Pimpinan Dayah QAHA, Waled Jamal: Ya Abdi...Undangan Pulang Untuk Pendosa

“Allah memanggil pendosa dengan penuh cinta. Ia tidak pernah mencabut status kehambaan, meski manusia bergelimang dosa.” — Waled Jamal
Di Balai Beton Dayah QAHA Ukhwatul Quran Kota Lhokseumawe, Suara Waled Jamal mengalun pelan namun tegas. Ia tidak sedang membicarakan hukum fiqih atau tafsir panjang, melainkan membahas tentang panggilan sederhana namun mengguncang hati: “Ya Abdi.”
Panggilan ini dinilai bukan sembarang panggilan, tapi ini puncak kelembutan; panggilan penuh cinta atau undangan pulang kepada setiap pendosa dari sang pencipta. Allah merangkul dan tidak mencampakkan dan bahkan tidak mencabut status kehambaan daripada si pendosa itu.
“Sementara sesama manusia, kita sering memberi label ‘kotor’ atau ‘hina’ kepada manusia lain. Padahal setiap manusia ada pendosa.”
Untaian kata yang disampaikan Waled Jamal membuat suasana pengajian di Balai Beton Dayah QAHA hening beberapa saat. Seakan setiap orang di ruangan itu sedang bercermin pada dirinya sendiri.
Lalu Waled Jamal melanjutkan, untuk memanggil hamba-Nya, Allah SWT membagikan panggilan tersebut dalam tiga tingkatan. Panggilan umum untuk seluruh manusia, Allah panggil dengan panggilan Ya Ayyuhannas (wahai manusia).
Sedangkan panggilan Ya Ayyuhalladzina amanu, merupakan panggilan khusus kepada orang beriman. Namun, panggilan penuh cinta, hanya Allah tujukan kepada para pedosa. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Quran Surat. Az-Zumar, ayat 53, yang artinya: “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya...”
Pesan Waled Jamal Kepada Para Santri
Sebelum menutup pengajian, pada kesempatan itu dia menyebutkan, panggilan Ya ‘Abdi adalah undangan pulang. “Allah SWT tidak pernah menolak hamba-Nya. Bahkan ketika manusia jauh, Allah tetap berkata: ‘Engkau hamba-Ku.’ Itu bukti cinta yang tidak terbatas,” ujar Pimpinan Dayah Qari Hafidz (QAHA) Ukhwatul Quran Kota Lhokseumawe itu, Jumat (12/6/26) sore.
Di akhir pertemuan tersebut, Waled Jamal dengan suara lirih dan penuh wibawa menyebutkan, setiap manusia adalah pendosa. Tidak ada yang benar-benar bersih. Maka, sikap menghakimi orang lain adalah bentuk kesombongan.
“Panggilan Ya ‘Abdi...Adalah undangan pulang, panggilan penuh cinta. Kalau Allah saja sebagai pencipta merangkul para pendosa, siapa kita hingga berani menolak?” katanya.
Seperti biasanya, sebelum pengajian bena-benar ditutup, Waled Jamal selalu menyampaikan pesan agar tidak berlaku sombong kepada manusia lain, dan tidak boleh merasa suci. Pada hakikatnya, kita semua adalah pendosa. Bedanya, sebut Waled Jamal, hanya siapa yang mau kembali, dan siapa yang tetap menolak undangan pulang dengan panggilan penuh cinta itu.
“Ya ‘Abdi bukan sekadar panggilan, melainkan undangan pulang. Pengirimnya adalah Sang Pencipta yang tidak pernah menutup pintu, meski manusia itu salah berkali-kali,” tutup Waled Jamal mengakhir pengajian rutin itu. Maimun Asnawi, S.HI.,M.Kom.I/WASPADA.id



























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda