Breaking News
Memuat breaking news...

PKKMB Universitas ST Bhinneka, Wamen Diktisaintek: Jangan Sia-siakan Empat Tahun Kuliah

Redaksi
Redaksi
Selasa, 8 September 2026 - 5.18 PM WIB
PKKMB Universitas ST Bhinneka, Wamen Diktisaintek: Jangan Sia-siakan Empat Tahun Kuliah
Wakil Menteri Diktisaintek RI Stella Christie menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) ST Bhinneka, Medan Sunggal, Selasa (8/9). Waspada.id./ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

MEDAN (Waspada.id): Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Diktisaintek) RI Stella Christie mengingatkan mahasiswa baru Universitas Satya Terra (ST) Bhinneka Medan, agar tidak menyia-nyiakan empat tahun masa kuliah.

Pesan itu disampaikan Stella saat menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) ST Bhinneka, Medan Sunggal, Selasa (8/9), bertema “Tumbuh dalam Kebhinekaan, Berdampak secara Berkelanjutan.”

Dalam orasi ilmiahnya, Stella membagikan lima prinsip yang menurutnya penting dimiliki mahasiswa, yakni time to maximize, explore or exploit, Universal (Berpikir luas), what doesn’t kill you makes you stronger, serta never forget where you come from.

“Empat tahun itu sangat singkat. Jangan sia-siakan empat tahun masa kuliah,” tegasnya.

Stella mengisahkan perjalanan akademiknya yang dimulai dari Medan hingga ke berbagai negara. Ia menempuh S1 di Harvard University, kemudian S2 dan S3 di Northwestern University, menjalani postdoctoral di University of British Columbia, menjadi associate professor di Swarthmore College, sebelum akhirnya menjadi guru besar di Tsinghua University, China.

Stella mengingatkan mahasiswa agar tetap menjaga prestasi akademik. Ia juga mendorong mahasiswa tidak hanya mendalami bidang yang telah dikuasai, tetapi berani mengeksplorasi pengetahuan dan pengalaman baru.

“Explore or exploit. Kalian harus melakukan dua-duanya,” ujarnya.

Menurut Stella, ilmu di universitas juga jangan hanya digunakan untuk ujian atau menyelesaikan skripsi. Ilmu harus dapat diterapkan ketika mahasiswa bekerja, berorganisasi dan berkontribusi kepada masyarakat.

Prinsip berikutnya, what doesn’t kill you makes you stronger, mengajarkan mahasiswa tidak takut menghadapi kesulitan. Sedangkan never forget where you come from mengingatkan agar mahasiswa tidak melupakan asal-usul meski kelak sukses di tingkat nasional maupun global.

Sebelumnya Rektor Universitas ST Bhinneka, Bobby Cristian Halim, mengatakan perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mencetak mahasiswa berprestasi, tetapi juga membentuk manusia yang memiliki kompetensi, karakter, kemampuan berpikir kritis, serta mampu memanfaatkan teknologi dengan tetap memiliki empati dan tanggung jawab sosial.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan artificial intelligence (AI) telah mengubah cara manusia belajar dan bekerja. Namun, nilai-nilai kemanusiaan tidak boleh diserahkan kepada teknologi.

“Kita tidak ingin mahasiswa kita nantinya menjadi seperti teknologi yang tidak memiliki hati. Kita ingin mereka menjadi manusia yang technology-enabled, tetapi tetap human-centered. Teknologi harus memperkuat manusia, bukan menggantikan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Bobby.

Ia menilai Indonesia membutuhkan perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga mampu menghasilkan solusi bagi berbagai persoalan di masyarakat,” katanya.

Ketua Dewan Pembina Universitas ST Bhinneka, dr Sofyan Tan, mengatakan, kampus tersebut dibangun dengan cita-cita melahirkan generasi muda yang memiliki kompetensi, kemampuan dan masa depan yang baik untuk membangun Indonesia.

Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu kunci memutus mata rantai kemiskinan dan menyiapkan generasi emas 2045.

“Kita jangan biarkan Indonesia yang kaya ini tetap dalam kondisi angka kemiskinan yang tinggi,” ujarnya.

Anggota DPR RI Komisi X ini menjelaskan, berbagai program studi di ST Bhinneka dirancang berdasarkan kebutuhan masa depan bangsa. Di antaranya pendidikan SD dan teknologi, kebidanan, agribisnis, agroekologi, bisnis digital, informatika, kewirausahaan dan manajemen kehutanan.

Sofyan juga mengungkapkan pengembangan lembaga pendidikan yang dikelolanya, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Ke depan, pihaknya menyiapkan pengembangan rumah sakit dan sekolah luar biasa (SLB).

"Penyandang disabilitas harus diberikan kesempatan memperoleh pendidikan dan keterampilan agar mampu mandiri,” tegasnya. (wsp/id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement