Petani Kawasan Terparah Terdampak Banjir Manfaatkan Air Saluran Pembuang


ACEH UTARA (Waspada.id): Banjir besar yang menerjang Aceh Utara pada akhir tahun lalu menyisakan dampak yang cukup parah pada Saluran Sub D.I. Mon Sukon. Di tengah proses perbaikan tanggul yang masih berlangsung, para petani setempat memanfaatkan sistem pompanisasi menggunakan pompa bantuan Unit Pengelola Irigasi (UPI) Jambo Aye-Langkahan untuk menjaga keberlanjutan pasokan air ke sawah mereka.
Kerusakan saluran irigasi akibat banjir pada akhir 2025 lalu menyebabkan lahan sawah di Gampong Blang Nibong dan sekitarnya hingga kini belum mendapat suplai air optimal. Keujruen Blang Baktiya Barat, Mansyari, menyampaikan kepada Waspada pada Sabtu (29/8) bahwa demi tetap bisa mengolah lahan dan turun ke sawah, para petani setempat terpaksa mengandalkan sistem pompanisasi dari bantuan UPI Jambo Aye-Langkahan.
Sistem pompanisasi yang mampu mengairi puluhan hektare sawah tersebut, memanfaatkan pasokan air dari Sungai Sampoinet. Air dialirkan terlebih dahulu melalui saluran pembuang irigasi, sebelum akhirnya ditarik menggunakan mesin pompa untuk didistribusikan ke lahan pertanian warga.
Dengan memanfaatkan suplai irigasi pompanisasi, warga telah beberapa kali berhasil panen padi. Namun menurut Mansyari agar suplai air lebih lancar, saluran pembuang yang terhubung ke Sungai Sampoinet perlu dibersihkan.
Sawah yang dialiri irigasi sistem pompanisasi diantaranya, Blang Nibong, Munje Peut, Mon Sukon, Lubok Mane dan Gampong Blang Seunong. "Lahan sawah di Blang Seunong luasnya sampai 50 hektare," jelas Mansyari
Sementara itu, petugas pengairan UPI Jambo Ayea-Langkahan Mawardi menjelaskan, saluran Sub D.I. Mon Sukon mengalami kerusakan terparah akibat banjir di Aceh Utara. UPI terus melakukan perbaikan. Menurut Mawardi, sampai saat perbaikan saluran telah mencapai 80 persen.
Untuk membantu petani terdampak akibat kerusakan jaringan irigasi, UPI Jambo Aye-Langkahan membantu pompa air kepada warga. "Seperti di Blang Nibong Baktiya Barat, warga butuh pompa, ya, kami bantu," jelas Mawardi.
Ia juga menjelaskan, kerusakan saluran irigasi Sub D.I. Mon Sukon cukup parah. Namun, petugas terus bekerja di lokasi kerusakan. "Baru saja saya kembali dari lapangan, sudah selesai sekitar 80 persen," ujar Mawardi.(id71)



























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda