Breaking News
Memuat breaking news...

PHBS Jadi Andalan Kecamatan Deli Tua pada Lomba Desa Sehat Kabupaten Deliserdang

Redaksi
Redaksi
Selasa, 27 Oktober 2026 - 6.01 PM WIB
PHBS Jadi Andalan Kecamatan Deli Tua pada Lomba Desa Sehat Kabupaten Deliserdang
Tim juri Lomba Desa Sehat Kabupaten Deliserdang di Balai Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Selasa (27/10/26). Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

DELITUA (Waspada.id): Pemerintah Kecamatan Deli Tua terus mendorong peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan lingkungan melalui kepada seluruh desa yang ada di kecamatan itu. Begitu juga dalam mendukung Lomba Desa Sehat Kabupaten Deliserdang Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Deliserdang dalam mewujudkan daerah yang sehat, cerdas, sejahtera, religius, dan berkelanjutan.

Hal itu ditegaskan Camat Deli Tua, diwakili Sekretaris Kecamatan (Sekcam) M. Rizky Akbar Rambe, S.STP, MM pada kegiatan penilaian Lomba Desa Sehat Kabupaten Deliserdang, di Balai Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Selasa (27/10/26).

Dijelaskan Rizky, desa yang dipilih mengikuti penilaian mewakili kecamatan berdasarkan berbagai aspek. Termasuk penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta kegiatan sosial kemasyarakatan yang mendukung kesehatan warga.

PHBS Jadi Andalan Kecamatan Deli Tua pada Lomba Desa Sehat Kabupaten Deliserdang

Tim juri Lomba Desa Sehat Kabupaten Deliserdang, meninjau budidaya ikan nila Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Selasa (27/10/26). Waspada.id/Ist

Menurutnya, desa yang dinilai memiliki sejumlah kegiatan positif dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat.

“Desa ini memiliki berbagai kegiatan sosial, penerapan PHBS, serta aktivitas masyarakat lainnya yang menunjang peningkatan kesehatan di lingkungan masyarakat,” kata Rizky.

Ia menjelaskan, salah satu upaya menjaga kebersihan lingkungan dilakukan melalui kegiatan gotongroyong setiap Jumat. Kegiatan tersebut meliputi pembersihan lingkungan permukiman dan saluran drainase guna menjaga kelancaran aliran air serta mencegah timbulnya masalah sanitasi.

Selain gotong royong, pihak kecamatan juga menjalankan inovasi yang disebut Jarak Delta, singkatan dari Jaga Drainase Kecamatan Deli Tua. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan fungsi drainase.

PHBS Jadi Andalan Kecamatan Deli Tua pada Lomba Desa Sehat Kabupaten Deliserdang

Melalui penilaian Lomba Desa Sehat, tambahnya, Pemerintah Kecamatan deliberharap setiap desa semakin meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan, memperkuat penerapan PHBS, dan mengembangkan kegiatan sosial yang berdampak positif terhadap kesehatan warga.

Pihak kecamatan juga mengharapkan tim penilai Desa Sehat Kabupaten Deliserdang dapat memberikan masukan, dan evaluasi sebagai bahan perbaikan bagi desa yang mengikuti penilaian.

“Harapannya, melalui penilaian ini, desa yang menjadi peserta dapat semakin baik ke depannya, terutama dalam mewujudkan masyarakat dan lingkungan yang sehat,” ujarnya.

Kepala Desa Mekar Sari, Juliadi dalam eksposenya memaparkan, dari 9 dusun yang ada di desa itu, terdapat 7 Posyandu aktif, sedangkan posyandu dua dusun digabung dengan dusun lainnya. Sedangkan sarana kesehatan ada empat unit.

"Untuk Ibu hamil dan balita, kita juga tetap memberikan makanan tambahan berupa susu, buah, telur dan beras. Tujuannya agar desa kita terbebas dari stunting. Begitu juga untuk kesehatan masyarakat, kita membuka pengobatan gratis," papar Juliadi, seraya menyebutkan bahwa pihaknya juga mendukung UMKM. Seperti pembuatan kerupuk tempe, peyek Sultan, opak, pembuatan sepatu, budidaya ikan nila, budidaya ulat Hongkong (makanan burung) dan lainnya.

Koordinator Dewan Juri Tim C, Eko Sapriadi menjelaskan, penilaian ini juga diharapkan menjadi motivasi bagi pemerintah desa bersama masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan. Termasuk menjaga kebersihan lingkungan, serta memperkuat peran aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.

Sedangkan pada kegiatan penilaian lapangan, sebut Eko, setiap desa peserta harus mampu menunjukkan kondisi nyata, capaian program, serta upaya perbaikan yang telah dilakukan secara berkesinambungan.

Secara umum, tambah Eko, penilaian Lomba Desa Sehat Kabupaten Deliserdang Tahun 2026 mencakup lima variabel utama, yakni lingkungan dan sanitasi, perilaku hidup bersih dan sehat, pelayanan serta fasilitas kesehatan, partisipasi masyarakat, dan inovasi desa sehat.

Anggota Dewan Juri, Rinaldi Samosir menambahkan, semangat Desa Sehat tidak hanya diwujudkan untuk memenuhi indikator perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkualitas.

"Alhamdulillah, tahun 2025 Kabupaten Deliserdang berhasil memperoleh penghargaan Swasti Saba Wiwerda dari Kementerian Kesehatan. Sedangkan tahun 2027, Kabupaten Deliserdang menargetkan peningkatan predikat menuju Swasti Saba Wistara," sebutnya.

Perwakilan Dinas Kesehatan Deliserdang, Roy Antonius Tarigan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempertahankan prestasi Kabupaten Deliserdang di bidang kesehatan lingkungan dan meningkatkan partisipasi masyarakat.

PHBS Jadi Andalan Kecamatan Deli Tua pada Lomba Desa Sehat Kabupaten Deliserdang

“Penilaian Kabupaten Sehat bersifat dinamis dan diukur dari kondisi riil di tingkat desa,” ujar Roy yang juga didampingi Milawati Sembiring dari Bappeda Litbang Deliserdang dan tim juri Marta Arizona.

Dikatakannya, Lomba Desa Sehat Kabupaten Deliserdang Tahun 2026 diselenggarakan oleh Forum Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Deliserdang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Deliserdang.

Milawati Sembiring menambahkan, melalui kegiatan ini, Desa Mekar Sari diharapkan terus memperkuat sinergi antara pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat dalam membangun budaya hidup sehat secara berkelanjutan.

Usai pemaparan dari pihak desa, penilaian dilanjutkan turun kelapangan guna melihat hasil ekspose dari kepala desa.

Kegiatan itu juga dihadiri BPD, LPM, Bhabinkamtibmas, Babinsa, kader PKK, perangkat desa, kepala dusun, Posyandu, pihak Puskesmas, dan tokoh masyarakat. (id.28)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement