangannya ke hadapan lautan toga. Di era yang menuntut serba cepat dan instan, kutipan dan untaian kalimatnya justru datang sebagai pengingat untuk kembali membumi.

"Mengharapkan sesuatu tanpa usaha dan keringat adalah suatu kesia-siaan," tegas Prof. Danial.

Bagi sang Rektor, lembar kertas ijazah tidak akan pernah cukup untuk menaklukkan kerasnya dunia luar jika tidak dibarengi dengan keanggunan etika. Keberhasilan di masa depan, menurutnya, bukan hanya milik mereka yang menjulang tinggi ilmunya, melainkan mereka yang mulia akhlaknya serta matang kondisi emosinya.

Pesan Rektor UIN SUNA ke Wisudawan: "Sukses Itu Bukan Bagi yang Tinggi Ilmunya Saja"

Keheningan sempat merayap khidmat ketika Rektor menitipkan empat pilar penentu masa depan bagi para wisudawan: merawat kejujuran, menjaga kedisiplinan waktu, memelihara hubungan baik dengan keluarga, serta merajut jejaring yang kuat dengan kolega.

"Iman memberi arah, dan ilmu mempercepat Anda menuju arah tersebut," pungkas Prof. Danial, merangkum esensi keseimbangan yang harus dibawa pulang oleh setiap lulusan.

Di tengah ratusan wisudawan, pancaran kebahagiaan tampak begitu dominan dari barisan perempuan. Data menunjukkan sebuah potret emansipasi yang nyata; dari total 450 lulusan, komposisi didominasi oleh 383 wisudawati, sementara wisudawan laki-laki berjumlah 67 orang.

Mereka tersebar di berbagai disiplin keilmuan: 8 lulusan Program Pascasarjana, 205 lulusan FTIK, 106 lulusan FEBI, 86 lulusan FUAD, dan 45 lulusan Fakultas Syariah.

Prestasi akademik yang ditorehkan angkatan ini pun terbilang luar biasa. Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Iskandar, M.Si., melaporkan bahwa 155 orang di antaranya sukses meraih predikat Cumlaude.

Angka rata-rata IPK pun berada di level yang sangat impresif, yakni 3,70 untuk jenjang S1 dan 3,80 untuk jenjang S2, dengan masa studi yang diselesaikan tepat waktu—empat tahun untuk sarjana dan dua tahun untuk magister.

Momen haru semakin terasa saat Raifatul Rifqa Sofyan Daud melangkah maju, mewakili suara hati rekan-rekannya untuk menyampaikan kesan dan pesan.

Perjuangan bertahun-tahun di bawah terik dan hujan Kota Lhokseumawe seolah terbayar lunas saat mereka diserahkan secara resmi oleh Muhammad Adam, M.Ed., selaku Ketua IKA UIN SUNA, ke dalam keluarga besar alumni yang kaya akan pengalaman.

Gedung itu juga menjadi saksi bisu restu yang mengalir dari para tokoh penting yang hadir, mulai dari perwakilan Setda Kota Lhokseumawe Abdul Hadi, S.E., M.Si., perwakilan kampus tetangga UNIMAL dan Politeknik Negeri, jajaran Kemenag, Ketua MPU Aceh Utara Tgk. H. Abdul Manan, hingga tokoh masyarakat seperti Bapak Sofyan Dawood. Doa syahdu yang dipimpin oleh Tgk. Afrizal M. Ali, M.H., seolah menghantarkan bait-bait harapan para wisudawan langsung ke langit.

Ketika Dr. Munawar Khalil, M.A., selaku Ketua Senat mengetukkan palu untuk menutup Sidang Senat Terbuka secara resmi, Prasetya Sarjana telah melekat kuat di dada. Pagi itu, 450 langkah kaki bergerak keluar dari gedung. Mereka melangkah dengan keyakinan baru bahwa ilmu yang mereka miliki kini telah memiliki kompas, siap menjadi penerang di jalan mana pun yang akan mereka tempuh. WASPADA.id

Maimun Asnawi, S.HI.,M.Kom.I

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement