PKBM Ruman Aceh Ikuti Lokakarya Membaca Kritis Dan Literasi Untuk Warga Belajar


BANDA ACEH (Waspada.id): Dalam rangka meningkatkan kemampuan literasi para Warga Belajar (WB) atau peserta didik program pendidikan kesetaraan (Paket) B dan C (SMP dan SMA), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Rumah Baca Aneuk Nanggroe (Ruman) Aceh menggelar lokakarya membaca kritis dan literasi dengan tema "Jejak Kata & Rasa: Mengasah Kritisisme dan Cipta Puisi Kreatif".
Kegiatan yang diikuti 50 peserta tersebut digelar pada Minggu (25/10/2026) di Basecamp Ruman Aceh yang berlokasi di Gampong Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh, dengan narasumber Dr. Herman R., S.Pd., M.Pd., pegiat sastra dan budaya Aceh serta dosen Universitas Syiah Kuala.
Kepala PKBM Ruman Aceh, Nonong Noviasyah, S.Pd., mengungkapkan bahwa Peserta Didik Paket B dan Paket C memiliki latar belakang, pengalaman, serta minat yang beragam. Kondisi tersebut memerlukan pendekatan pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan partisipatif agar peserta dapat berdiskusi, mengeksplorasi makna teks, serta menciptakan karya sastra secara mandiri dan percaya diri.
“Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan tidak hanya mampu memahami dan membedah karya sastra secara kritis, tetapi juga mampu mengekspresikan pemikirannya dalam bentuk karya puisi kreatif”, ujar Nonong
Dalam pembelajaran sehari-hari, kata Nonong, membaca puisi sering kali hanya dipahami sebatas pembacaan visual atau hafalan struktur fisik. Padahal, membaca kritis terhadap teks sastra memungkinkan peserta didik memahami makna tersirat, diksi, gaya bahasa, serta pesan moral yang ingin disampaikan oleh penulis.

Suasana lokakarya yang digelar di Basecamp PKBM Ruman Aceh pada Minggu (25/10/2026). (Waspada.id/Ist)
“Sejalan dengan itu, kemampuan menulis kreatif puisi memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengekspresikan gagasan, pengalaman, dan rasa secara estetis dan sistematis. Di sisi lain, kegiatan ini menjadi bagian dari apresiasi kepada para peserta didik yang aktif dan progresif dalam proses pembelajaran”, ungkap Nonong.
Sehari sebelumnya Sabtu, (24/10/2026), ke 50 peserta yang terdiri dari 10 warga belajar paket B dan 40 warga belajar paket C tersebut telah mengikuti workshop penguatan numerasi dalam kehidupan sehari-hari bagi peserta didik. Mengangkat tema, “Matematika Asyik dan Nyata”, dengan narasumber Abzar Tanjung S.Pd., M.Si.P., dosen Universitas Syiah Kuala di Basecamp Ruman Aceh.
Kedua kegiatan tersebut, workshop penguatan numerasi serta lokakarya membaca kritasi dan literasi merupakan rangkaian realiasasi dari Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Kinerja 2026 yang diterima PKBM RUMAN Aceh selain BOP atau BOSP (Bantuan Operasional Satuan Pendidikan) Reguler dari Kemendikdasmen.
Sementara itu, Ahmad Arif, Pendiri dan Pembina PKBM Ruman Aceh menuturkan bahwa puisi karya para peserta kegiatan lokakarya membaca kritis dan literasi akan dihimpun menjadi sebuah buku ontologi puisi.
“Insya Allah akan menjadi buku perdana yang diangkat dari karya para warga belajar program pendidikan kesetaraan sebagai bentuk apresiasi atas kesungguhan mereka mengikuti proses pembelajaran dengan beragam metodenya”, ungkap Arif.
Kecuali itu, Arif juga menjelaskan, PKBM Ruman Aceh menyelenggarakan pendidikan kesetaraan untuk jenjang SD, SMP dan SMA (A, B dan C) secara gratis sejak tahun ajaran 2017/2018 lalu hingga kini. Sudah lebih seribuan alumni yang tersebar dengan beragam profesi, terutama setelah meraih ijazah paket C setara SMA. Di antaranya prajurit TNI jebolan Secaba yang kini bertugas di Gayo Lues. Ada pula yang lulus tes masuk Faulktas Hukum UGM.(id66)
Berita Terkait



































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda