PKM Dosen FEB Unsam Gandeng PT Pekola Latih UMKM Melek Digital


LANGSA (Waspada.id): Upaya mendorong digitalisasi dan akuntabilitas keuangan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dilakukan Tim Dosen Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Samudra (Unsam) melalui program Peningkatan Literasi Keuangan Melalui Aplikasi Akuntansi Terintegrasi.
Kegiatan yang berkolaborasi dengan PT Pelabuhan Kota Langsa (Pekola Perseroda) ini dilaksanakan di kawasan wisata Taman Hutan Kota Langsa, Gampong Paya Bujok Seuleumak, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa.
Ketua Tim PKM FEB Unsam, Agustina Nurul Fajriah, S.E., Ak., M.Ec.Dev., Selasa (27/10/2026), menyampaikan bahwa program ini diinisiasi oleh tim dosen yang beranggotakan Mayang Murni, S.Pd., M.Si., Tengku Putri Lindung Bulan, S.E., M.Si., dan Hidayatullah, S.E., M.Si.
"Kegiatan berlangsung selama lima hari, meliputi koordinasi, sosialisasi, pengenalan aplikasi, pelatihan, dan praktik pada 12–14 Oktober 2026, dilanjutkan dengan pendampingan langsung oleh Tim PKM pada 16–17 Oktober 2026," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa fokus utama program ini adalah memberikan solusi nyata terhadap kendala pencatatan keuangan konvensional melalui pemanfaatan aplikasi website akuntansi terintegrasi.
Kegiatan ini juga didukung mahasiswa yang telah dibekali pengetahuan tentang pengelolaan keuangan UMKM dan aplikasi yang akan diimplementasikan, sebut Agustina.
Adapun lima tahapan sistematis diterapkan guna memastikan keberlanjutan program, yakni:
1. Sosialisasi dan Koordinasi Mitra: Tim melakukan diskusi mendalam bersama PT Pekola guna memetakan kebutuhan spesifik serta mengidentifikasi kondisi riil pencatatan keuangan UMKM di lapangan.
2. Pengenalan Aplikasi Website: Peserta diperkenalkan dengan antarmuka (menu) aplikasi dan mendapatkan penjelasan komprehensif mengenai alur pencatatan transaksi hingga otomatisasi laporan keuangan. Aplikasi dirancang fleksibel dan dapat diakses melalui laptop maupun smartphone.
3. Pelatihan dan Praktik Penggunaan: Pelaku UMKM mendapatkan pelatihan langsung (hands-on) untuk menginput transaksi harian, menggunakan fitur buku kas dan jurnal umum, hingga melakukan simulasi penyusunan laporan keuangan sederhana.
4. Pendampingan dan Evaluasi: Guna memastikan kemandirian peserta, tim dosen memberikan pendampingan intensif, membuka ruang diskusi terkait kendala teknis, serta mengevaluasi pemahaman peserta.
5. Keberlanjutan Program: Tim menyusun Panduan Penggunaan (SOP) dan berkomitmen melakukan pemantauan berkala agar program dapat direplikasi ke kelompok UMKM lainnya.
Direktur Utama PT Pekola, Hj. T. Ratna Lailasari, S.H., M.H., yang akrab disapa Bu Cut, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia bahkan meminta agar pelatihan tidak hanya diberikan kepada UMKM di kawasan Taman Hutan Kota, tetapi juga diperluas ke UMKM lainnya.

"Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk pelaku UMKM di Kota Langsa," ujarnya.
Melalui program ini, pelaku UMKM mitra kini telah mengenal dan mampu menggunakan aplikasi akuntansi digital dengan baik. Dampak positif yang terlihat antara lain pencatatan keuangan menjadi lebih tertib, akurat, dan transparan, serta meningkatnya literasi keuangan secara umum.
Diharapkan kolaborasi akademisi dan dunia usaha ini dapat membuat UMKM di Kota Langsa naik kelas melalui manajemen keuangan yang lebih modern, efektif, dan berbasis teknologi. (id75)
Berita Terkait





































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda