Breaking News
Memuat breaking news...

PKBM Ruman Aceh Dikunjungi Direktur Perpustakaan Kota Seoul, Kore Selatan

Redaksi
Redaksi
Kamis, 27 Agustus 2026 - 5.35 PM WIB
PKBM Ruman Aceh Dikunjungi Direktur Perpustakaan Kota Seoul, Kore Selatan
Pendiri dan Pembina Ruman Aceh sedang menjelaskan perihal Mibara kepada Direktur Perpustakaan Kota Seoul, Korea Selatan (tengah) di Sekretariat Ruman Aceh, Rabu (26/08/2026).(Waspada.id/Ist)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BANDA ACEH (Waspada.id): Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Rumah Baca Aneuk Nanggroe (Ruman) Aceh dikunjungi rombongan Perpustakaan Pemerintah Kota Metropolitan Seoul, Korea Selatan, Rabu (26/8/2026) sore.

Rombongan tersebut terdiri dari Oh Jieun, Direktur Perpustakaan Kota Metropolitan Seoul (Seoul Metropolitan Government/SMG). Lee Jeongdo, Asisten Direktur Bagian Kerjasama Intenasional SMG). Jungjyun Seo dan Suyoung Yoon dari HanGlobal Consultant. Serta penerjemah, Kim Joy, dosen tamu di USK, pengajar di King Sejong Institute.

Kunjungan mereka didampingi oleh Mirzayanto dari Badan perencaan Pembangunan daerah (Bappeda) Kota Banda Aceh dan Musnahayati, Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Banda Aceh.

Fokus kunjungan mereka adalah praktik baik dari perpustakaan ruangan terbuka yang telah digelar TBM (Taman Bacaan Masyarakat) Ruman Aceh. Yaitu, Mibara (Minggu Baca Rame-rame) di lapangan Blang Padang pada setiap pagi hari Minggu, pukul 07.30 – 11.00 WIB.

Hal tersebut diungkapkan oleh Pembina dan Pendiri PKBM Ruman Aceh, Ahmad Arif, seusai kunjungan spesial itu di sekretariat mereka di Desa Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh.

Oh Jieun, Direktur Perpustakaan Kota Metropolitan Seoul, mengatakan bahwa mereka datang ke Banda Aceh dalam rangka survei lokasi untuk program Outdoor Library (perpustakaan luar ruangan) yang akan diluncurkan pada Oktober nanti dan menjadi yang pertama di Indonesia.

“Sebanyak 48 pemerintahan kota dari 28 negara mengikuti kompetisi program bantuan Pembangunan dari pemerintah Seoul atau Seoul ODA (Official Development Assistance) Challenge 2026. Banda Aceh dari Indonesia dan San Salvador Centro dari El Salvador terpilih sebagai pemenangnya”, ujar Oh Jieun.

Pemerintah Kota Seoul, kata Jieun , memberikan bantuan teknis dan pengadaan peralatan untuk menyulap Taman Bustanussalatin (Taman Sari) di pusat Kota Banda Aceh yang bersebelahan dengan masjid Raya Baiturrahman menjadi Outdoor Library (perpustakaan luar ruangan) pertama di Indonesia.

Rombongan Direktur Perpustakaan Kota Seoul, Korea Selatan foto bersama Pengurus Ruman Aceh dan pejabat terkait Kota Banda Aceh di Sekretariat Ruman Aceh, Rabu (26/08/2026).(Waspada.id/Ist)

“Kami ke perpustakaan Ruman Aceh untuk mendengar dan melihat secara langsung praktik baik komunitas literasi seperti yang disampaikan oleh Dinas Perpustakaan Kota Banda Aceh kepada kami. Kami mengajak pihak Ruman Aceh untuk berkolaborasi dalam menyukseskan program outdoor library," tutur Jieun.

Sementara itu Ahmad Arif, Pembina dan pendiri TBM Ruman Aceh, menyambut penuh suka cita atas kunjungan Direktur Perpustakaan Kota Metropolitan Seoul, Korea Selatan, beserta rombongannya yang didampingi utusan Bappeda dan Dispersip Banda Aceh.

“Merupakan sebuah kehormatan buat kami atas kunjungan ini. Kami menyambut baik inisiatif kolaborasi tersebut. Karena motto yang selalu dikedepankan Ruman Aceh adalah bergerak, berkarya dan bermanfaat dalam bingkai berkah, berbagi, bersama”, ungkap Arif.

TBM Ruman Aceh, kata Arif menambahkan, telah 12 tahun melakukan perpustakaan di ruang terbuka dengan nama Mibara (Minggu Baca Rame-rame). Yaitu, sejak 18 Mei 2014 lalu di lapangan Blang Padang pada setiap pagi hari Minggu, pukul 07.30 hingga 11.00 WIB.

“Alhamdulillah, konsep Mibara telah diduplikasi oleh berbagai komunitas literasi, baik di dalam maupun di luar Aceh. Yang teranyar, pada akhir 2025 lalu, mulai digelar Mibara di Pekan Baru oleh warganya yang pernah tiga tahun menjadi pengunjung tetap Mibara di Blang Padang, Banda Aceh”, kata Arif.

Kecuali itu, Ahmad Arif juga menginformasikan, bahwa sejak perdana dilincurkan, Mibara memberi kemudahan masyarakat dalam mengakses bacaan. Selain gratis membaca di lokasi, setiap pengunjung bisa minjam lima bacaan sekaligus selama sepekan, tanpa syarat administrasi apapun, dan tidak pula ada denda. Modalnya hanya saling percaya, jujur dan tanggungjawab, pungkas Arif.(id66)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement