Breaking News
Memuat breaking news...

Pilkades Serentak, Bupati Agara Tegaskan Tak Ada Intervensi Kekuasaan

Redaksi
Redaksi
Rabu, 28 Oktober 2026 - 7.29 PM WIB
Pilkades Serentak, Bupati Agara Tegaskan Tak Ada Intervensi Kekuasaan
Bupati Salim Fakhry saat memberikan arahan dan bimbingan.Waspada.id/Seh Muhammad Amin
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

KUTACANE (Waspada.id): Bupati Aceh Tenggara HM Salim Fakhry menegaskan pembangunan desa akan berjalan efektif setelah terpilihnya pengulu definitif dalam Pemilihan Pengulu Serentak 2026.

Penegasan itu disampaikan saat Deklarasi Damai Pemilihan Pengulu Serentak Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2026 di Op Room Setdakab Aceh Tenggara, Rabu (28/10).

Acara tersebut dihadiri Ketua DPRK Aceh Tenggara Denny Febrian Roza, Kapolres Aceh Tenggara, perwakilan Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara, Kasdim 0108/Agara, Ketua MAA, Sekda, Asisten I Setdakab, Kepala Dinas PMK Aceh Tenggara, serta para camat.

Bupati menekankan pentingnya menjaga independensi demokrasi desa dari intervensi kekuasaan.

"Bersungguh-sungguhlah berusaha. Tidak ada intervensi, baik yang mengatasnamakan bupati, Ketua DPRK, Kapolres, maupun pejabat lainnya," tegas Salim Fakhry.

Menurut Bupati, dalam perspektif demokrasi elektoral di tingkat desa, legitimasi kekuasaan sepenuhnya berada pada kedaulatan rakyat.

Pilkades Serentak, Bupati Agara Tegaskan Tak Ada Intervensi Kekuasaan

"Yang menentukan adalah hak pilih masyarakat di masing-masing desa. Bukan karena kedekatan dengan kekuasaan. Pilkades harus menjadi ruang kontestasi yang sehat, rasional, dan demokratis," ujarnya.

Dalam konteks konsolidasi demokrasi lokal, Bupati juga menyampaikan pesan dengan pendekatan humanis untuk mencairkan ketegangan politik.

"Bagi calon yang jual nama bupati, saya doakan tidak menang. Saat pesta anaknya nanti kalau kalian tidak datang, ini juga saya didoakan tidak menang," ucapnya disambut tawa hadirin.

Bupati berharap Pilkades Serentak 2026 mampu melahirkan kepemimpinan desa yang legitimate, berintegritas, dan inklusif.

"Seorang pengulu harus mampu merangkul seluruh elemen, bukan hanya pendukungnya. Semoga Allah SWT memberikan yang terbaik. Pilihan masyarakat adalah yang paling legitimate untuk memimpin desa ke depan," pungkasnya.(id80)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement