Breaking News
Memuat breaking news...

Pesan untuk Remaja di Pematangsiantar: Jauhi Narkoba, Segalanya Akan Habis

Redaksi
Redaksi
Kamis, 20 Agustus 2026 - 10.19 PM WIB
Pesan untuk Remaja di Pematangsiantar: Jauhi Narkoba, Segalanya Akan Habis
Ketua Pokja Ny Reni Johannes menegaskan narkoba kenikmatan sesaat. (Waspada.id/Diskominfosiantar)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

PEMATANGSIANTAR (Waspada.id): Ketua TP-PKK Pematangsiantar Liswati Sinaga mengatakan masa remaja adalah masa depan bangsa yang sangat berharga bila tidak bersentuhan dengan narkoba. Dia mengajak para pelajar menguatkan tekad untuk berkata tidak pada narkoba.

Hal itu dikatakannya saat membuka kegiatan Pembinaan dan Pencegahan Narkoba bagi Anak Remaja di Ruang Serbaguna Balai Kota, Jalan Merdeka, Kamis (20/8/2026). "Di usia muda ini, kalian anak-anakku bisa menjadi sasaran utama peredaran gelap narkoba," ucapnya.

Liswati menekankan agar menjadi remaja yang cerdas, kreatif, dan berprestasi tanpa barang haram tersebut. "Saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan ini. Semoga Tuhan senantiasa memberikan kemudahan dan kelancaran dalam setiap upaya yang kita lakukan," kata Liswati.

Sekretaris TP-PKK Rasta Eliya Ginting dalam laporannya menyampaikan kegiatan diselenggarakan untuk mendukung program kerja Pokja I, yaitu Lomba PAAR Tingkat Pematangsiantar, yang diikuti Kelurahan Pardomuan dan Kelurahan Tambun Nabolon.

"Tujuan dari kegiatan untuk mencegah anak dan remaja dari narkoba, melindungi generasi muda dari bahaya kerusakan fisik, mental, dan sosial melalui peningkatan pemahaman, penguatan mental, serta penciptaan lingkungan pergaulan yang sehat dan positif," ujarnya.

Dikatakan, peserta yang mengikuti kegiatan berjumlah sekitar 70 remaja, dan merupakan kader dari setiap kelurahan se-Kota Pematangsiantar.

Sementara itu, Ketua Pokja I Ny Reni Johannes sekaligus menjadi narasumber kegiatan menyebut narkoba merupakan jendela yang dapat merusak generasi masa depan anak muda dan remaja.

"Kenapa disebut sebagai jendela narkoba. Jadi, walaupun itu jendela, tidak usah kalian masuk ke jendela tersebut, tidak usah pandang-pandang dari jendela itu," katanya.

Reni bilang, narkoba adalah kenikmatan sesaat. Setelah itu kembali ke realita kehidupan, segalanya akan habis. "Akhirnya apa, sakit-sakitan. Jauhilah narkoba. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa akan mempermudah setiap langkah anak-anak kami sekalian untuk mencapai cita-citanya. Kelak menjadi orang yang membanggakan keluarga serta membanggakan nusa dan bangsa," tuturnya. (Ata)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement