Peserta dan Mentor BWF 2026 Kagum Melihat Jantung PLTA Sigura-Gura, Inalum Dinilai Sumber Inspirasi Karya TulisPeserta dan Mentor BWF 2026 Kagum Melihat Jantung PLTA Sigura-Gura, Inalum Dinilai Sumber Inspirasi Karya Tulis

TOBA (Waspada.id): Kunjungan peserta dan mentor Balige Writers Festival (BWF) 2026 ke kawasan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), Kamis (30/7/2026), meninggalkan kesan mendalam.
Selain memperoleh pengetahuan mengenai sejarah dan proses pembangkitan listrik tenaga air, para penulis juga mengaku mendapatkan inspirasi baru yang kelak dapat dituangkan ke dalam karya sastra.
Rombongan lebih dahulu diterima Humas PT Inalum, Muhammad Hasan Miraza. Sebelum memasuki kawasan operasional, ia menjelaskan standar operasional keselamatan (SOP) yang wajib dipatuhi seluruh peserta selama berada di lokasi.
Dalam pemaparannya, Miraza menjelaskan sejarah pembangunan Bendungan Sigura-Gura yang dimulai pada 1978 dan mulai beroperasi pada 1982. Ia menerangkan PLTA Sigura-Gura memiliki delapan turbin dan delapan generator dengan kapasitas terpasang mencapai 600 megawatt yang digunakan untuk memasok kebutuhan listrik pengolahan aluminium PT Inalum.
Ia juga memaparkan sistem kerja tiga bendungan yang dimiliki PT Inalum hingga proses pembangkitan listrik berlangsung.
Usai menerima penjelasan, rombongan diajak memasuki area turbin melalui terowongan bawah tanah sedalam sekitar 250 meter dari permukaan Bendungan Sigura-Gura. Kendaraan melintasi terowongan sepanjang 983 meter hingga tiba di ruang turbin.
Di lokasi tersebut, Miraza kembali menjelaskan proses kerja turbin yang mengubah energi air menjadi listrik. Ia juga menegaskan operasional Bendungan Sigura-Gura tidak menghasilkan limbah. PT Inalum, kata dia, secara rutin melakukan pemeriksaan tingkat keasaman (pH) air yang masuk dan keluar dari turbin setiap pekan guna memastikan kualitas air tetap terjaga.
Salah seorang Emerging Writer BWF 2026 asal Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Gisti Kartika, mengaku kunjungan tersebut menjadi pengalaman pertamanya melihat langsung fasilitas pembangkit listrik tenaga air milik Inalum.

Emerging Writer (Penulis pemula) BWF 2026 asal Sumatera Barat, Gisti Kartika, mengaku kunjungan ke PT Inalum dan Bendungan Sigura-gura menjadi pengalaman pertamanya. Dia kagum melihat fasilitas pembangkit listrik tenaga air milik Inalum. Waspada.id/Ramsiana Gultom
"Sebagai penulis, observasi ke tempat-tempat baru itu sangat penting. Saya sebelumnya hanya pernah mendengar nama Inalum, tetapi tidak benar-benar mengetahui apa itu Inalum dan tujuan pembangunannya. Sekarang saya jadi tahu," ujarnya.
Menurut Gisti, panorama kawasan Bendungan Sigura-Gura dan perjalanan menuju lokasi menjadi pengalaman yang berkesan.
"Pemandangannya luar biasa indah. Jalannya berkelok-kelok, sangat menantang dan menarik. Saya juga terkesan dengan terowongan bawah tanah yang kami kunjungi. Tempatnya tenang, menyimpan banyak hal yang bisa menjadi bahan observasi dan inspirasi untuk menulis cerita," katanya.
Ia juga menilai keberadaan bendungan menunjukkan bagaimana kekayaan alam dapat dikelola dengan baik sehingga memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Toba.
Gisti berharap Balige Writers Festival terus membuka kesempatan bagi lebih banyak penulis muda dari berbagai daerah serta memperluas program literasi hingga menjangkau kalangan pelajar.
"Saya berharap BWF semakin banyak merekrut Emerging Writers, menghadirkan program untuk siswa dan generasi muda, serta menjadi salah satu festival penulis paling bergengsi di Indonesia," ucapnya.
Sementara itu, mentor lokakarya BWF 2026, Benny Arnas, mengaku terkesan melihat langsung fasilitas pembangkit listrik yang menurutnya tidak dimiliki daerah asalnya di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan.
"Bagi saya ini pengalaman baru. Di daerah kami tidak ada manufaktur aluminium yang memiliki pembangkit listrik sendiri seperti ini. Tempatnya megah sekali," katanya.
Menurut Benny, keberadaan Inalum merupakan bagian penting dari lanskap Danau Toba yang selama ini belum banyak diangkat dalam karya sastra.

Benny Arnes memaparkan pandangannya pasca kunjungan ke PT. Inalum. Dia berharap agar keuntungan yang dihasilkan dari bendungan Sigura-gura lebih dikembalikan untuk kawasan Danau Toba. Waspada.id/Ramsiana Gultom
"Selama ini kalau berbicara tentang Danau Toba atau Balige, orang lebih banyak mengangkat budaya, kuliner, atau adat. Padahal Inalum juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kawasan ini. Ini bisa menjadi latar cerita atau isu yang membuat karya memiliki kekuatan lokal Sumatera Utara," ujarnya.
Ia juga mengaku sempat merasa cemas ketika memasuki terowongan menuju ruang turbin. Namun, rasa khawatir itu berubah menjadi kekaguman setelah melihat langsung teknologi yang digunakan.
"Awalnya saya sempat berpikir bagaimana kalau terowongannya ambruk. Tetapi setelah masuk, saya justru melihat tempat yang sangat eksotis. Saya baru tahu ternyata ada fasilitas seperti ini di bawah tanah. Teknologinya keren sekali," katanya.
Benny meyakini setiap pengalaman yang diperoleh peserta selama kunjungan tersebut akan menjadi bahan bakar lahirnya ide-ide baru.
"Menulis membutuhkan ide yang lahir dari peristiwa dan pengalaman. Saya yakin siapa pun yang datang hari ini akan membawa pulang cerita. Keberadaan Inalum bisa menjadi konten lokal yang memperkaya karya-karya sastra mereka," pungkasnya. (Id52)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda