Breaking News
Memuat breaking news...

Pesantren Al-Hamidiyah Jadi Model Pesantren Ramah Anak

Redaksi
Redaksi
Minggu, 12 Juli 2026 - 2.27 PM WIB
Pesantren Al-Hamidiyah Jadi Model Pesantren Ramah Anak
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof Dr Amien Suyitno.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

DEPOK (Waspada.id): Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof Dr Amien Suyitno, menyebut Pesantren Al-Hamidiyah, Depok, sebagai contoh pesantren yang berhasil memadukan tradisi keilmuan Islam dengan sistem pendidikan modern sekaligus menghadirkan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.

Menurutnya, Al-Hamidiyah merupakan representasi pesantren yang mampu mempertahankan tradisi salaf melalui penguatan kajian kitab kuning, sekaligus mengembangkan pendidikan formal dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.

"Pesantren ini menjadi role model karena mampu menggabungkan tradisi salafi dengan pendidikan modern. Inilah implementasi dari kaidah al-muhafadzatu 'ala qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah, menjaga tradisi lama yang baik sekaligus mengambil hal-hal baru yang lebih baik," ujar Amien Suyitno dalam Peluncuran Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak untuk Pesantren dan Madrasah Ramah Anak di Pesantren Al-Hamidiyah, Depok, Jawa Barat, Minggu (12/7/2026).

Ia juga mengapresiasi langkah Pesantren Al-Hamidiyah yang telah membentuk Majelis Amni sebagai mekanisme perlindungan anak di lingkungan pesantren. Menurutnya, inisiatif tersebut sejalan dengan program Kementerian Agama yang dalam waktu dekat akan meluncurkan aplikasi AMAN (Aplikasi Manajemen Aduan Anti-Kekerasan).

"Kami akan segera meluncurkan aplikasi AMAN sebagai sistem manajemen aduan anti-kekerasan. Ternyata di pesantren ini sudah lebih dahulu hadir Majelis Amni. Ini menunjukkan semangat perlindungan anak telah tumbuh dari lingkungan pesantren sendiri," katanya.

Amien menjelaskan, dalam rangkaian peluncuran Gerakan Nasional tersebut juga dilakukan deklarasi dan penandatanganan komitmen anti-kekerasan yang melibatkan Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI), LP2M Muhammadiyah, Kantor Wilayah Kementerian Agama se-Indonesia, serta pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring.

Menurutnya, deklarasi tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk mewujudkan pesantren dan madrasah yang aman, nyaman, serta bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap anak.

"Kementerian Agama berkomitmen berada di garis terdepan dalam mengawal terwujudnya pesantren dan madrasah ramah anak. Seluruh peserta didik harus memperoleh hak belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan terlindungi dari segala bentuk kekerasan," tegasnya.

Amien juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Pesantren Al-Hamidiyah atas dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan nasional tersebut. Ia berharap Al-Hamidiyah terus menjadi inspirasi bagi pesantren-pesantren lain di Indonesia dalam mengembangkan pendidikan Islam yang mampu memadukan nilai-nilai tradisi dengan modernitas, sekaligus memperkuat sistem perlindungan anak di lingkungan pendidikan. (id11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement