PKM Unimed Berdayakan Remaja Melalui Seni Mural Cegah Narkoba dan PerundunganPKM Unimed Berdayakan Remaja Melalui Seni Mural Cegah Narkoba dan Perundungan

MEDAN (Waspada.id) – Universitas Negeri Medan (Unimed) memberdayakan remaja di Desa Medan Estate, Kabupaten Deli Serdang, melalui kegiatan seni mural sebagai sarana edukasi untuk mencegah penyalahgunaan narkoba dan perundungan.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pemberdayaan Remaja Rawan Kriminalitas melalui Pendampingan Penciptaan Karya Mural untuk Mitigasi Perundungan dan Anti Narkoba di Desa Medan Estate” tersebut berlangsung sejak 14 April hingga 14 Agustus 2026.
Tim PKM Unimed mendampingi para remaja menciptakan karya mural edukatif di ruang publik desa. Puncak kegiatan dilaksanakan pada 14 Agustus 2026 di Kantor Desa Medan Estate, ditandai dengan penyerahan alat dan bahan kepada mitra untuk mendukung keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat.
Program tersebut dilaksanakan tim yang terdiri atas Muslim, S.Pd., M.Pd. selaku ketua, bersama anggota Drs. Mesra, M.Sn., Achmad Yuhdi, S.Pd., M.Pd., dan Dinul Islami, M.A. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Ramadheni Tanjung, Syareefa Alisya Sabrina Irawan, Zahratul Aini Lubis, Richard Soragape Surbakti, dan Jansen Falensius Sinabutar.
Ketua pelaksana PKM, Muslim, mengatakan seni merupakan pendekatan yang dekat dengan kehidupan remaja sehingga efektif digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan sosial.
Menurutnya, mural tidak hanya berfungsi sebagai karya estetis untuk memperindah lingkungan, tetapi juga dapat menjadi media komunikasi publik yang menyampaikan pesan secara sederhana, menarik, dan mudah dipahami masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang kepada remaja untuk menyalurkan kreativitasnya pada kegiatan yang positif dan produktif. Pesan tentang bahaya narkoba dan perundungan tidak hanya disampaikan melalui ceramah, tetapi diterjemahkan menjadi karya visual yang dapat dilihat dan dimaknai masyarakat setiap hari,” ujar Muslim.
Dalam pelaksanaannya, para remaja tidak hanya menjadi penerima materi, tetapi terlibat aktif dalam seluruh proses penciptaan mural. Kegiatan diawali dengan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan perundungan, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan teknik dasar mural, penyusunan konsep visual, pembuatan sketsa, pengecatan hingga penyelesaian karya.
Pendekatan partisipatif tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap karya sekaligus memperkuat kepedulian remaja terhadap berbagai persoalan sosial di lingkungan mereka.
Salah satu mural yang dihasilkan mengangkat pesan “Desa Medan Estate Bebas dari Narkotika”. Karya tersebut menampilkan simbol larangan terhadap narkotika, ilustrasi tameng sebagai simbol perlindungan generasi muda, kepalan tangan sebagai simbol perlawanan, serta figur remaja yang menggambarkan penolakan terhadap penyalahgunaan narkoba.
Perpaduan unsur visual dan pesan verbal tersebut menjadikan mural bukan sekadar karya seni, tetapi juga media kampanye sosial di ruang publik.
Sementara itu, Kepala Desa Medan Estate, Asdat Lubis, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program yang melibatkan masyarakat, khususnya generasi muda.
Dukungan pemerintah desa diwujudkan melalui penyediaan lokasi, fasilitasi koordinasi dengan masyarakat dan Karang Taruna, serta dukungan terhadap keberlanjutan pemanfaatan hasil kegiatan.
Asdat menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam menangani berbagai persoalan sosial di masyarakat. Menurutnya, kegiatan yang melibatkan remaja secara langsung memberikan manfaat karena tidak hanya menghasilkan karya mural, tetapi juga memberikan pengalaman, keterampilan, dan ruang kegiatan positif bagi generasi muda.
Pada puncak kegiatan, Tim PKM Unimed menyerahkan alat dan bahan pendukung kegiatan mural kepada mitra. Penyerahan tersebut merupakan bagian dari strategi keberlanjutan agar keterampilan yang telah diperoleh peserta dapat terus dikembangkan dan kegiatan seni mural dapat dilakukan secara mandiri pada masa mendatang.
Program PKM ini diharapkan tidak berhenti pada penyelesaian satu karya mural, tetapi berkembang menjadi kegiatan pemberdayaan remaja yang berkelanjutan. Melalui seni, remaja diharapkan memiliki ruang lebih luas untuk berkarya, berkolaborasi, menyampaikan pesan sosial, serta membangun lingkungan yang lebih aman dan positif.
Kegiatan tersebut dibiayai melalui Dana PNBP Unimed Tahun Anggaran 2026 berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Negeri Medan Nomor 0240/UN33/KPT/2026.
Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Unimed dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya melalui pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berbasis kreativitas, pendidikan, dan seni. (Wsp.id)
























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda